Wednesday, May 27, 2020

Pembunuh Keponakan Divonis 15 Tahun Penjara

Must Read

Kesehatan Irwandi Membaik

BANDA ACEH, acehkita.com. Kondisi kesehatan Irwandi Yusuf, Gubernur Aceh membaik usai mendapat perawatan di rumah sakit Subang Jaya, Kuala...

Foto-foto KMP BRR Gagal Berlabuh

Kapal KMP BRR gagal berlabuh akibat angin kencang yang melanda perairan Ulee Lheue, Banda Aceh. Tali tros pengikat kapal...

FOTO | Takbir Keliling

Suasana macet di ruas Jalan Banda Aceh-Medan di depan Masjid Abu Beureu-eh Beureunuen, Pidie, pada malam takbir Idul Fitri,...

Pascagempa, Nama Kampung Bah Diganti dengan Mahabbah

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM-- Kampung Bah Kecamatan Ketol merupakan salah satu kampung yang mengalami kerusakan parah akibat gempa yang...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Ibrahim bin Mustafa (35), terdakwa yang membantai keponakannya sendiri, Nailun Najwiyah (6), di Desa Doy, Ulee Kareng, Banda Aceh, divonis hukuman 15 tahun penjara dalam persidangan Kamis (28/7) di Pengadilan Negeri Banda Aceh. Vonis hakim lebih berat dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum.

“Perbuatan terdakwa Ibrahim telah melanggar pasal 80 ayat (3) Undang-Undang Nomor 23/2002 tentang perlindungan anak jo pasal 56 ayat (1), (2) KUHPidana,” sebut hakim ketua Ainal Mardhiah yang didampingi hakim anggota Arfan Yani dan Jamaluddin.

Hukuman tersebut diberikan kepada terdakwa atas kasus pembunuhan yang dilakukan terdakwa terhadap keponakannya pada Kamis 17 Februari 2011 sekitar pukul 11.30 WIB di rumah korban.

Selain membunuh Nailun, Ibrahim juga menganiaya dua keponakannya yang lain: Sauqas Qardhawi (14) dan Sauqi Siddiqi (16). Kedua korban merupakan abang kandung Nailun Najwiyah.

Atas dasar itu, terdakwa diputuskan hukuman 15 tahun penjara dipotong masa tahanan.

Usai pembacaan berita acara persidangan, terdakwa Ibrahim yang didampingi penasehat hukumnya Ridwan Husin menyatakan pikir-pikir atas putusan tersebut.

Setelah terdakwa menyatakan pikir-pikir dan Jaksa Penuntut Umum mengiyakan putusan majelis hakim tersebut, hakim ketua Ainal Mardhiah menutup sidang.

Sebelumnya, dalam sidang Rabu (6/7) terdakwa dituntut hukuman 12 tahun penjara oleh JPU.

Kasus pembantaian ini dilakukan Ibrahim pada Kamis (17/2/2011). Ibrahim mengaku kesal terhadap Nailun yang membangunkan dirinya dari tidur siang. Usai mencuci muka di kamar mandi, Ibrahim mencekik Nailun yang sedang menonton televisi, hingga meninggal. Jasad Nailun kemudian diletakkan di atas loteng kamar mandi. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Soal Larangan Mudik, Kankemenag Kabupaten/Kota se-Aceh Diminta Pantau ASN

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Djulaidi, kembali mempertegas larangan mudik...

17 Tahun Darurat Militer Aceh: Merawat Ingatan Kolektif Dampak Kekerasan

KontraS Aceh menggelar diskusi publik via online Zoom Meeting, Selasa (19/5/2020). Pertemuan ini menguak pengalaman dari sudut pandang pembicara, yakni; Faisal Hadi (Manajer Program...

Update Corona 14 Mei: Kasus Positif Covid-19 di Aceh Tak Bertambah dalam Sepekan Terakhir

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kasus positif terinfeksi virus Corona di Aceh tidak ada penambahan kasus baru dalam sepekan terakahir. Kasus positif Covid-19 terakhir...

Pasien Sembuh dari Covid-19 di Aceh Bertambah Jadi 12 Orang

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Pasien positif Covid-19 asal Bener Meriah berinisial BD (24), dinyatakan telah sembuh. Santri dari Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro, Magetan,...

KONI Aceh Serahkan Bonus untuk Atlet Peraih Medali Pra-PON, Porwil dan SEA Games

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Komite Olahraga Nasiona Indonesia (KONI) Aceh menyerahkan bonus uang tunai kepada para atlet dan pelatih peraih medali di ajang...

More Articles Like This