Thursday, April 2, 2020

Masa Tanggap Darurat Tangse Hingga 6 Maret

Must Read

FOTO | Ello Masih Ada

Ello saat tampil di Open Stage Taman Budaya Banda Aceh, Sabtu (16/7) malam. Ello membawa 10 lagu dalam penampilan...

Asian Games 2018: Defia Rosmaniar Persembahkan Medali Emas Pertama untuk Indonesia

JAKARTA | ACEHKITA.COM -- Atlet taekwondo Indonesia, Defia Rosmaniar, berhasil meraih medali emas kategori tunggal putri nomor poomsae (peragaan...

IAIN Arraniry Gelar Workshop dan Seminar Internasional

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM-- Dalam rangka menyambut HUT-50, IAIN Ar-Raniry menggelar seminar Internasional dan Workshop selama dua hari di...

Balita Penderita Hidrochepalus Butuh Bantuan

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Aqlima Zahra, seorang anak balita berusia 15 bulan menderita penyakit hidrochepalus dan kini mendapatkan...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

PIDIE | ACEHKITA.COM — Sebanyak 3.305 jiwa atau 803 kepala keluarga warga Tangse yang terkena banjir bandang kini mengungsi di sejumlah lokasi. Mereka membutuhkan bantuan makanan. Sedangkan Pemerintah Kabupaten Pidie menetapkan masa tanggap darurat di Tangse selama 12 hari.

Kepala Pusat Penanggulangan Bencana Daerah Pidie M. Iriawan mengatakan, pengungsi itu tinggal di tenda-tenda darurat yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat atau posko pengungsian yang dibangun BPBD. Mereka berasal dari Blang Malo terdapat 350 kepala keluarga atau 1,400 jiwa, Alue Calong 193 KK (803 jiwa), Blang Seuke 215 KK atau 953 jiwa, dan Desa Blang Malo serta Pulo Pante 149 jiwa (45 KK).

“Kita menetapkan masa tanggap darurat selama 12 hari, terhitung sejak 25 Februari hingga 6 Maret,” kata M. Iriawan yang juga Sekretaris Daerah Kabupaten Pidie kepada wartawan, Senin (27/2).

Iriawan menyebutkan, bantuan untuk korban banjir bandang Tangse terus berdatangan. Pemkab Pidie, BPBD, dan relawan terus menyalurkan bantuan tersebut kepada para korban banjir. Pengungsi di Desa Kebun Nilam, Pulo Masjid, dan Pulo Sengong membutuhkan bantuan makanan dan selimut, serta pakaian, peralatan bayi, dan pembalut wanita.

Sementara itu, sejumlah relawan mulai membersihkan perkampungan warga dari lumpur dan sampah yang dihanyutkan banjir. Mereka bahu membahu bersama masyarakat dan aparat Kepolisian dan TNI. Sejumlah alat berat juga dikerahkan untuk mempercepat pembersihan perkampungan usai banjir. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

Ruang Outbreak Pinere RSUDZA Dijadikan Tempat Isolasi Pasien COVID-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - RSUDZA Banda Aceh telah memiliki 12 ruang Outbreak Pinere (Penyakit Infeksi New-Emerging dan Re-Emerging) pada Selasa (31/3/2020). Ke-12 ruang...

Update Corona di Aceh: 5 Positif, 2 Meninggal, 44 PDP, 797 ODP

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona di Aceh bertambah 177 orang menjadi 797 orang per Selasa (31/3/2020) pukul 15.00...

More Articles Like This