Wednesday, May 27, 2020

Pemerintah Diminta Usut Pelanggaran HAM Aceh

Must Read

Paraguay Lolos, Argentina Meukarat

ASUNCION | ACEHKITA.COM – Paraguay dengan mulus lolos ke Piala Dunia 2010 Afrika Selatan, setelah membekuk Argentina 1-0. Namun,...

5 Pejabat Banda Aceh Terjebak di Belanda

BANDA ACEH – Lima pejabat Pemerintah Kota Banda Aceh dilaporkan terjebak di Belanda. Mereka tak bisa pulang, karena...

Penderita Hydrocephalus

Muhammad Fitra Azabi (6 bulan) yang menderita hydrocephalus dan gizi buruk dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin...

CITIZEN | Belajar Demokrasi ala Parlemen Muda Indonesia

KEGIATAN Parlemen Muda Indonesia merupakan salah satu agenda kegiatan yang dilaksanakan oleh Indonesian Future Leaders, sebuah lembaga independen skala...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Puluhan aktivis yang tergabung dalam Komite Aksi Peringatan Hari Hak Asasi Manusia 2012 melakukan aksi di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Senin (10/12/2012). Mereka mendesak pemerintah untuk segera mengusut kasus pelanggaran HAM yang terjadi di Aceh.

Dalam aksinya, massa membawakan sejumlah foto korban pelanggaran HAM yang pelakunya hingga kini belum ditangkap. Mereka juga memperlihatkan beberapa foto-foto korban pada masa konflik dulu. Tak hanya orasi saja yang mereka sampaikan, tapi juga pembacaan puisi yang dibacakan oleh Zubaidah Johar menyangkut isu pelanggar HAM di Aceh. Selain itu, mereka juga menyanyikan lagu-lagu yang dipopulerkan oleh Iwan Fals.

Aktivis HAM Aceh, Reza Idria, mengatakan hingga kini belum ada satupun kasus pelanggaran HAM yang terjadi di Aceh diungkap dan pelakunya diadili.

“Sudah tujuh tahu Aceh damai. Namun hingga kini belum ada satu pun kasus pelanggaran HAM selama konflik di Aceh diadili. Pengadilan HAM serta Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) juga tidak kunjung hadir di Aceh hingga kini,” kata Reza dalam orasinya.

Koodinator aksi Zulfikar Muhammad, mengatakan bahwa tahun 2012 dibuka dengan serangkaian penembakan terhadap suku Jawa di sejumlah daerah di Aceh.

“Aceh ditahun 2012 berada dalam era ‘darurat kemanusiaan’,” kata Zulfikar, Senin (10/12/2012).

Menurutnya, negara tidak mampu meredam gejolak yang timbul ditengah masyarakat Aceh. Baik itu yang sifatnya politik maupun yang berpangkal pada agama.

“Seolah-olah semua pelanggaran HAM yang terjadi di Aceh, memang murni kesalahan oleh orang-orang yang selama ini telah menjadi korban,” ujarnya.

Untuk itu, para pengunjuk rasa meminta kepada Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) untuk segera mengesahkan Qanun KKR Aceh. Selain itu, meminta kepada pihak kepolisian agar berani menindak tegas semua kelompok yang melakukan kekerasan di Aceh tanpa diskriminasi.

“Pemerintah terkesan lebih mengutamakan melahirkan produk hukum yang sifatnya politis seperti Qanun Wali Nanggroe dan Bendera. Padahal Qanun KKR itu lebih penting,” ungkapnya.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Soal Larangan Mudik, Kankemenag Kabupaten/Kota se-Aceh Diminta Pantau ASN

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Djulaidi, kembali mempertegas larangan mudik...

17 Tahun Darurat Militer Aceh: Merawat Ingatan Kolektif Dampak Kekerasan

KontraS Aceh menggelar diskusi publik via online Zoom Meeting, Selasa (19/5/2020). Pertemuan ini menguak pengalaman dari sudut pandang pembicara, yakni; Faisal Hadi (Manajer Program...

Update Corona 14 Mei: Kasus Positif Covid-19 di Aceh Tak Bertambah dalam Sepekan Terakhir

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kasus positif terinfeksi virus Corona di Aceh tidak ada penambahan kasus baru dalam sepekan terakahir. Kasus positif Covid-19 terakhir...

Pasien Sembuh dari Covid-19 di Aceh Bertambah Jadi 12 Orang

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Pasien positif Covid-19 asal Bener Meriah berinisial BD (24), dinyatakan telah sembuh. Santri dari Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro, Magetan,...

KONI Aceh Serahkan Bonus untuk Atlet Peraih Medali Pra-PON, Porwil dan SEA Games

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Komite Olahraga Nasiona Indonesia (KONI) Aceh menyerahkan bonus uang tunai kepada para atlet dan pelatih peraih medali di ajang...

More Articles Like This