Friday, April 3, 2020

Plt Gubernur Teken MoU TJSLP dengan 7 Perusahaan di Aceh

Must Read

AJI Desak Polisi Segera Bebaskan Dandhy Laksono

Polda Jaya Metro Jaya menangkap Dandhy Laksono, sutradara film dokumenter sekaligus pengurus nasional Aliansi Jurnalis Independen. Dandhy ditangkap di...

Ratusan Rumah Terendam Banjir di Nagan Raya

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Ratusan rumah di Desa Neubok Yee dan Ujong Karung, Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya...

Pasar Lamno Terbakar

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Sebanyak 15 unit toko di pasar Lamno, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya, ludes terbakar...

Tim Irwandi Akan Gugat ke Mahkamah Konstitusi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Tim pemenangan calon gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan Muhyan Yunan menyatakan tidak dapat menerima...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) tahap II antara Pemerintah Aceh dengan 7 perusahaan yang beroperasi di Aceh. Penandatanganan MoU tersebut berlangsung di Rumah Dinas Wakil Gubernur Aceh, Banda Aceh, Selasa (4/2).

Ketujuh perusahaan yang melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Pemerintah Aceh itu terdiri dari PT Boswa Megalopolis, Pegadaian Syariah, PT Dunia Barusa, PT Medco E & P Malaka, PT Triangle Pase Inc, Zaratex N.V, dan PT Pertamina Hulu Energi.

“Dukungan dari pihak perusahaan ini dapat disalurkan melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang merupakan bentuk tanggungjawab sosial perusahan bagi lingkungan sekitarnya,” kata Nova dalam sambutannya, Selasa (4/2).

Nova menyebut, melalui tanggung jawab sosial itu, pihak perusahaan dapat berperan aktif mendukung pemberdayaan masyarakat, melestarikan lingkungan, atau meningkatan pelayanan publik sebagaimana yang telah diamanatkan dalam Undang-Undang.

Ia menjelaskan, dana CSR yang disalurkan perusahaan itu banyak sekali memberikan manfaat bagi para pihak. Bagi perusahaan, kata dia, penyaluran dana CSR merupakan upaya untuk mendapatkan dukungan publik terhadap usaha yang digerakkan oleh perusahaan tersebut.

“Sementara bagi masyarakat, kehadiran CSR bermanfaat untuk mengoptimalkan sumber daya dan sumber ekonomi, serta mengurangi kesenjangan sosial. Adapun bagi Pemerintah, program CSR sangat penting untuk mendukung percepatan pembangunan daerah, serta meningkatkan kualitas layanan publik,” sebutnya.

Menurut Nova, beberapa tahun terakhir ini keterlibatan pihak swasta dalam menjalankan program CSR di Aceh semakin meningkat. Bahkan, lanjutnya, Oktober tahun lalu pihaknya juga telah melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan 13 perusahaan terkait dana CSR itu.

Lebih lanjut, Nova berharap, untuk perusahaan yang belum melakukan kerja sama itu dapat segera melakukannya pada tahap berikutnya.

“Dengan demikian, masyarakat tentu akan lebih aktif memberikan dukungan bagi kehadiran investasi di daerah ini. Insya Allah, kegiatan CSR ini akan bisa menjadi salah satu upaya dalam mengatasi masalah kemiskinan di daerah kita,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Bappeda Aceh Helvizar Ibrahim, menyampaikan penandatangan MoU itu dilakukan untuk menumbuhkan komitmen bersama antara perusahaan yang berinvestasi dengan pemerintah dalam mendukung upaya kesejahteraan masyarakat.

Ke depan, kata Helvizar, untuk mensinergikan program CSR dan program pemerintah, pihaknya akan membentuk forum CSR agar program yang dijalankan lebih tepat sasaran. Forum tersebut akan segera dibentuk pada Februari ini.

General Manager PT Pertamina Hulu Energi, Junizar Harman, menyebut sebagai pelaku usaha yang menjalankan investasi di Aceh, pihaknya berkomitmen untuk berkontribusi dan saling terintegrasi dengan pemerintah daerah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

“Mudah-mudahan dengan acara MoU pada hari ini kita juga dapat lebih erat berkoordinasi dan saling memberi solusi terhadap permasalahan pelaku industri yan ada di Aceh,” ujar Junizar.[RIL]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

Ruang Outbreak Pinere RSUDZA Dijadikan Tempat Isolasi Pasien COVID-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - RSUDZA Banda Aceh telah memiliki 12 ruang Outbreak Pinere (Penyakit Infeksi New-Emerging dan Re-Emerging) pada Selasa (31/3/2020). Ke-12 ruang...

Update Corona di Aceh: 5 Positif, 2 Meninggal, 44 PDP, 797 ODP

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona di Aceh bertambah 177 orang menjadi 797 orang per Selasa (31/3/2020) pukul 15.00...

More Articles Like This