Thursday, July 18, 2024
spot_img

Mengenang Kejayaan Timnas Indonesia di Manila

Banda Aceh – Bendera Merah Putih pernah berkibar di Manila. Lagu Indonesia Raya pernah berkumandang di Filipina. Indonesia pernah juara dan berjaya di sana. Memori juara itu tersaji pada gelaran Sea Games 1991. Indonesia berhasil merebut medali emas sepak bola kala itu, setelah mengkandaskan Thailand lewat drama adu pinalti, di Stadion Rizal Memorial, Manila Filipina.

Di stadion yang sama, kini Tim Nasional Indonesia kembali mencoba mengulang memori 25 tahun silam. Kenangan manis itu coba diulangi kembali lewat laga penentuan memperebutkan satu tiket semifinal, melawan Tim Nasional Singapura, Jumat (25/11/2016) malam nanti.

Perlu diketahui, kesuksesan Tim Nasional Indonesia mengibarkan merah-putiih di Stadion Rizal Memorial, bukan perkara mudah. Jauh sebelum pertandingan Sea Games dimulai di Filipina, Timnas Indonesia telah berlatih kuat dengan target membawa pulang medali emas.

Indonesia saat itu dilatih Anatoli Polosin, pelatih asal Uni Soviet. Para pemain ditempa latihan fisik yang kuat. Tiga bulan lebih, Polisin hanya menyuruh pemain mengolah fisik dan kedisiplinan; tanpa ada menendang bola; sebagian pemain bilang mereka hanya disuruh gendong menggendong di pantai dan kolam.  Karena itu, sebagian pemain kemudian memilih angkat kaki dari pemusatan latihan.

Metode yang digunakan Polosin dikenal dengan shadow football. Metode ini adalah berlatih atau bermain tanpa bola. Pelatihlah yang menentukan arah bola; kemana tangan pelatih ditunjuk, ke sanalah bola mengalir dan pemain harus bergerak. Insting atau naluri pemain dituntut untuk lebih peka.

Metode selanjutnya adalah touch ball, metode yang dibuat Marco van basten, lagenda sepak bola Belanda. Metode ini adalah permainan sepakbola aktif dan atraktif. Pemain dituntut untuk menjangkau bola secara lebih aktif. Selama 90 menit permainan, setiap pemaian minimal menyentuh bola hingga 150 kali. Saat itu, asisten Polosin, Vladimir Urin bahkan mencatat jumlah sentuhan bola setiap pemain dalam sesi latihan.

Saat menerapkan metode touch ball iniah pemain Indonesia merasakan manfaat dari latihan shadow footbal. Keaktifan bergerak membuat seluruh pemain Indonesia lebih peka dan secara langsung, fisik dan stamina lebih kuat.

Dikutip laman ulasbola.com, dituliskan bahwa latihan fisik ekstrem yang dijalani para pemain timnas Indonesia membuat para pemain mampu berlari sejauh 4 km dalam waktu 15 menit.

Di Sea Games, Indonesia bahkan menurunkan pemain yang rata-rata berusia di bawah 23 tahun. Padahal saat itu, kebijakan usia pemain belum diatur dalam peraturan sepak bola di Sea Games.

Kejayaan Tim Nasional Indonesia memang telah lama berlalu. Di level Asia – bahkan Asia Tenggara – tim sepak bola Indonesia tidak lagi menjadi tim yang diperhitungkan. Memang, Indonesia beberapa kali pernah menembus babak final dalam gelaran sepak bola Asia Tenggara. Di tahun 1997, Indonesia kandas di tangan Thailand, dan pada 2011 ditaklukkan Malaysia.

Kini, pada gelaran Piala AFF 2016, Indonesia bahkan belum bisa berbicara banyak. Dalam dua laga yang telah dimainkan, tim asuhan Alfed Riedl bahkan belum membukukan kemenangan. Indonesia baru meraih satu angka, setelah menahan imbang tuan rumah Filipina 2-2. Sedangkan di pertandingan perdana, Evan Dimas dkk, takluk oleh Thailand, 4-2.

Laga malam nanti menjadi sangat krusial bagi kedua tim. Baik Indonesia mau pun Singapura, sama-sama harus mengejar gol untuk meraih kemenangan. Tiga poin yang akan diperebutkan malam nanti akan membuka peluang bagi salah satu tim untuk mendampingi Thailand ke babak semifinal, dengan catatan Filipina takluk dalam laga melawan Thailand.

Kita doakan saja, semoga Tim Nasional Indonesia kembali mengulang sejarah di Stadion Rizal Memorial, Manila Filipina dengan menembus semifinal hingga sukses memainkan laga  hingga babak final dan menjadi juara. Dengan demikian, Timnas Indonesia senior bisa memutus hampa gelar di persepakbolaan Asia Tenggara.  []

 

MH | Dsb.

 

Baca Tulisan Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Stay Connected

0FansLike
21,903FollowersFollow
24,800SubscribersSubscribe
- Advertisement -

TERBARU