Pelajar Aceh Kembali Ukir Prestasi, Raih 3 Medali di InIIC Malaysia

Pelajar Aceh Kembali Ukir Prestasi, Raih 3 Medali di InIIC Malaysia
Pelajar Aceh yang berhasil meraih tiga medali pada ajang InIIC di Malaysia. (Foto: Dok. Disdik Aceh)

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Pelajar Aceh kembali mengukir prestasi pada kompetisi internasional. Kali ini giliran lima siswa SMAN 1 Simpang Kiri, Kota Subulussalam yang mempersembahkan tiga medali untuk Aceh pada ajang International Invention and Innovative Competition (InIIC) 2020 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Kelima pelajar Aceh tersebut tergabung dalam tiga tim dan berhasil meraih tiga medali, masing-masingnya medali perak diraih Dita Ariyani dan Wahdana Apriyani sedangkan dua medali perunggu dipersembahkan Asiah dan Nabila Gajah serta Dwinta Nurul Fadillah Bintang.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Rachmat Fitri HD, menyampaikan rasa bangga dan bahagianya atas capaian prestasi pelajar Serambi Makkah pada kompetisi di kancah internasional. Menurutnya, InIIC merupakan ajang bergengsi tingkat internasional bagi seluruh cendekiawan muda bertalenta dalam bidang penelitian inovatif.

Pada tahun ini, sebutnya, InIIC mengusung tema “Changing Lives in Brilliant Ways” dengan berbagai jenjang penelitian mulai dari jenjang pelajar, mahasiswa, dosen maupun peneliti profesional dari seluruh dunia.

“Prestasi ini kami yakini merupakan ikhtiar bersama antara pihak ISS sebagai tim penyeleksi serta pembimbing bagi perwakilan Indonesia di ajang Internasional ini. Selain itu juga dukungan dari pihak kepala sekolah, guru, pengawas, cabang dinas pendidikan, orang tua dan siswa itu sendiri,” ujar Rachmat dalam keterangannya, Selasa (2/11).

Didampingi Kepala UPTD Balai Tekkomdik, T. Fariyal, ia menyebutkan bahwa ketiga tim peneliti asal Tanah Rencong harus bersaing dengan 150 inventor dari berbagai negara seperti Taiwan, Thailand, Singapura, India, Korea, Vietnam, Hongkong, Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, dan negara lainnya.

Dalam melakukan penelitiannya, mereka dibimbing oleh Kepala SMAN 1 Simpang Kiri, Sukri, dan Guru Pembimbing, Chandra Halim, serta pembimbing dari Indonesia Scientific Society (ISS), Arie Hardian.

Lebih lanjut, Rachmat Fitri berharap hasil penelitian yang dilakukan oleh siswi-siswi tersebut dapat terus dikembangkan dan kelak bisa menjadi salah satu solusi bagi kebutuhan masyarakat. Sekaligus memotivasi pelajar lainnya agar dapat memacu diri dalam mengembangkan bakat dan minatnya untuk berprestasi.

“Kita berharap inovasi dari peneliti muda ini dapat terus berkembang dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Karena produk yang dihasilkan ini sudah mendapat pengakuan dari dunia,” sebutnya.

Sementara Kepala Bidang Pembinaan SMA dan PKLK, Zulkifli, menjelaskan InIIC 2020 diselenggarakan oleh MMNF publisher bekerja sama dengan University of Malaya dan ASAP. Dikarenakan dalam masa pandemi COVID-19, maka kompetisi InIIC tahun ini dilaksanakan secara daring.

“Sangat membanggakan bagi Aceh, khususnya SMAN 1 Simpang Kiri dapat mengikuti dan menjuarai kompetisi paper tingkat internasional ini melalui seleksi yang dilakukan oleh ISS (Indonesia Scientific Society) pada program Seleksi Tim Riset Indonesia (LEKTRIN),” kata Zulkifli.

Pada kompetisi tersebut, lanjutnya, mereka diminta membuat poster penelitian, paper penelitian dan video presentasi berdurasi 5 menit. Keseluruhan proyek penelitian itu menggunakan bahasa Inggris baik dari pembuatan video hingga paper dan poster.

Ia mengapresiasi prestasi yang diraih siswi Aceh merupakan buah dari kegigihan dan tekad diri yang kuat dari siswi-siswi dan pembimbingnya. “Hal tersebut karena seluruh projek ini mampu diciptakan dalam waktu singkat yaitu dua minggu, dimulai dari segi pembuatan konten video, paper dan poster penelitian,” ujarnya.

Sebelumnya pada akhir Oktober lalu, dua pelajar SMAN 1 Takengon telah mengharumkan nama Aceh di Macao. Prestasi gemilang dipersembahkan Oka Hasana Agustiani dan Rafachinka Renjani R yang berhasil meraih medali perak pada kompetisi Macao International Innovation and Invention Expo (MIIEX) 2020 di bidang Algoritma Scientist.[RIL]

Oka dan Rafachinka, Dua Pelajar Aceh Raih Medali Perak MIIEX 2020 di Macao

ACEHKITA.COM menerima bantuan dana dari Google News Initiative (GNI) melalui program Journalism Emergency Relief (JER) Fund sebesar US$5.000

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.