Wednesday, April 8, 2020

PKK Aceh Tinjau dan Salurkan Bantuan bagi Korban Banjir Bandang Agara

Must Read

Enam Murid Dayah Jeumala Amal Lolos ke Pospenas 2019 di Jawa Barat

Enam murid Dayah Jeumala Amal Lueng Putu, Kabupaten Pidie Jaya, dinyatakan lolos ke Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok...

6 Pelanggar Syariat Islam Dicambuk

UPDATE: Seorang terhukum cambuk, perempuan, pingsan usai menjalani sabetan rotan kelima. Ia meringis sebelum akhirnya terjatuh di atas panggung....

PTUN Tolak Gugatan Marzuki

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Banda Aceh menolak perkara gugatan yang dilayangkan...

Rektor Bekali Peserta KPM UIN Ar-Raniry

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM-- Sebanyak 271 mahasiswa peserta Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mandiri Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry tahun...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

KUTACANE | ACEHKITA.COM – Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Dyah Erti Idawati meninjau beberapa lokasi bencana banjir bandang serta menyalurkan bantuan di beberapa kecamatan di Kabupaten Aceh Tenggara, Minggu 19 Januari 2019.

Dyah Erti Idawati mengatakan, dirinya turut prihatin dengan kondisi yang dialami oleh warga setempat. Dirinya kata Dyah, ditugaskan langsung Pelaksana Tugas Gubernur Aceh untuk meninjau dan menyalurkan bantuan masa panik kepada masyarakat yang terdampak bencana.

Dyah meminta para kepala desa setempat untuk menyerahkan data akurat terkait rincian korban bencana untuk dapat dibantu.

“Saya juga baru turun dari Singkil, Aceh Selatan, dan Aceh Utara. Salah satu penyebab banjir adalah perambahan hutan. Masyarakat harus mengawasinya. Hutan kita semakin berkurang, untuk itu mohon dilaporkan ke provinsi agar dapat kita lakukan upaya pencegahan bersama-sama. Kita juga berharap bencana ini tidak lagi terjadi, karena kalau dibiarkan akan berdampak korban lebih luas,” kata Dyah.

Terkait sejumlah rumah yang hanyut, Dyah mengatakan pemerintah Aceh akan mengalokasikan dalam anggaran rumah duafa untuk tahun 2019.

“Hasil kunjungan ini akan saya sampaikan langsung ke Bapak Nova untuk ditindaklanjuti. Namun harus bersabar karena bantuan pemerintah Aceh ada prosedur, nanti akan kita prioritaskan yang berat berat dulu, seperti rumah yang hanyut,” kata Dyah.

Menurut Dyah, Nova Iriansyah saat ini sedang bertugas di Jakarta. Di sana, kata Dyah, Nova sedang mengupayakan pembiayaan dari APBN agar korban banjir di Aceh Tenggara dapat tertangani secara permanen.

“Ini akan kita bantu secara permanen agar bencana ini tidak kembali terulang,” tegas Dyah

Sementara itu, warga Desa Kayu Betangor, Suhada, mengharapkan Sungai Lawe Rikit untuk dapat segera dinormalisasi. Jika tidak, kata dia, maka pemukiman warga akan kembali menjadi ancaman bencana saat hujan deras turun.

“Usai banjir pertama dan kedua, sungai ini sudah dinormalisasi dengan cara diangkat semua pasir dari dalam sungai, sementara banjir ketiga dan keempat belum dilakukan normalisasi. Maka jika hujan turun maka air langsung ke pemukiman warga,” kata Suhada.

Dalam kunjungan dibeberapa titik lokasi bencana tersebut, Dyah Erti Idawati bersama Kepala Dinas Sosial Aceh, Alhudri, juga menyerahkan bantuan secara simbolis yang diterima oleh perangkat desa setempat.

Alhudri mengatakan, saat ini pemerintah Aceh mempunyai gudang baperstok di Gayo Lues. Gudang baperstok itu, kata Alhudri, harus dalam keadaan siaga untuk menghadapi kemungkinan bencana yang terjadi tiba-tiba.

Gudang yang dibangun sejak 2015 tersebut merupakan menampung logistik masa panik dan bantuan bahan bangunan rumah (BBR) saat bencana datang.

“Ini merupakan gudang milik kita (Pemerintah Aceh) yang alhamdullillah sudah difungsikan. Ke depannya semua bantuan kita dimasukkan kemari sebelum disalurkan ke pada para korban bencana,” kata Alhudri.

Sementara jika kurang, Dinas Sosial Aceh akan menambahkan bantuan dari gudang baperstok di Labuy, Ladong, Aceh Besar. Sehingga para korban bencana tidak ada yang kelaparan.

Alhudri juga mengatakan, kedepannya Dinas Sosial Aceh akan membangun Posko Tagana dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) di daerah tersebut. [adv]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Tiga Pasien Positif COVID-19 di Aceh Sembuh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Tiga pasien positif corona atau COVID-19 di Aceh dinyatakan sembuh. Mereka diperbolehkan pulang setelah...

200 Pengemudi Ojek Daring di Aceh Peroleh Bantuan Sembako

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 200 pengemudi ojek daring di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, Aceh, memproleh bantuan sembako dari Forum...

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan sembuh dan telah pulang dari...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

More Articles Like This