Wednesday, February 19, 2020

Masa Tanggap Darurat Tangse Hingga 6 Maret

Must Read

Rayakan Kelulusan, Siswa SMA 4 Poco-poco

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Lampineung merayakan kelulusan ujian nasional dengan goyang poco-poco....

Tangkal Hoaks dan Disinformasi, AJI Luncurkan Jurnalisme Data

JAKARTA | ACEHKITA.COM - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia dan Kantor Staf Presiden (KSP) meluncurkan platform jurnalismedata.id. Platform ini...

BPBD Pidie Normalisasi Sungai Tangse

KEUMALA | ACEHKITA.COM -- Mengantisipasi meluasnya terjangan banjir luapan di Kecamatan Tangse, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie, menormalisasi...

Pascagempa, Kondisi Simeulue Stabil

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Kondisi Simeulue pascagempa berkekuatan 6,4 pada skala Richter kembali stabil. Segera setelah gempa, masyarakat...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

PIDIE | ACEHKITA.COM — Sebanyak 3.305 jiwa atau 803 kepala keluarga warga Tangse yang terkena banjir bandang kini mengungsi di sejumlah lokasi. Mereka membutuhkan bantuan makanan. Sedangkan Pemerintah Kabupaten Pidie menetapkan masa tanggap darurat di Tangse selama 12 hari.

Kepala Pusat Penanggulangan Bencana Daerah Pidie M. Iriawan mengatakan, pengungsi itu tinggal di tenda-tenda darurat yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat atau posko pengungsian yang dibangun BPBD. Mereka berasal dari Blang Malo terdapat 350 kepala keluarga atau 1,400 jiwa, Alue Calong 193 KK (803 jiwa), Blang Seuke 215 KK atau 953 jiwa, dan Desa Blang Malo serta Pulo Pante 149 jiwa (45 KK).

“Kita menetapkan masa tanggap darurat selama 12 hari, terhitung sejak 25 Februari hingga 6 Maret,” kata M. Iriawan yang juga Sekretaris Daerah Kabupaten Pidie kepada wartawan, Senin (27/2).

Iriawan menyebutkan, bantuan untuk korban banjir bandang Tangse terus berdatangan. Pemkab Pidie, BPBD, dan relawan terus menyalurkan bantuan tersebut kepada para korban banjir. Pengungsi di Desa Kebun Nilam, Pulo Masjid, dan Pulo Sengong membutuhkan bantuan makanan dan selimut, serta pakaian, peralatan bayi, dan pembalut wanita.

Sementara itu, sejumlah relawan mulai membersihkan perkampungan warga dari lumpur dan sampah yang dihanyutkan banjir. Mereka bahu membahu bersama masyarakat dan aparat Kepolisian dan TNI. Sejumlah alat berat juga dikerahkan untuk mempercepat pembersihan perkampungan usai banjir. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Daftar Nama 22 Petugas Haji 2020 Kloter Aceh yang Lolos Seleksi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh mengumumkan 22 nama calon petugas haji Aceh yang...

Busana Rumoh Syar’i di Aceh Wedding Expo 2020 Dapat Pujian dari Ketua DWP

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Setda Aceh, Safrida Yuliani, memuji keindahan busana muslim hasil karya Rumoh Syar'i. Ia terpukau menyaksikan peragaan model yang mengenakan...

Persiraja Resmi Kontrak Pemain Timnas Lebanon Samir Ayass

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Persiraja resmi mengikat kontrak pemain Timnas Lebanon, Samir Ahmed Ayass, selama satu musim. Tanda tangan kontrak pemain untuk slot...

Puluhan Anak Muda Aceh Suarakan Pemenuhan HKSR

Puluhan anak muda Aceh yang mewakili lintas komunitas dan Forum Perempuan Muda menyuarakan pemenuhan Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR) untuk kelompok muda Aceh....

Jelang Kenduri Kebangsaan, Yayasan Sukma Gelar Seminar Keacehan di Unsyiah

Yayasan Sukma Bangsa bersama Forbes Anggota DPR dan DPD RI asal Aceh dan Universitas Syiah Kuala menggelar seminar Keacehan bertema ‘Kearifan Masa Lalu Kejayaan...

More Articles Like This