Sunday, March 29, 2020

Mahasiswa Tuntut Tragedi Simpang KKA Diusut

Must Read

Aksi Penolakan Kunker DPR

Aktivis Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat Aceh menyampaikan orasi di depan Gedung DPRA menolak kunjungan kerja 69 orang anggota dewan...

Keluarga Suryani Minta RSIA Bertanggungjawab

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Muslim tak bisa memendam rasa kecewanya terhadap Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Banda...

Panwaslih Banda Aceh: Partisipasi Masyarakat Penting untuk Awasi Rekapitulasi Suara

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Setelah pemungutan suara 17 April 2019, Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kota Banda Aceh serta...

Badan Hisab Amati Hilal di Lhoknga

LHOKNGA | ACEHKITA.COM -- Tim Badan Hisab dan Rukyat Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh melakukan observasi hilal (bulan sabit...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Puluhan mahasiswa dan aktivis kemanusian berkonvoi keliling kota Banda Aceh, Sabtu (1/5), menuntut penyelesaian tragedi Simpang Kertas Kraft Aceh (KKA) Lhokseumawe yang menewaskan 46 sipil.

Tragedi berdarah yang pada tanggal 3 Mei nanti genap 11 tahun itu juga menyebabkan 10 orang hilang dan 156 warga sipil lainnya luka-luka akibat terkena berondongan peluru dilepaskan TNI.

Alfaraby, seorang peserta aksi mengatakan, insiden Simpang KKA yang merupakan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat, hingga kini belum pernah diselesaikan. “Butuh sebuah kekuatan untuk mendorong penyelesaian ini,” katanya.

Tragedi Simpang KKA telah menyebabkan puluhan anak-anak jadi yatim, karena orangtuanya meninggal dalam insiden itu.

Menuru Alfaraby, meski sebagian korban sudah memaafkan pelaku, tapi tragedi ini sulit dilupakan dan dikhawatirkan bisa memunculkan dendam dikemudian hari, bila tak segera diselesaikan.

Mereka mendesak Pemerintah membentu qanun Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasai (KKR) untuk mengungkap kebenaran atas tragedi-tragedi berdarah yang terjadi di Aceh masa konflik.

Aksi massa tergabung dalam Koalisi Pengungkap Kebenaran (KPK) ini berakhir di depan Mesjid Raya Baiturrahman, usai berkonvoi menelusuri jalan-jalan protocol di Banda Aceh dengan sepeda motor dan pick up.

Seperti diketahu, tragedi Simpang KKA berawal dari isu diculiknya seorang TNI berpangkat Sersan dari Kesatuan Den Rudal 001/Pulo Rungkom, Aceh Utara, oleh Orang Tak Dikenal (OTK).

Serdadu itu diduga menyusup dalam ceramah memperingati 1 Muharram di Desa Cot Murong, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Jumat malam, 30 April 1999. TNI mensinyalir acara itu kampanye Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Kemudian pasukan TNI dari Den Rudal menyisir pemukiman di sana dan ikut menganiaya warga. Warga protes dengan turun ke Jalan tepatnya di Simpang PT. KKA, Krueng Geukueh, Lhokseumawe.

Senin siang yang kelabu, 3 Mei 1999. Saat aksi massa berlangsung dan memanas, tragedi berdarah ini terjadi.[]

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Cegah Corona, Masjid Raya Baiturrahman Disemprot Disinfektan Sebelum Salat Jumat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Enam belas personel gabungan dari unit KBR (kimia, biologi, radio aktif) Detasemen Gegana Satuan...

Cegah Penyebaran Corona, Arab Saudi Hentikan Shalat Berjamaah di Masjid

RIYADH – ACEHKITA.COM – Pemerintah Arab Saudi, hari Selasa waktu setempat (Rabu dini hari WIB), menghentikan sementara pelaksanaan shalat berjamaah di semua masjid negara...

Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Pemerintah Aceh Liburkan Sekolah Mulai Besok

Mengantisipasi meluasnya penyebaran virus corona atau Covid-19, Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah, meliburkan sekolah-sekolah di bawah kewenangan Pemerintah Aceh, mulai besok, Senin (16/3/2020). Penegasan...

Biaya Haji Aceh 2020 Rp 31.454.602, Termurah se-Indonesia

Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 1441 H/2020 untuk Jamaah Calon Haji asal embarkasi Aceh sebesar Rp 31.454.602 per jamaah, sedangkan besaran Bipih 1441 H/2020...

Persiraja Jadi Klub Pertama di Liga 1 2020 yang Didenda Komdis PSSI

Komite Disiplin (Komdis) PSSI mengeluarkan keputusan dari hasil sidang yang dilakukan pada Senin (9/3/2020) lalu. Ada 3 hukuman yang diberikan buat klub dan individu...

More Articles Like This