Wednesday, April 8, 2020

Pers Jangan Bablas: M. Nasir Djamil

Must Read

Ikut 30 Lomba PIONIR IX, UIN Ar-Raniry Kirim 92 Peserta ke Malang

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh mengirim 92 peserta untuk mengikuti aneka lomba...

Kasari Pendemo, Gubernur Diminta Tindak Kepala Biro Umum

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -– Gubernur Aceh Zaini Abdullah diminta untuk menindak anak buahnya yang telah berlaku kasar terhadap...

Polda Aceh Sebar 840 Personil ke Daerah

Kepolisian Daerah Aceh melakukan apel kesiapan personil pengamanan Tempat Pemungutan Suara di Mapolda Aceh, Banda Aceh (10/2/2017). Sebanyak 840...

Nisan Digerus Tsunami

Salah satu nisan tua yang tergeletak di pinggir pantai Kuala Daya, Kecamatan Jaya, Aceh Jaya, Rabu (30/12). Nisan tersebut...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Wakil Ketua Komisi III DPR-RI M. Nasir Djamil meminta pers di Aceh tidak kebablasan dalam menikmati kebebasan pers. Pers diminta tetap berpegang pada etika jurnalistik dan bersikap netral dalam setiap pemberitaan.

Nasir Djamil mengaku gundah dengan sejumlah pemberitaan di media yang dinilainya telah melenceng dari aturan yang ada. Misalnya, ia mencontohkan sebuah media online yang memelintir pernyataannya.

“Sekarang ini kebebasan pers atau kebablasan pers?” tanya Nasir Djamil dalam diskusi memperingati World Press Freedom Day di Banda Aceh, Kamis (3/5). “Jangan sampai kebebasan pers itu menjadi kebablasan pers.”

Menurut Nasir, pers harus menjadi fungsi kontrol sosial dan mendidik masyarakat. Makanya, dalam diskusi lebih dua jam itu, Nasir berulangkali perlunya media literacy (melek media) untuk menciptakan masyarakat pembaca yang cerdas dan kritis terhadap semua pemberitaan media.

Nasir juga menilai bahwa ancaman terhadap kemerdekaan pers bukanlah berasal dari aparat keamanan (TNI dan Polri), pemerintah, politikus. Yang menjadi ancaman dewasa ini adalah massa (komunal).

“Menurut saya ancaman kebebasan pers sekarang adalah masyarakat, karena kalau polisi dan TNI tidak mungkin karena mereka mempunyai pimpinan yang bisa mengatur,” tambahnya.

Sementara itu, Gubernur Aceh terpilih, Zaini Abdullah, mengharapkan media bersikap netral dan independen dalam setiap pemberitaannya. Jika media bersikap parsial, maka sama saja dengan menggali kuburnya sendiri. []

1 COMMENT

  1. Kita tunggu, Gubernur dan wakil gubernur terpilih Aceh di periksa KPK dan bakal masuk penjara karena korupsi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Tiga Pasien Positif COVID-19 di Aceh Sembuh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Tiga pasien positif corona atau COVID-19 di Aceh dinyatakan sembuh. Mereka diperbolehkan pulang setelah...

200 Pengemudi Ojek Daring di Aceh Peroleh Bantuan Sembako

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 200 pengemudi ojek daring di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, Aceh, memproleh bantuan sembako dari Forum...

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan sembuh dan telah pulang dari...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

More Articles Like This