Monday, April 6, 2020

Makin Pintar, Makin Canggih Korupsinya: Mahfud MD

Must Read

Foto-foto Demo Menolak Qanun Bendera Aceh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Puluhan mahasiswa yang menamakan diri Gayo Merdeka berunjuk rasa di depan kantor Dewan Perwakilan...

Aplikasi BBM Bakal Sambangi Android 2.3

KANADA | ACEHKITA.COM -- BlackBerry tengah mempersiapkan aplikasi pesan instan BBM bisa berjalan pada perangkat ponsel pintar berbasis Android...

FOTO | Penambangan Pasir

Dua orang petani menyeberangi sungai dengan latar belakang penambangan pasir di sungai 'Krueng Baro' Keumala, Pidie, Kamis (9/1/2014). Dalam...

Catatan Perjalanan Ekspedisi Indonesia Biru

KAWAN-kawan di Watchdoc menyediakan nasi uduk dan semur jengkol. Menu sarapan itu disiapkan untuk tetamu yang hadir mengantar kepergian...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Ketua Mahkamah Konstitusi Mohamad Mahfud MD mengaku prihatin dengan kasus korupsi yang marak terjadi belakangan ini. Menurutnya, pelaku korupsi dilakukan oleh lulusan perguruan tinggi yang pintar, tapi tidak memiliki nurani.

Pernyataan itu disampaikan Mahfud ketika menjadi Dies Reader pada Dies Natalis Universitas Syiah Kuala ke-51 di Gedung AAC Dayan Dawood Darussalam, Jumat (31/8). Hadir dalam dies natalis tersebut, Penjabat Rektor Unsyiah Prof Samsul Rizal, Gubernur Aceh Zaini Abdullah, Ketua DPRA Hasbi Abdullah, Staf Ahli Menteri Pertahanan Adnan Ganto, para guru besar dan dosen, serta mahasiswa Universitas Syiah Kuala.

Mahfud menyebutkan, para koruptor yang menilep uang rakyat di Indonesia hampir 95 persen merupakan lulusan perguruan tinggi. “Semakin tinggi pendidikannya, semakin canggih pula (cara) korupsinya,” kata Mahfud.

Menurutnya, selama ini perguruan tinggi di Indonesia hanya memproduksi sarjana, bukan sarjana yang mempunyai intelektualitas dan bernurani. “Banyak sarjana, bukan hanya menjadi beban negara, tapu merusak moral,” sebut bekas Menteri Pertahanan di era Presiden Abdurrahman “Gus Dur” Wahid itu.

Banyak lulusan perguruan tinggi yang menjadi koruptor, sebut Mahfud, dikarenakan sistem dan konsep pendidikan Indonesia yang belum matang. Berdasarkan konstitusi negara, pendidikan itu bertujuan untuk memajukan kehidupan bangsa.

“Bukan hanya mencerdaskan otak manusia. Selama ini, pendidikan hanya dilakukan untuk mencerdaskan otak,” kata dia.

Dalam menyelenggarakan pendidikan, kata Mahfud, pemerintah melupakan konsep mencerdaskan kehidupan bangsa, sehingga terjadi disorientasi.
“Seharusnya mencerdaskan otak dan memuliakan watak,” papar bekas Menteri Kehakiman dan HAM pada era Megawati. “Selama ini, watai tidak diperhatikan, makanya banyak orang yang otaknya pintar, tapi hatinya tidak ada. Akibatnya,banyak sekali muncul garong yang menilep uang rakyat.”

Banyaknya koruptor yang lulusan perguruan tinggi, lanjut Mahfud, karena terjadinya disorientasi pada konsep pendidikan nasional. Untuk itu, ia berharap agar pemerintah menyusun konsep pendidikan yang terintegrasi antara ilmu dan agama.

“Kedua hal ini tidak boleh dipisahkan. Tidak boleh ada sekularisasi pendidikan,” pungkasnya. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Tiga Pasien Positif COVID-19 di Aceh Sembuh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Tiga pasien positif corona atau COVID-19 di Aceh dinyatakan sembuh. Mereka diperbolehkan pulang setelah...

200 Pengemudi Ojek Daring di Aceh Peroleh Bantuan Sembako

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 200 pengemudi ojek daring di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, Aceh, memproleh bantuan sembako dari Forum...

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan sembuh dan telah pulang dari...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

More Articles Like This