Saturday, May 30, 2020

Pendukung Ayah Merin Penuhi Pengadilan

Must Read

Barca Gaet Piala Super Eropa

MONACO | ACEHKITA.COM - Butuh waktu 115 menit bagi jawar Liga Champions Barcelona untuk menaklukkan juara Piala UEFA Shaktar...

Final Piala AFF: Pelatih Asal Aceh Sebut Timnas U-16 Main Cepat Vs Thailand

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Timnas U-16 Indonesia akan menghadapai Thailand pada partai final Piala AFF U-16 di Stadion...

Penembak Ingin Meneror Warga Asing

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Tiga kasus penembakan terhadap warga asing di Banda Aceh disinyalir sebagai upaya ingin mengacaukan...

Qanun Jinayat tidak Berlaku bagi Non-Muslim

UPDATE: Berdasarkan Qanun No 6/2014 tentang Hukum Jinayat, pasal 5 poin c menyebutkan bahwa "Setiap Orang beragama bukan Islam...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Puluhan teman dan pendukung Izil Azhar alias Ayah Merin mendatangi Pengadilan Negeri Banda Aceh, Kamis (9/6), untuk menyaksikan dari dekat lanjutan persidangan kasus penganiayaan Teuku Syahreza Darwin (Pon Cut). Pada persidangan kali ini, majelis hakim hanya meminta keterangan dari enam saksi.

Sejak pagi, puluhan pendukung Ayah Merin mendatangi Pengadilan Negeri Banda Aceh. Mereka memenuhi kursi di dalam ruang sidang utama. Sebagian lain menyaksikan dari luar proses persidangan. Mereka menyaksikan jalannya persidangan dengan tertib.

Para mantan kombatan ini datang dari sejumlah daerah, seperti Sabang, Aceh Besar, dan Bireuen. “Kami ingin memberikan dukungan moril bagi Ayah Merin,” kata seorang mantan anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang tidak mau disebutkan namanya.

Ayah Merin merupakan petinggi Komite Peralihan Aceh (KPA) wilayah Sabang. Saat mendatangi rumah Pon Cut, Ayah Merin ditemani sejumlah personel polisi yang bertugas sebagai personel pengamanan tertutup gubernur Aceh.

Persidangan dipimpin Ketua Majelis Hakim Arsyad Sundusin dengan hakim anggota Abu Hanifah dan Mukhtar Amin. Dalam persidangan kedua ini, majelis hakim mengumpulkan keterangan dari enam saksi.

Di persidangan, Pon Cut mengaku dipukul Ayah Merin sebanyak dua kali di bagian kepala. Pemukulan terjadi di rumah Pon Cut di kawasan Keutapang, Aceh Besar, pada Jumat dinihari, 11 Februari 2011. Sebelumnya, Pon Cut mengaku menodongkan senjata penembak ikan ke arah Ayah Merih. Seorang polisi yang berjaga di luar rumah Pon Cut sempat mengeluarkan tembakan ke udara. Penganiayaan itu terkait urusan proyek di Kota Sabang.

Dari Keutapang, Pon Cut lantas dibawa ke sebuah rumah di Jalan Salam Lampriet. Di sini, kata Pon Cut, dia kembali dipukul dan sempat diinjak.

Selain menghadirkan Syahreza sebagai saksi, majelis hakim juga memintai keterangan dari istri Syahreeza, Nazri alias Wak Jon (tetangga Pon Cut), Aswadi M. Nur (anggota personel Pamtup Gubernur Aceh).

Persidangan kasus Ayah Merin dimulai pada Jumat (3/6) lalu. Seperti diberitakan Serambi Indonesia, Jaksa Penuntut Umum Kardono mengatakan, terdakwa diancam pidana dalam dakwaan pertama atau kedua. Dalam dakwaan pertama diatur dan diancam pidana penculikan sesuai Pasal 328 KUH Pidana jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUH Pidana.

Ancaman maksimal 12 tahun penjara. Sedangkan dalam dakwaan kedua, perbuatan terdakwa diancam pidana penganiayaan. Dikenakan melanggar Pasal 351 Ayat (1) KUH Pidana junto Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUH Pidana. Ancaman hukuman maksimal 2,8 bulan penjara. Terdakwa tanpa didampingi pengacara itu tak membantah dakwaan tersebut. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Gugus Tugas Aceh: OTG Covid-19 Perlu Diwaspadai, tapi Tidak Dikucilkan

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Dari total 20 kasus positif Covid-19 di Aceh sampai saat ini, sudah ada dua...

AJI Desak Politikus PSI Cabut Laporan terhadap Jurnalis Senior Farid Gaban

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia mengecam tindakan politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Muannas Alaidid yang melaporkan jurnalis senior Farid Gaban ke Polda Metro Jaya....

Martabat dan Gengsi di tengah Pandemi

Martabat dan Gengsi di tengah Pandemi Saiful Mahdi* Saya hanya mengikuti selintas heboh "nasi anjing". Nasi bungkus ini dibagikan di kawasan Tanjung Priok, Jakarta pada akhir...

Soal Larangan Mudik, Kankemenag Kabupaten/Kota se-Aceh Diminta Pantau ASN

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Djulaidi, kembali mempertegas larangan mudik Idul Fitri 1441 H bagi...

17 Tahun Darurat Militer Aceh: Merawat Ingatan Kolektif Dampak Kekerasan

KontraS Aceh menggelar diskusi publik via online Zoom Meeting, Selasa (19/5/2020). Pertemuan ini menguak pengalaman dari sudut pandang pembicara, yakni; Faisal Hadi (Manajer Program...

More Articles Like This