Wednesday, April 8, 2020

Pemerintah Aceh Diminta Jamin Kebebasan Pers

Must Read

Tips Perjalanan Udara ke Belanda

DALAM perjalanan, banyak 'masyaqqah' atau kesulitannya. Kalau dipersiapkan dengan baik, maka perjalanan jadi nyaman dan menyenangkan. Kalau misalnya tidak...

FOTO | Seleksi SNMPTN

Calon mahasiswa Universitas Syiah Kuala mengisi lembar jawaban ujian Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) di Ruang Kuliah...

Duh! Jurnalisme Digempur Media Sosial

JAKARTA -- Dunia jurnalisme saat ini menghadapi dilema di tengah derasnya kemajuan media jejaring sosial. Betapa tidak, media sosial...

Tiga Jenazah Penembakan Bireuen Tiba di Bandara SIM

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Tiga jenazah korban penembakan di Desa Blang Cot Tunong, Kecamatan Jeumpa, Bireuen, sekitar pukul...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Pemerintah Aceh diminta membuka akses seluas-luasnya bagi insan pers untuk mendapatkan informasi apapun dan menjalankan kerja-kerja jurnalistik tanpa adanya tekanan dari pihak manapun.

Permintaan tersebut tertuang dalam hasil Duek Pakat III Jurnalis Aceh, yang dilaksanakan oleh tiga lembaga pers yakni Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh, dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh.

Ketua IJTI Aceh Didik Ardiansyah dalam pemaparannya mengatakan, hingga saat ini insan pers di Aceh masih sangat sulit berkomunikasi dengan Pemerintah Aceh. Hal ini terbukti dari beberapa kasus yang pernah dialami secara langsung oleh jurnalis saat melakukan peliputan.

Sebagai contoh kasus, Didik menyebutkan, saat pelantikan walikota Banda Aceh beberapa waktu lalu wartawan yang hendak mewawancarai gubernur tidak diberikan akses oleh tim pengamanan.

“Hal seperti ini seharusnya tidak perlu terjadi, karena fungsi dari jurnalis adalah mencari informasi untuk disampaikan kepada masyarakat. Artinya wartawan bekerja bukan atas keinginan pribadi, namun lebih pada menjalankan fungsi mereka sebagai penyampai informasi,” terang Didik.

Hal senada juga diungkapkan oleh ketua PWI Aceh yang diwakili oleh Imran Jhoni dan Sekretaris AJI Banda Aceh Misdarul Ihsan. Keduanya juga sepakat bahwa Pemerintah Aceh harus memahami fungsi media.

“Insan pers bukan pengganggu atau pengusik Pemerintah. Wartawan menjalankan fungsinya sebagai pengontrol,” terang Imran Jhoni.

“Kita mengapresiasi sikap pemerintah terhadap kebebasan pers di Aceh, dan hal itu dinyatakan langsung oleh Gubernur Aceh Zaini Abdullah beberapa waktu lalu. Namun kita menyayangkan sikap segelintir orang yang selalu membatasi gerak pekerja media ketika hendak mewawancarai gubernur dan wagub,” tambah Sekretaris AJI Banda Aceh Misdarul Ihsan.

Hasil akhir dari Duek Pakat Jurnalis Aceh ini, ketiga lembaga tersebut berharap gubernur dan wakil gubernur Aceh yang baru dapat memberikan pemahaman kepada pengawalnya tentang tugas dan fungsi pekerja media.

Ketiga lembaga ini dalam waktu dekat juga akan membentuk tim dilegasi untuk membicarakan permasalahan terkait akses bagi jurnalis dengan pemerintah yang baru. Sehingga wartawan yang ingin meliput tidak mendapat tekanan dari level bawah. []

1 COMMENT

  1. PEMERINTAH JANGAN TAKUT SAMA WARTAWAN.MEDIA SEKARANG TERUTAMA YG DI ACEH KERJANYA BUKAN LAGI UNTUK PUBLIK,TAPI UNTUK KAPITALIS SEPERTI YAKOB UTAMA DAN DAHLAN TAIK ITU.JADI WARTWAN DI ACEH (LOKAL) JANGAN CARI GARA2.APALAGI KAYAK ORGANISASI PERS,TUJUAN TAK LAIN AGAR PEMERINTAH ACEH MEMBERI MEREKA UANG MILIARAN DENGAN ALASAN PEMBINAAN.PADAHAL HABIS DIKORUPSI….

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Tiga Pasien Positif COVID-19 di Aceh Sembuh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Tiga pasien positif corona atau COVID-19 di Aceh dinyatakan sembuh. Mereka diperbolehkan pulang setelah...

200 Pengemudi Ojek Daring di Aceh Peroleh Bantuan Sembako

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 200 pengemudi ojek daring di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, Aceh, memproleh bantuan sembako dari Forum...

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan sembuh dan telah pulang dari...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

More Articles Like This