Wednesday, May 27, 2020

Masyarakat tidak Sejahtera, Perdamaian Terganggu

Must Read

Pemerintah Didesak Bubarkan WH

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Polemik seputar aksi bejat oknum anggota Wilayatul Hisbah (WH) Kota Langsa, yang memperkosa seorang...

Jelang Lahirnya Supersemar, Soekarno Ketakutan Istana Dikepung Pasukan Liar

JAKARTA | ACEHKITA.COM – Hari itu, Jumat (11/3/1966), seharusnya menjadi hari yang biasa bagi Presiden Soekarno dalam memimpin rapat...

Mahasiswa Peringati 11 Tahun Pencabutan DOM

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM. Tiga puluhan mahasiswa dari Universitas Syiah Kuala memperingati 11 tahun pencabutan status Daerah Operasi Militer...

FOTO | Padamkan Api

Petugas pemadam berusaha memadamkan api yang membakar gudang penyimpanan kabel listrik di Desa Lam Ujong Kecamatan Krueng Barona Jaya,...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

MEDAN | ACEHKITA.COM – Ketua Majelis Adat Aceh Kota Langsa Yahya Hanafiah menilai UUPA belum berjalan sempurna. Proses penguatan perdamaian Aceh sangat tergantung kepada bagaimana upaya pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat.

“Damai akan hancur kalau tak memperhatikan pengangguran dan lapangan kerja bagi masyarakat,” kata Yahya pada workshop Bina Perdamaian Aceh yang digelar Aceh Recovery Forum dan USAID-Serasi di Hotel Asean International Medan, Sumatera Utara, Sabtu (3/4).

Workshop itu selain dihadiri tokoh masyarakat dari Aceh Singkil, Langsa, Aceh Timur, Aceh Tenggara, dan Gayo Lues, juga dihadiri oleh anggota tim Aceh Peace Advisorry Committe (APAC) dan mantan rektor IAIN Ar-Raniry Yusni Sabi.

Sementara anggota APAC Mawardi Ismail menilai Undang Undang Pemerintahan Aceh yang diharapkan menjadi modal untuk menyejahterakan masyarakat Aceh dan melanggengkan perdamaian, belum bisa diimplementasikan secara menyeluruh. Sebab, hingga kini Pemerintah Pusat belum mengeluarkan sejumlah Peraturan Pemerintah dan Peraturan Presiden, seperti PP mengenai kewenangan dan pembagian dana bagi hasil.

Menurut Mawardi, belum siapnya sejumlah aturan pelaksanaan UUPA, juga merupakan tantangan dari perdamaian Aceh. Sebagian PP dan Perpres memang sudah ada, tapi tak sampai 50 persen dari yang seharusnya.

“Berpengaruh dalam mewujudkan penguatan perdamaian seperti diharapkan masyarakat. Aturan tersebut belum lengkap, sedang dalam proses. Mudah-mudahan dalam waktu dekat akan terlaksana,” ujarnya.

Mawardi mengatakan, saat ini Aceh punya kewenangan yang lebih besar dibandingkan dengan provinsi lain dalam berbagai bidang. Juga punya banyak uang. “Apakah dengan keuangan dan kewenangan yang besar, kita mampu membuat kesejahteraan lebih baik. bolanya ada di kita, terserah kita. Semua ini akan pengaruh pada bina perdamaian.”

Dia menegaskan, kalau dana dan kewenangan tersebut tidak mampu mensejahterakan masyarakat, perdamaian Aceh bisa saja terancam. Hal ini juga mengacu kepada pengalaman di belahan negara lain yang mempunyai sejarah konflik. Umumnya dalam 10 tahun, kalau damai tidak mampu dipelihara baik, maka konflik akan berulang kembali. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Soal Larangan Mudik, Kankemenag Kabupaten/Kota se-Aceh Diminta Pantau ASN

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Djulaidi, kembali mempertegas larangan mudik...

17 Tahun Darurat Militer Aceh: Merawat Ingatan Kolektif Dampak Kekerasan

KontraS Aceh menggelar diskusi publik via online Zoom Meeting, Selasa (19/5/2020). Pertemuan ini menguak pengalaman dari sudut pandang pembicara, yakni; Faisal Hadi (Manajer Program...

Update Corona 14 Mei: Kasus Positif Covid-19 di Aceh Tak Bertambah dalam Sepekan Terakhir

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kasus positif terinfeksi virus Corona di Aceh tidak ada penambahan kasus baru dalam sepekan terakahir. Kasus positif Covid-19 terakhir...

Pasien Sembuh dari Covid-19 di Aceh Bertambah Jadi 12 Orang

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Pasien positif Covid-19 asal Bener Meriah berinisial BD (24), dinyatakan telah sembuh. Santri dari Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro, Magetan,...

KONI Aceh Serahkan Bonus untuk Atlet Peraih Medali Pra-PON, Porwil dan SEA Games

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Komite Olahraga Nasiona Indonesia (KONI) Aceh menyerahkan bonus uang tunai kepada para atlet dan pelatih peraih medali di ajang...

More Articles Like This