Wednesday, September 28, 2022
spot_img

Pemerintah Tetapkan Awal Puasa atau 1 Ramadhan Jatuh pada Minggu 3 April 2022

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Pemerintah menetapkan bahwa awal puasa atau 1 Ramadhan 1443 Hijriah jatuh pada Minggu, 3 April 2022. Ketetapan ini disampaikan oleh Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai hasil Sidang Isbat Awal Ramadhan 1443 H.

Keputusan ini diambil setelah hilal penentuan awal Ramadhan tidak terlihat di langit Indonesia hingga matahari terbenam, terdapat 101 lokasi pengamatan hilal yang tersebar di seluruh wilayah di Indonesia. 6 lokasi di antaranya berada di Aceh.

Pemantauan hilal di Aceh dilakukan oleh Tim Falakiyah Kemenag Aceh bersama Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Blangbintang, Aceh Besar di Observatorium Tgk Chiek Kuta Karang Kanwil Kemenag Aceh, di Lhoknga, Aceh Besar, Jumat sore, 1 April 2022.

Kakanwil Kemenag Aceh Dr Iqbal turut menyaksikan pemantauan di lantai dua gedung observatorium Tgk Chiek Kuta Karang dengan menggunakan tiga teleskop.

Pengamatan hilal awal puasa Ramadhan dilakukan dengan teleskop disaat posisi matahari di 275,71 derajat dari utara searah jarum jam atau pukul 18.46 WIB. Meskipun cuaca bagus dan cerah, hingga matahari terbenam , hilal tidak terlihat di langit Lhoknga.

Pantauan juga dilakukan di Tugu 0 KM di Kota Sabang, Bukit Blang Tiron Perta Arun Gas di Lhokseumawe, Pantai Lhokgeulumpang di Setia Bakti Aceh Jaya, POB Suak Geudubang di Aceh Barat, dan di Pantai Nancala di Teupah Barat Kabupaten Simeulue.

Iqbal mengatakan penyebab tidak terlihatnya hilal karena posisi matahari sesuai kriteria pengamatan hilal berada di bawah 3 derajat atau usia bulan yang masih cukup muda.

“Dengan tidak terlihat hilal, dan berdasar laporan se-Indonesia,dipastikan awal Ramadhan jatuh pada 3 April 2022,” kata Iqbal.

Berdasarkan kriterianya, hilal baru bisa terlihat dengan teleskop apabila ketinggian matahari di atas 3 derajat. Sedangkan jika dilihat dengan mata telanjang posisi matahari di atas ketinggian 5 derajat dengan catatan sudut antara bulan dengan matahari lebih 6 derajat.

Ia menjelaskan, sejak awal tim falakiyah sudah memperkirakan bahwa pada tanggal 1 April 2022 hilal tidak terlihat. “Kalau kita lihat cuaca lumayan cerah tapi dari prediksi awal itu memang tidak terlihat,” ujarnya.

Pihaknya berharap umat Islam di Aceh dapat menjalankan puasa secara secara tenang dan menjaga ukhuwah sesama di bulan suci.

“Mari kita perkuat aqidah dan ukhwah, meningkatkan iman dan taqwa di bulan Ramadhan dengan memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan ibadah,” katanya.

Pada sidang isbat yang digelar secara hybrid di Jakarta yang dipimpin Menag tersebut diikuti perwakilan ormas Islam, Duta Besar Negara Sahabat, dan Tim Unifikasi Kalender Hijriyah Kementerian Agama.

Sebelum ditetapkan, Menag terlebih dahulu mendengar laporan dari Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Adib. Dilaporkan bahwa secara hisab, posisi hilal di seluruh Indonesia sudah di atas ufuk, tepatnya ketinggian hilal pada posisi 1 derajat 6,78 menit sampai 2 derajat 10 menit.

Berdasarkan laporan rukyat, tidak ada seorang pun yang menyampaikan telah melihat hilal. Tim Kemenag melakukan rukyatul hilal pada 101 titik pada 34 provinsi di seluruh Indonesia. []

Baca Tulisan Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Stay Connected

0FansLike
21,612FollowersFollow
23,600SubscribersSubscribe
- Advertisement -

TERBARU