Polda Aceh Ungkap Peredaran Sabu-Sabu 353 Kg Jaringan Afghanistan-Malaysia

Polda Aceh Ungkap Peredaran Sabu-Sabu 353 Kg Jaringan Afghanistan-Malaysia
Pengungkapan kasus peredaran sabu-sabu 353 kilogram jaringan Afghanistan-Malaysia di Aceh, Kamis (11/2). Foto: Dok. Polda Aceh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Kepolisian Daerah (Polda) Aceh mengungkap peredaran sabu-sabu 353 kilogram jaringan internasional Afghanistan-Malaysia. Dari pengungkapan ini, polisi menangkap 11 tersangka di Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen.

Kapolda Aceh Irjen Pol Wahyu Widada mengatakan, pengungkapan itu bermula dari informasi masyarakat perihal penyelundupan sabu-sabu dari Malaysia ke Bireuen, melalui jalur laut. Barang haram itu disebut berasal dari Afghanistan.

“Telah dilakukan penyelidikan selama lebih kurang sebulan dan diketahui akan ada kapal masuk ke Pandrah Jeunieb, Bireuen, dengan membawa ratusan kilogram sabu-sabu,” ujar Wahyu dalam konferensi pers di Mapolda Aceh, Kamis (11/2).

Ia menyebut, polisi mengendap di lokasi rencana pendaratan kapal pada Rabu (27/1). Namun, ketika kapal memasuki kuala, tersangka mengendus keberadaan polisi sehingga kabur dengan berenang meninggalkan kapal. “Saat petugas merapat ke kapal ditemukan sabu-sabu yang dikemas dalam wadah Tupperware,” kata Wahyu.

Polda Aceh Ungkap Peredaran Sabu-Sabu 353 Kg Jaringan Afghanistan-Malaysia
Kapolda Aceh Irjen Pol Wahyu Widada pada konferensi pers pengungkapan kasus narkotika jenis sabu-sabu 353 kilogram. (Foto: Dok. Polda Aceh)

Polisi kemudian memburu pemilik barang haram 353 kilogram tersebut. Dalam penangkapan di tiga lokasi dalam Kecamatan Jeunieb, Bireuen, pada 27 Januari dan 2 Februari, polisi menangkap 11 tersangka.

Mereka yaitu KM alias P (37) sebagai tekong, MU alias DN (23) sebagai kapten kapal, ED (35) sebagai pengatur, MA (36) sebagai pengendali, SI (50) penerima barang, SU (53) penyimpan barang, IZ (40) penerima barang, KR (23) penerima barang, MR (25) penerima barang, SY (63) penerima barang, dan SB (41) penerima barang.

“Saya prihatin melihat sabu seberat itu masih ada di Aceh, ini sangat berpotensi untuk menghancurkan generasi emas Aceh,” sebut Wahyu.

“Kami dari kepolisian juga siap menindak tegas dan terukur agar mereka tidak coba-coba memasok narkotika ke Aceh. Ini semua kami lakukan untuk menyelamatkan generasi emas Aceh sebanyak 1.760.000 jiwa dari barang haram tersebut,” lanjutnya.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.