Mantan DPRK Belum Kembalikan Aset

0
1660

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Sebanyak 22 mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh periode 2004-2009, belum mengembalikan sejumlah aset yang sempat digunakan.

IKLAN
IKLAN
“Padahal itu harus sudah dikembalikan sebulan sebelum mereka berakhir tugas, atau sebelum dewan baru dilantik,” kata Jafardi, Sekretaris DPRK Banda Aceh, Rabu (7/10).

Aset yang masih dikuasai bekas wakil rakyat Banda Aceh itu; lima mobil dinas, dua mobil berstatus pinjam pakai, dan tujuh belas komputer jinjing (laptop). “Mobilnya jenis kijang Innova, kalau laptop bermerek HP Pavilion,” sebut Jafardi.

Para mantan anggota dewan yang belum menyerahkan mobil dinas yakni Nurhayati (Fraksi PAN), Iskandar Mahmud (FGolkar), M. Noor Fakhrurrazi (FPKS), Zoelfikar Sawang (Komisi A) dan M. Nizar Kasim dari Komisi B.

Sementara dua lagi yang belum mengembalikan mobil kijang kapsul pinjam pakai milik Pemerintah Kota Banda Aceh yaitu Muntasir Hamid, Ketua Dewan dan Anas Bidin Nyak Syech, Wakil Ketua.

Sebelumnya, kata Jafardi, Pemko memberikan 12 mobil dinas kepada DPRK untuk menunjang tugas. Tapi hingga kemarin, baru tujuh yang dikembalikan.

Serupa mobil, pengembalian laptop juga bermasalah. Dari 29 unit komputer jinjing yang diberikan, hanya 12 anggota dewan yang baru mengembalikannya.

Sedangkan tujuh belas lagi masih menunggak yaitu Anas Bidin Nyak Syech, Surya Mutiara, M. Noor Fakhrurrazi, Sutan Muhammad, Asnawi M. Amin dan Amri M. Ali.

Selanjutnya, Zoelfikar Sawang, Safwan Yusuf, M. Jakfar Roesli, M. Djamil HS, Ainul Mardhiah, Marzuki, Nurhayati, Edy Achyar, Iskandar Mahmud, Fadhiel Amin serta Edy Nurahmadsyah.

Menurut Jafardi pihaknya sudah beberapa kali menyurati para mantan anggota dewan itu, agar menyerahkan aset sebulan sebelum berakhir tugas.[]

ACEHKITA.COM menerima bantuan dana dari Google News Initiative (GNI) melalui program Journalism Emergency Relief (JER) Fund sebesar US$5.000

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.