Thursday, April 2, 2020

Pemulihan Pidie Jaya, Ini Kerjaan Unsyiah

Must Read

Pelabuhan Malahayati

Suasana Pelabuhan Malahayati, Krueng Raya, Aceh Besar, Sabtu (16/1). Sejumlah kapal kotainer berkapasitas menengah dan besar belum bisa sandar...

FOTO | Menunggu Pasangan Mawardy-Illiza

Pendukung pasangan Mawardi Nurdin dan Illiza Saaduddin Djamal untuk menjadi walikota dan wakil walikota Banda Aceh menunggu pasangan...

Buronan Kejaksaan Tinggi Aceh Ditangkap di Medan

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Intelijen Kejaksaan Agung menangkap Robby Meyer yang dalam tiga tahun terakhir ini menjadi buronan...

Mabuk, Pria Ini Dicambuk 40 Kali

TIMBUKTU -- Seorang pria Timbuktu dicambuk 40 kali karena terbukti menenggak minuman keras alias minuman beralkohol, Senin, 16 Juli...

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) merancang enam program prioritas untuk membantu pemulihan Pidie Jaya pascagempa dalam jangka panjang. Hal itu dikatakan Rektor Unsyiah, Prof Samsul Rizal dalam konferensi pers di Gedung Rektorat Unsyiah, Banda Aceh, Kamis 29 Desember 2016.

Enam program prioritas tersebut adalah melakukan pendampingan proses pembangunan fisik bangunan dan infrastruktur pada 3 kabupaten terdampak, yaitu Pidie Jaya, Pidie dan Bireuen. Selajuntya membantu pemulihan layanan kesehatan melalui pembangunan rumah sakit kontainer.

Unsyiah juga melakukan program pemetaan patahan aktif di Aceh, kemudian membantu pemulihan bidang pendidikan, mendirikan rumah pembelajaran gempa. “Terakhir menyusun naskah akademik Qanun Pendidikan Kebencanaan di Aceh,” kata Samsul.

Kampus tersebut telah sejak awal menurunkan timnya membanttu Pidie Jaya sejak masa masa tanggap darurat. Kampus itu telah mendirikan Posko Terintegrasi di Mereudu untuk menyalurkan bantuan yang bersumber dari civitas akademika serta para donatur di luar Unsyiah. “Unsyiah juga membentuk Satgas Pemulihan Pasca Gempa Pidie Jaya,” jelas Samsul.

Pihaknya juga membuka rekening bantuan, yang hingga saat ini terkumpul Rp 300 juta. Selain itu telah menyalurkan berbagai bantuan dalam bentuk barang untuk kebutuhan para pengungsi di sana.

Gempa Pidie Jaya berkekuatan 6,5 Skala Righter terjadi pada 7 Desember 2016 lalu. Mengakibatkan 104 korban jiwa dan lebih 80 ribu warga tinggal di tenda pengungsian, akibat kerusakan tempat tinggal. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

Ruang Outbreak Pinere RSUDZA Dijadikan Tempat Isolasi Pasien COVID-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - RSUDZA Banda Aceh telah memiliki 12 ruang Outbreak Pinere (Penyakit Infeksi New-Emerging dan Re-Emerging) pada Selasa (31/3/2020). Ke-12 ruang...

Update Corona di Aceh: 5 Positif, 2 Meninggal, 44 PDP, 797 ODP

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona di Aceh bertambah 177 orang menjadi 797 orang per Selasa (31/3/2020) pukul 15.00...

Cegah Corona, Masjid Raya Baiturrahman Disemprot Disinfektan Sebelum Salat Jumat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Enam belas personel gabungan dari unit KBR (kimia, biologi, radio aktif) Detasemen Gegana Satuan Brimob Kepolisian Daerah Aceh dan...

More Articles Like This