PA tidak Merdekakan Aceh

BANDA ACEH, acehkita.com. Partai Aceh menyatakan tetap komit dengan konsep Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Tidak ada pemikiran dan gagasan untuk kembali mendengungkan isu “memerdekakan” Aceh pascapemilu 2009.

“Apa yang sudah disepakati dalam MoU Helsinki itu sudah final. Gagasan itu sudah tidak ada lagi setelah GAM mengubah jalur perjuangan menjadi partai politik lokal,” kata Juru Bicara Partai Aceh kepada wartawan di Banda Aceh, Kamis (26/3).

MoU Helsinki yang telah disepakati Pemerintah RI dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada 15 Agustus 2005 telah melahirkan klausul adanya partai poiltik lokal di Aceh. Sejak saat itu GAM telah mengubah perjuangannya dari bersenjata ke jalur diplomasi politik dengan membentuk Partai Aceh.

Pada pemilu 2009 Partai Aceh menjadi salah satu peserta pemilu di tingkat lokal bersama lima partai politik lokal lain. Yaitu, Partai Rakyat Aceh (PRA), Partai Daulat Atjeh (PDA), Partai Bersatu Aceh (PBA), Partai Atjeh Aman Sejahtera (PAAS) dan Partai SIRA.

Adnan menybutkan, pemilu bagi Partai Aceh menjadi momen penting karena dalam konteks MoU Helsinki, keikutsertaan partai lokal diakui sebagai bagian dari proses demokrasi dan perdamaian Aceh pasca-MoU.

“Dengan adanya partai politik, itu telah memungkinkan GAM berkiprah dalam proses demokrasi di Aceh. Segala tuntutan Aceh merdeka yang dulu menjadi keinginan GAM, sekarang sudah tidak ada lagi,” katanya. “Semua itu sudah final setelah penandatanganan MoU Helsinki.”

Menurut Adnan isu partai lokal dalam proses perundingan antara Pemerintah RI dan GAM menjadi isu paling krusial yang dibahas kedua belah pihak.

Pembentukan partai lokal sempat ditolak pemerintah RI dalam perundingan MoU Helsinki. Tapi akhirnya pembentukan partai lokal di Aceh disetuuji pemerintah menjelang beberapa saat perundingan usai.

“Karena itu sejarah dari perjuangan ini harus kita syukuri kita jaga. Ini juga menjadi jalan bagi perdamaian abadi di Aceh,” kata Andan. []

ACEHKITA.COM menerima bantuan dana dari Google News Initiative (GNI) melalui program Journalism Emergency Relief (JER) Fund sebesar US$5.000

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.