Wednesday, May 27, 2020

ORI: Responden di Tiga Daerah Setuju Pilkada Ditunda

Must Read

Protes Pemerintah

Mahasiswa Universitas Syiah Kuala berunjukrasa di depan Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Rabu (28/10). Mereka menyorot pemerintahan baru Presiden...

Basecamp Rekanan Zaratex Diberondong

ACEH UTARA | ACEHKITA.COM -- Penembakan kembali terjadi di Aceh Utara. Belum lagi kasus penembakan brutal di perkebunan Satya...

Ali Hasjmy Layak Pahlawan Nasional: Sejarawan

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Sosok Ali Hasjmy dinilai sangat layak diajukan untuk mendapat gelar pahlawan nasional. Semasa hidup,...

Rossi Menang 100 Kali

ASSEN | ACEHKITA.COM - Grand Prix Belanda menjadi sejah bagi Valentino Rossi. Pria berjuluk The Doctor itu meraih kemenangan...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Mayoritas responden di tiga kabupaten yang disurvei Occidental Research Institute (ORI) Aceh mengharapkan penyelenggaraan pemilihkan kepala daerah ditunda. Mereka khawatir, jika pilkada dilaksanakan pada 24 Desember akan menimbulkan kekacauan.

ORI melakukan survei di delapan kabupaten/kota di Aceh, yaitu Aceh Tengah, Aceh Barat, Aceh Selatan, Pidie, Aceh Utara, Aceh Tenggara, Aceh Timur, dan Banda Aceh. Survei melibatkan 1.442 responden.

Dari survei itu, mayotitas responden berpendapat bahwa pilkada harus dilakukan tepat waktu. Sedangkan mayoritas responden di Aceh Timur, Aceh Utara, dan Pidie menyatakan sebaliknya. Di tiga daerah ini, ORI masing-masing mewawancarai 180 responden.

Di Pidie, kata Ketua ORI Aceh Maimun Lukman, sebanyak 133 reponden (73 persen) menolak pilkada diselenggarakan tepat waktu. Sementara yang setuju pilkada tepat waktu hanya 17 persen, dan 8 persen tidak berpendapat.

Sementara di Aceh Timur, 66 persen menolak pilkada tepat waktu, 26,7 persen tepat waktu, dan tujuh persen abstain. Di Aceh Utara sama saja: 67 persen meminta pilkada tidak diselenggarakan tepat waktu, 23 persen setuju tepat waktu, dan 8 persen tidak berkomentar.

“Alasan mereka karena Partai Aceh tidak mendaftar calon gubernur,” kata Maimun Lukman kepada wartawan di Banda Aceh, Selasa (18/10). “Kalau pilkada dilanjutkan dikhawatirkan akan terjadi keributan di Aceh.”

Survei ini diikuti responden dengan beragam latarbelakang. Ada pengusaha, petani, nelayan, pejabat, pengurus partai politik, pegawai negeri sipil, pemuda, dan mahasiswa. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Soal Larangan Mudik, Kankemenag Kabupaten/Kota se-Aceh Diminta Pantau ASN

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Djulaidi, kembali mempertegas larangan mudik...

17 Tahun Darurat Militer Aceh: Merawat Ingatan Kolektif Dampak Kekerasan

KontraS Aceh menggelar diskusi publik via online Zoom Meeting, Selasa (19/5/2020). Pertemuan ini menguak pengalaman dari sudut pandang pembicara, yakni; Faisal Hadi (Manajer Program...

Update Corona 14 Mei: Kasus Positif Covid-19 di Aceh Tak Bertambah dalam Sepekan Terakhir

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kasus positif terinfeksi virus Corona di Aceh tidak ada penambahan kasus baru dalam sepekan terakahir. Kasus positif Covid-19 terakhir...

Pasien Sembuh dari Covid-19 di Aceh Bertambah Jadi 12 Orang

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Pasien positif Covid-19 asal Bener Meriah berinisial BD (24), dinyatakan telah sembuh. Santri dari Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro, Magetan,...

KONI Aceh Serahkan Bonus untuk Atlet Peraih Medali Pra-PON, Porwil dan SEA Games

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Komite Olahraga Nasiona Indonesia (KONI) Aceh menyerahkan bonus uang tunai kepada para atlet dan pelatih peraih medali di ajang...

More Articles Like This