Sunday, March 29, 2020

Pertumbuhan Ekonomi Aceh Melemah

Must Read

Dirjen Otda Gelar Pertemuan Tertutup dengan Gubernur Aceh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Djohermansyah Djohan, melakukan pertemuan...

Nyanyian 1907, Dokumenter Smong Simeulue

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Komunitas Audio Visual Aneuk Nanggroe dan Yayasan Khadam Nanggroe telah merampungkan pembuatan film dokumenter...

Jamu Persija, Persiraja tanpa Striker Asing?

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Tiga hari jelang menjamu Persija Jakarta pada partai kandang perdana di Stadion Harapan Bangsa,...

Kontroversi “Penjualan” Aset Panti Asuhan

Saya tiba di Takengon 10 Maret 2009, hati saya sangat senang mendengar informasi ada pekan perayaan Pacuan Kuda di...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Pertumbuhan ekonomi Aceh pada triwulan III 2009 masih melemah, karena masih besarnya ketergantungan pada sektor minyak dan gas (migas).

Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat, pertumbuhan ekonomi provinsi ini, yang digambarkan oleh perkembangan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan, mengalami kontraksi sebesar 4,36 persen.

“Sedang pertumbuhan ekonomi tanpa migas mengalami pertumbuhan negatif sebesar 5,30 persen,” kata Plh Kepala BPS Aceh, Rudi Fachri, di Banda Aceh, Selasa (10/11).

PDRB Aceh triwulan III 2009 atas dasar harga berlaku mencapai Rp17,74 triliun. Sedang atas harga konstan 2000 mencapai Rp7,79 triliun.

Sementara PDRB Aceh tanpa migas atas dasar harga berlaku di triwulan ini mencapai Rp14,22 triliun. Atas harga konstan 2002 mencapai Rp6,75 triliun.

Fachri mengatakan, melemahnya perekonomian Aceh di triwulan ini disebabkan oleh kontraksi pada sektor migas. Pertumbuhan kontraksi juga terjadi pada sektor pertambangan, penggalian, dan industri pengolahan.

Negatifnya pertumbuhan ekonomi tanpa migas, sebut Fachri, karena terjadinya penurunan produksi pertanian, serta sektor pertambangan dan penggalian.

Sementara, sektor yang mengalami pertumbuhan positif pada triwulan ini adalah listrik, air bersih, kontruksi, sektor pertanian, keuangan dan lainnya. Sektor ini tumbuh 1 hingga 51 persen.

Pertumbuhan tertinggi terjadi di sektor listrik dan air bersih.[]

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Cegah Corona, Masjid Raya Baiturrahman Disemprot Disinfektan Sebelum Salat Jumat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Enam belas personel gabungan dari unit KBR (kimia, biologi, radio aktif) Detasemen Gegana Satuan...

Cegah Penyebaran Corona, Arab Saudi Hentikan Shalat Berjamaah di Masjid

RIYADH – ACEHKITA.COM – Pemerintah Arab Saudi, hari Selasa waktu setempat (Rabu dini hari WIB), menghentikan sementara pelaksanaan shalat berjamaah di semua masjid negara...

Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Pemerintah Aceh Liburkan Sekolah Mulai Besok

Mengantisipasi meluasnya penyebaran virus corona atau Covid-19, Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah, meliburkan sekolah-sekolah di bawah kewenangan Pemerintah Aceh, mulai besok, Senin (16/3/2020). Penegasan...

Biaya Haji Aceh 2020 Rp 31.454.602, Termurah se-Indonesia

Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 1441 H/2020 untuk Jamaah Calon Haji asal embarkasi Aceh sebesar Rp 31.454.602 per jamaah, sedangkan besaran Bipih 1441 H/2020...

Persiraja Jadi Klub Pertama di Liga 1 2020 yang Didenda Komdis PSSI

Komite Disiplin (Komdis) PSSI mengeluarkan keputusan dari hasil sidang yang dilakukan pada Senin (9/3/2020) lalu. Ada 3 hukuman yang diberikan buat klub dan individu...

More Articles Like This