Pengalaman Seru KKP Mahasiswa Manajemen Agribisnis USK

Pelepasan mahasiswa KKP di CV. Deputroe Coffee bersama para dosen dan staf Manajemen Agribisnis

Jelang menjalani Kuliah Kerja Praktik (KKP), Nada Nafira merasa galau tentang apa yang akan dilakukannya nanti. Di benaknya, muncul pertanyaan tentang apa sebenarnya KKP, dan apakah bikin susah?

“Ada sedikit rasa penasaran, ketakutan, tantangan dan keingintahuan yang datang secara bersamaan. Bagaimana pengalaman dan KKP yang sesungguhnya, apakah sama dengan yang dipikirkan atau jauh berbeda dari bayangan,” kisahnya, Kamis (22/4/2021).

Nada adalah mahasiswa Manajemen Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala (USK). Saat ini, dia sedang menghadapi sendiri pengalaman KKP. Nada bersama sejumlah rekannya melakukan kerja praktik pada bidang peminatan kopi, di CV. Deputroe Coffee.

Di tempat itu, Nada Zafira menghabiskan waktu belajar sepanjang hari bersama teman seangkatannya; Hasnati, Saumi, Zaky, Sarijah, Rachmawati, Iqbal dan Nadiatul.

“Selama KKP jadi banyak pengetahuan tentang kopi, kopi itu bagaimana, jenis-jenis kopi, pada saat disortasi juga mana yang bisa dipakai dan tidak bisa dipakai, mana kualitas nomor satu. Demikian juga saat roasting,” katanya.

Dia juga belajar banyak tentang kopi secara intens, sambil melihat langsung kerja barista meracik kopi bermutu.

Selama melakukan KKP, mereka dibekali dengan berbagai ilmu yang berbeda-beda, dengan pembagian kerja di kebun dan juga di perusahaan. Saat di kebun mahasiswa akan diajarkan bagaimana pengunaan alat dan mesin kopi, jenis kopi dan cara memetik kopi yang baik dan benar, sehingga tidak merugikan petani dan pembeli di kemudian hari. Sedangkan di perusahaan, mahasiswa dibekali ilmu roasting, grinding, dan sederet proses lainnya, hingga masuk ke bagaimana pelayanan yang baik saat berhadapan dengan konsumen atau pembeli.

“Jika ditanya bagian mana yang paling berkesan, bagi saya ada di prosesnya. Karena dari buah ceri bisa menghasilkan rasa. Ada dua macam orang yang meminum kopi yaitu penikmat kopi dan pecandu kopi. Bagi orang yang memang penikmat kopi akan tau bagaimana rasa kopi dari prosesnya, sedangkan pecandu kopi hanya sekadar minum-minum kopi saja. Jadi proses dan rasanya sangat istimewa,” kisah Nada.

Pimpinan CV Deputroe Coffee, Dedi Ikhwani, turut memberikan harapannya kepada para peserta KKP. Ia berharap agar para mahasiswa kedepannya bisa mengembangkan kreativitas dan inovasi untuk berwirausaha, tentunya dibarengi dengan sikap disiplin, memiliki rasa bertanggung jawab yang tinggi. “Praktik kerja di perusahaan merupakan langkah awal untuk membangun kepercayaan diri bagi pengembangan bisnis masa depan,” kata Dedi.

Mahasiswa KKP Bersama Owner CV. Deputroe Coffee

KKP Wadah Mahasiswa Hadapi Dunia Kerja

Koordinator KKP Program Studi Manajemen Agribisnis Fakultas Pertanian USK. Dr. T. Saiful Bahri, SP, MP, mengatakan Kuliah Kerja Praktik (KKP) merupakan sebuah wadah bagi mahasiswa agar dapat terjun dan merasakan langsung seperti apa dunia kerja yang sebenarnya. Dengan adanya KKP mahasiswa diharapkan mampu menghadapi berbagai rintangan di dunia kerja nantinya. Selain itu dapat meningkatkan wawasan, memperluas jaringan dan memberikan kesempatan untuk dapat memiliki pekerjaan.

Menurutnya, pelaksanaan KKP di Deputroe Coffee dilakukan dengan membagi peserta KKP ke dalam dua kelompok yang berbeda, yaitu kelompok Putri berada di Bener Meriah dan kelompok Putra berada di Banda Aceh dan akan berlaku sebaliknya.

“Dengan adanya KKP tersebut, mahasiswa juga dapat memperoleh pengalaman agar bisa menciptakan SDM yang unggul yang siap bersaing dan siap kerja. Maka, setiap program studi mewajibkan setiap mahasiswanya untuk melaksanakan KKP,” jelas Saiful.

Dia menambahkan, pemagangan saat ini dibagi ke dalam beberapa bidang agribisnis, seperti perkebunan, hortikultura, perikanan dan kelautan. Kegiatan KKP tersebut dilakukan selama 6 bulan lamanya, dan para mahasiswa juga ditempatkan pada beberapa lokasi magang yang berbasis agribinis berbeda. Selain Deputroe Coffe, juga di KBQ Baburrayyan, CV. Nutrisi Aceh, Oro Coffee Gayo, CV. Link, dan PT. Yakin Pasifik Tuna.

“Mahasiswa KKP akan diberikan satu orang pembimbing yang akan memberikan arahan dan menuntun mahasiswa bagaimana tahap pedoman penyusunan dan panduan laporan mahasiswa kedepannya. Sehingga pelaksanaannya sesuai dengan tujuan dari KKP tersebut,” tambahnya. [*]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.