Friday, May 20, 2022
spot_img

Pimpinan Kemenag Bireuen Kunjungi Dayah Darul Ma’arif

BIREUEN | ACEHKITA.COM – Pimpinan Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Bireuen melakukan kunjungan ke sejumlah dayah guna menguatkan keberadaan dayah atau pesantren yang ada di Bireuen. Kunjungan silaturahmi di antaranya ke Dayah Darul Ma’arif, Samuti Makmur, Kecamatan Gandapura, dan Dayah Darussa’adah, Lipah, Kecamatan Jeumpa, Senin (25/4/2022).

Pada kesempatan tersebut, Kepala Kankemenag Bireuen, Zulkifli Idris, yang didampingi, Kasubag TU, Iskandar, Kepala KUA Gandapura, Abdul Halim, dan rombongan disambut oleh pimpinan Dayah Darul Ma’arif, Ayah Syeh Ghazali bersama sejumlah guru dayah setempat.

Zulkifli Idris di depan pimpinan Dayah Darul Ma’arif menyampaikan, dayah hari ini harus dapat bersaing dan bersanding dengan pendidikan umum. Karena animo masyarakat untuk memasukkan anaknya ke dayah semakin tinggi dari tahun ke tahun.

“Untuk itu dayah harus bisa melakukan terobosan dalam berbagai lini, di antaranya dengan membuat kesetaraan ijazah dayah, sehingga dapat diakui. Sesuai implementasi UU Pesantren Nomor 18/2019, Ijazah dayah harus dapat bersaing dengan pendidikan umum. Baik untuk melanjutkan pendidikan maupun lapangan kerja,” kata Zulkifli Idris.

Dengan UU baru ini, negara akan mengakui pesantren sebagai salah satu sistem pendidikan formal yang diakui. Dalam implementasinya, lulusan pesantren berhak melanjutkan pendidikan ke jenjang manapun.

“Nantinya, santri pondok pesantren dapat melanjutkan ke sekolah formal seperti Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, SMP, SMA, SMK, dan juga ke perguruan tinggi,” ujarnya.

“Undang-undang ini memberikan afirmasi, rekognisi, dan fasilitasi terhadap pesantren dalam melaksanakan fungsi pendidikan formil, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat,” lanjut Zulkifli.

Ia juga meminta kalangan pondok pesantren bersiap-siap menghadapi implementasi Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 Tentang Pesantren.

Sedangkan Peraturan Menag tentang ini, kata Zulkifli, akan membahas pada tata laksana teknis pendirian dan penyelenggaraan pesantren dan juga jenjang pendidikannya, meliputi mu’adalah, diniyah formal, dan mengaji kitab kuning.

“Sedangkan untuk pembangunan fisik dayah, ada di bawah Badan Dayah dan Dinas Syariat Islam. Kemenag hanya pembinaan administrasi dayah saja. Kita berharap semua dayah harus punya sistem administrasi digital, untuk itu setiap dayah harus ada seorang operator, karena semua pelaporan sekarang sudah menggunakan aplikasi,” sebutnya..

Pimpinan Dayah Darul Ma’arif, Ayah Syeh Ghazali menyampaikan, agar pemerintah memberikan perhatian terhadap dayah sehingga lembaga pendidikan agama ini bisa berbuat lebih.

“Tinggal lagi bagaimana perhatian yang diberikan ini, bisa mendorong keberadaan dayah, terutama oleh Kemenag. Terutama dalam tata kelola manajemen dan administrasi dayah bisa dimaksimalkan,” ujarnya.

Karena menurut Ayah Syeh Ghazali, tanpa perhatian pemerintah, maka dayah akan tertinggal. Untuk itu, kemenag bisa memberikan dorongan, agar pendidikan dayah bisa lebih maju.

Pada kesempatan itu, Kakankemenag Bireuen Zulkifli Idris menyerahkan sejumlah Al-Qur’an dan sedikit bungong jaroe yang diterima oleh Ayah Syeh Ghazali. [AH]

Baca Tulisan Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Stay Connected

0FansLike
21,501FollowersFollow
23,200SubscribersSubscribe
- Advertisement -

TERBARU