Thursday, May 28, 2020

Pemerintah Aceh Tetapkan Hari Tsunami 26 Desember Libur Kerja

Must Read

FOTO | Rumah Terbakar

Sebuah rumah di Desa Batoh, Lueng Bata, terbakar pada Sabtu (9/3/2013). Kebakaran ini diduga terjadi akibat kompor meleduk. Tidak...

Polisi Gagalkan Penyelundupan Gula dari Sabang

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Aparat Kepolisian Resort Kota (Poresta) Banda Aceh berhasil menggagalkan penyelundupan gula di Pelabuhan Ulee...

Imral Usman Selamatkan Persiraja

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Striker Persiraja Banda Aceh, Imral Usman, tampil sebagai juru penyelamat bagi tim berjulukan Laskar...

Tertarik Teater, Yuk Gabung di Rongsokan

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Anda mahasiswa IAIN Ar-Raniry yang cinta akan seni panggung? Teater Rongsokan membuka kesempatan bagi...

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Pemerintah Aceh menetapkan tanggal 26 Desember sebagai hari libur resmi bagi pekerja pada perusahaan yang melakukan usahanya di Aceh. Hari libur tersebut ditetapkan dalam rangka memperingati gempa dan tsunami Aceh 2004 silam.

Hal itu diputuskan melalui Surat Keputusan Gubernur Aceh tentang Hari Libur Resmi Memperingati Gempa dan Tsunami Aceh yang ditetapkan pada 24 Juni 2019 dan diteken oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto, mengatakan keputusan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Aceh itu harus juga diatur dalam peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

“Namun demikian, pengusaha dapat saja memperkerjakan karyawannya pada hari libur yang telah ditetapkan apabila karyawannya tidak keberatan dengan syarat dibayarkan upah lembur sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” sebut Iswanto dalam keterangan tertulis, Kamis (19/12).

Iswanto menyebutkan bahwa keputusan Gubernur itu mulai berlaku sejak tanggal yang telah ditetapkan.

Penetapan 26 Desember sebagai hari libur daerah sebagai bagian untuk memperingati peristiwa gempa dan tsunami yang meluluhlantakkan Aceh pada tanggal 26 Desember 2004 silam. Bencana tersebut mengakibatkan 200 ribu lebih warga Aceh menjadi korban dan setengah juta lainnya kehilangan tempat tinggal.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Martabat dan Gengsi di tengah Pandemi

Martabat dan Gengsi di tengah Pandemi Saiful Mahdi* Saya hanya mengikuti selintas heboh "nasi anjing". Nasi bungkus ini dibagikan di kawasan...

Soal Larangan Mudik, Kankemenag Kabupaten/Kota se-Aceh Diminta Pantau ASN

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Djulaidi, kembali mempertegas larangan mudik Idul Fitri 1441 H bagi...

17 Tahun Darurat Militer Aceh: Merawat Ingatan Kolektif Dampak Kekerasan

KontraS Aceh menggelar diskusi publik via online Zoom Meeting, Selasa (19/5/2020). Pertemuan ini menguak pengalaman dari sudut pandang pembicara, yakni; Faisal Hadi (Manajer Program...

Update Corona 14 Mei: Kasus Positif Covid-19 di Aceh Tak Bertambah dalam Sepekan Terakhir

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kasus positif terinfeksi virus Corona di Aceh tidak ada penambahan kasus baru dalam sepekan terakahir. Kasus positif Covid-19 terakhir...

Pasien Sembuh dari Covid-19 di Aceh Bertambah Jadi 12 Orang

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Pasien positif Covid-19 asal Bener Meriah berinisial BD (24), dinyatakan telah sembuh. Santri dari Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro, Magetan,...

More Articles Like This