Ucok Parta/ACEHKITA.COM

BANDA ACEH — Empat pesawat tempur jenis F-16 dari Skuadron Udara 16 Pangkalan Udara Rusmin Nurjadin, Riau, berpatroli di wilayah udara Aceh sejak kemarin.

“Aceh itu berada di ujung barat wilayah Indonesia dan berbatasan langsung dengan negara asing, berpotensi terjadi pelanggaran wilayah udara,” kata Mayor Pnb Nur Alimi.

Empat pesawat tempur F 16 tersebut akan bertugas selama dua minggu di Aceh. Selain mengawasi wilayah udara, pesawat tempur tersebut juga memantau wilayah laut dan daratan.

Selama pesawat F 16, TNI AU juga mengirim satu helikopter puma dan satu pesawat hercules untuk mengangkut logistik dalam tugas operasi tersebut.

Mayor Pnb Nur Alimi menambahkan, selain operasi pengamanan wilayah, TNI AU juga memantau praktik “illegal fishing” di perairan Aceh dan mendeteksi kebakaran hutan
“Kami akan melaporkan jika ditemukan praktik ‘illegal fishing’ dan kebakaran hutan. Temuan ini nanti akan kami laporkan kepada instansi terkait,” katanya.

Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat Aceh tidak kaget atau takut dengan keberadaan pesawat tempur F 16 yang melakukan patroli udara, karena misinya adalah patroli pengamanan wilayah NKRI dari ancaman luar.

Selama melakukan operasi, pernah terjadi pelanggaran wilayah NKRI di Aceh oleh pesawat asing. Namun TNI-AU berhasil mengusir pesawat asing tersebut.

Pada Februari 2015 TNI-AU juga menugaskan empat pesawat Hawk melakukan tugas operasi di wilayah udara Aceh. Operasi tersebut berlangsung selama sepekan. []

ANTARA

ACEHKITA.COM menerima bantuan dana dari Google News Initiative (GNI) melalui program Journalism Emergency Relief (JER) Fund sebesar US$5.000

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.