Thursday, August 5, 2021
spot_img

Mobile Application, Solusi Pemasaran Produk Urban Farming

Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) dan Teknik Informatika USK melakukan kerja sama dengan perusahaan mitra; Ruhul Hidroponik dan Ismulia Farm, untuk meningkatkan pemasaran produk.

Pengabdian masyarakat tersebut diketuai Mujiburrahmad, dengan anggotanya Rika Husna, dan Kurnia Saputra. “Pengabdian masyarakat berbasis produk melalui peningkatan kualitas sayur hidroponik dan pengembangan sistem informasi pemasaran berbasis mobile application,” kata Mujiburahmad, Selasa (15/6/2021).

Menurutnya, kerja sama dilakukan karena adanya persoalan dan prioritas penanganan yang dihadapi mitra, seperti belum adanya pemahaman tentang konsep penggunaan media tanam dalam budidaya hidroponik dan cara penanganan hama secara alami, pengemasan produk, cara pemasaran hidroponik secara online dan professional, sistem manajemen kontrol yang menghubungkan antar supplier terkait ketersediaan produk, dan terbatasnya fasilitas produksi dan rusaknya beberapa fasilitas.

“Dulu dalam pemasaran produk hidroponik itu gampang, ada pasar murah, car free day dan sebagainya. Namun sekarang dengan adanya pandemi COVID-19 dan keterbatasan orang-orang dalam melakukan kontak langsung dengan konsumen jadi sedikit terhambat,” katanya

Maka tim dari USK kemudian berinovasi melakukan terobosan baru dengan menghadirkan aplikasi berbasis android. Ada dua aplikasi yang ditawarkan di sini, pertama berbentuk aplikasi seperti market place dimana konsumen dapat membeli sayur dengan melihat dan memilih langsung pada aplikasi. Selanjutnya yang kedua aplikasi untuk supplier, dimana para pedagang produk hidroponik yang ada di banda Aceh akan saling terhubung dan bisa melihat stok yang tersedia.

Selain aplikasi berbasis andoid, juga dilakukan penanganan hama dan tutorial pengendalian hama menggunakan bahan organik yang ada disekitar kita. Salah satunya pemanfaatan daun nimba yang bisa menjadi pestisida nabati.  Menyiapkan perangkap hama seperti yellow stick atau yellow trap yang disukai oleh hama.

Harapannya, pengabdian masyarakat ini dapat memberikan pengetahuan baru kepada mahasiswa dan perusahaan mitra. Mahasiswa yang tertarik dengan hidroponik dapat bergabung dengan perusahaan mitra seperti Ismulia Farm dan Ruhul Hidroponik, yang sudah memiliki suatu komoditas hidroponik. “Jadi mahasiwa dapat belajar dan mengembangkan hobi, dimana ke depannya hobi tersebut juga dapat menambah pendapatan dan peluang kerja baru,” tutup Mujiburrahmad.

Pempinan Ismulia Farm, Juli Ismulia, mengatakan aplikasi berbasis android tersebut sangat membantu dan memberikan manfaat. Sebelum adanya aplikasi berbasis android, penjualannnya dilakukan secara langsung atau tatap muka dengan konsumen.

Saat pandemi COVID-19 melanda Aceh, even-even yang dijadikan ajang promosi mulai jarang dilakukan dan hal ini membuat pasarnya berubah. “Dengan adanya aplikasi berbasis android ini maka dapat memberikan peluang baru yang terkoneksi dengan pelanggan atau konsumen,” katanya.

Harapannya, aplikasi ini dapat mengumpulkan pengusaha hidroponik dalam satu wadah dan tidak terpisah, menyamakan produksi, sehingga dapat menghasilkan produk hidroponik berkualitas meskipun penjualnya berbeda-beda. “Diharapkan pengusaha hidroponik ke depan dapat tertampung di satu aplikasi tersebut,” tutup Juli. [inforial]

Penulis: Uswah HN

Baca Tulisan Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Stay Connected

0FansLike
20,623FollowersFollow
22,300SubscribersSubscribe
- Advertisement -

TERBARU