Thursday, April 2, 2020

Pemilik Senjata Perampokan BRI Ditangkap

Must Read

#SamanMassal dalam Rekaman Lensa

BLANG KEJEREN | ACEHKITA.COM -- Sebanyak 5.005 penari mementaskan Tari Saman di Stadion Seribu Bukit, Gayo Lues, Senin (24/11/2014)....

Demo di DPRA Nyaris Ricuh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Puluhan mahasiswa dari dua universitas di Banda Aceh nyaris bentrok dengan petugas Satuan Polisi...

Musliadi Bucex Pimpin PMII Aceh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Teuku Musliadi Bucex terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Koodinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia...

Pemerintah Tanam Sejuta Terumbu Karang

SABANG -- Bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan, TNI Angkatan Laut mentranspalasi satu juta bibit terumbu karang di 51 titik...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

BIREUEN | ACEHKITA.COM – Pemilik dua pucuk senjata api jenis revolver dan FN, Fadli Sadama, ditangkap polisi di Medan. Senjata Fadli digunakan komplotan perampok untuk menjarah Rp58 juta uang di Bank Rakyat Indonesia Unit Kuta Blang Bireuen, 12 Mei lalu.

Fadli ditangkap Densus 88 Antiteror Kepolisian Sumatera Utara, di rumahnya di Gang Damai No 2, Medan Labuhan, Jumat (3/7) siang. Ia kemudian diserahkan kepada Polres Bireuen karena menggunakan senjata untuk melancarkan aksi kriminal di wilayah Bireuen, Senin (6/7).

“Tersangka Fadli ditangkap karena kemilikan senjata api secara ilegal, dan senjatanya itu dipinjamkan untuk melakukan tindak kejahatan di wilayah hukum Polres Bireuen. Dia sudah lama masuk DPO dan menjadi target polisi,” kata Kapolres Bireuen, T Saladin kepada wartawan dan turut didampingi Waka Polres, dan Kasat Reskrim, di aula Mapolres setempat Rabu (15/7).

Fadli Sadama yang dihadirkan di depan wartawan mengenakan baju tahanan warna oranye. Ia lebih banyak mengumbar senyuman setiap kali menjawab pertanyaan wartawan. Mantan penghuni LP Tanjung Gusta Medan, karena terlibat perampokan Bank Lippo Medan pada 2003 lalu, dan menewaskan tiga orang karyawannya, mengaku sebagai simpatisan Jamaah Islamiah di Indonesia sejak 2002.

“Saya meminjamkan senjata kepada Safrizal (salah seorang tersangka perampokan BRI Kuta Blang-red) karena digunakan untuk perjuangan JI,” katanya.

Perkenalan antara Fadli dengan Safrizal, terjalin saat mereka sama-sama menjalani hukuman di LP Tanjung Gusta Medan pada 2003. Fadli juga ternyata lancar berbahasa Aceh, yang dipelajarinya semasa menjalani hukuman di LP Tanjung Gusta Medan. “Lon meurunoe bahasa Aceh di penjara bak ureung Aceh (Saya belajar bahasa Aceh di panjara sama orang Aceh),” sahutnya.

Atas perbuatannya itu, Fadli dikenakan UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951, pasal 1 ayat (1) tentang kepemilikan senjata api ilegal. Ia diancam hukuman maksimal 12 tahun penjara. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

Ruang Outbreak Pinere RSUDZA Dijadikan Tempat Isolasi Pasien COVID-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - RSUDZA Banda Aceh telah memiliki 12 ruang Outbreak Pinere (Penyakit Infeksi New-Emerging dan Re-Emerging) pada Selasa (31/3/2020). Ke-12 ruang...

Update Corona di Aceh: 5 Positif, 2 Meninggal, 44 PDP, 797 ODP

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona di Aceh bertambah 177 orang menjadi 797 orang per Selasa (31/3/2020) pukul 15.00...

Cegah Corona, Masjid Raya Baiturrahman Disemprot Disinfektan Sebelum Salat Jumat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Enam belas personel gabungan dari unit KBR (kimia, biologi, radio aktif) Detasemen Gegana Satuan Brimob Kepolisian Daerah Aceh dan...

More Articles Like This