Pemerintah Aceh Akan Gelar Rapid Test Massal Gratis, Target 25 Ribu Penduduk

0
169
Pemerintah Aceh Akan Gelar Rapid Test Massal Gratis, Target 25 Ribu Penduduk
Pemeriksaan rapid test di Aceh. (Foto: Humas Setda Aceh)

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Pemerintah Aceh akan menggelar rapid test massal secara gratis untuk mendeteksi dan mencegah penyebaran virus corona. Rapid test massal ini ditargetkan mencapai 25 ribu penduduk Aceh.

Hal ini sebagaimana disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Aceh, Saifullah Abdulgani alias SAG. Ia menyebut, rencana rapid test tersebut sesuai intruksi Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, kepada Gugus Tugas Covid-19 untuk melakukan rapid test massal secara gratis.

SAG mengatakan, Plt Gubernur yang juga Ketua Gugus Tugas Covid-19 di Aceh memasang target minimal 25 ribu penduduk Aceh dilakukan rapid test dalam waktu dekat.

“Rapid test massal itu dilakukan berdasarkan pertimbangan epidemiologis dan pelayanan kepada masyarakat diberikan secara gratis,” ujar SAG dalam keterangannya, Senin (1/6/2020) malam.

Ia menyampaikan, secara teknis operasional intruksi tersebut segera ditindaklanjuti oleh Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Gugus Tugas Covid-19 Aceh, dr Hanif, pada kesempatan pertama, melalui koordinasi dengan gugus tugas kabupaten/kota, dan Pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di seluruh Aceh.

SAG menjelaskan, Gugus Tugas Covid-19 Aceh telah mendistribusikan 13.460 unit alat rapid test kepada gugus tugas kabupaten/kota melalui dinas kesehatan dan rumah sakit pada Maret 2020. “Alat rapid test yang telah dipergunakan sekitar 5.469 unit. Masih ada sisa sekitar 7.991 unit lagi yang siap dipergunakan,” kata dia.

Menurutnya, selain stok alat rapid test di kabupaten/kota tersebut, juga masih tersedia sekitar 13.320 unit lagi yang siap didistribusiakan oleh Gugus Tugas Covid-19 Aceh Bidang Penanganan Kesehatan.

“Apabila rapid test unit yang tersedia belum cukup, segera diantisipasi karena persediaan di pasar juga masih terbatas,” sebutnya.

SAG menambahkan, instruksi Plt Gubernur tersebut disampaikan pada rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh usai upacara peringatan Hari Lahir Pancasila melalui video conference di Pendopo pada Senin (1/6) pagi, disambut baik oleh semua unsur Forkopimda.

“Bahkan, Bapak Pangdam Iskandar Muda dan Bapak Kapolda Aceh siap men-support dengan tenaga kesehatan TNI/Polri yang ada di provinsi dan kabupaten/kota,” ucap SAG.

Update Kasus Covid-19

SAG turut menyampaikan kondisi terakhir percepatan penanganan Covid-19 oleh Gugus Tugas Pemerintah Aceh dan kabupaten/kota per 1 Juni 2020 pukul 15.00 WIB. Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Aceh bertambah 11 orang, sehingga totalnya menjadi 2.060 orang.

“Dari 2.060 ODP tersebut, sebanyak 63 orang masih dalam pantauan petugas kesehatan. Sedangkan 1.997 orang lainnya telah selesai menjalani proses pemantauan atau karantina mandiri,” kata dia.

Sementara jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) hingga saat ini tercatat 106 kasus. SAG merincikan, di antaranya sebanyak 6 orang sedang dirawat, 99 orang telah sembuh, dan 1 orang meninggal dunia pada Maret 2020 lalu.

Ia menambahkan, adapun jumlah kasus positif Covid-19 di Aceh sampai saat ini sudah mencapai 20 kasus. Dengan rincian, 2 orang dalam perawatan di rumah sakit rujukan, 17 orang sudah sembuh, dan 1 orang meninggal dunia.

“Pasien Covid-19 yang meninggal dunia itu seperti juga PDP di atas, terjadi pada akhir Maret 2020. Jadi, bukan kasus baru,” pungkasnya.[]

ACEHKITA.COM mendapatkan bantuan dana dari Google News Initiative (GNI) melalui program Journalism Emergency Relief (JER) Fund sebesar US$5.000

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.