Sunday, January 26, 2020

Mahasiswa Politeknik Lhokseumawe Ciptakan Perangkat Pengendali Senapan dari Jarak Jauh

Must Read

11 Siswa Labschool Lulus SPMB via Undangan

JAKARTA | ACEHKITA.COM -- Sebelas siswa SMA Labschool Unsyiah berhasil lolos dalam Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru tahun 2012 jalur...

Pemerintah Diminta Selamatkan Buaya di Singkil

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Dua ekor buaya ditangkap dan dibunuh warga di Kabupaten Aceh Singkil dalam sepekan terakhir....

Ricuh Kembali Warnai Rapat Penetapan Pimpinan DPRA

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Sidang paripurna penetapan kelengkapan alat DPRA kembali digelar, Selasa (9/12/2014) pagi. Rapat ini semalam...

Microsoft Tidak Jadi Beli Yahoo!

JAKARTA | ACEHKITA.COM - Persaingan Yahoo! selama ini memang terkesan jatuh dari rival-rivalnya, ini terbukti saat beberapa produk Yahoo!...

LHOKSEUMAWE | ACEHKITA.COM – Ririn Efendi, mahasiswa Politeknik Negeri Lhokseumawe berhasil merancang dan membuat satu perangkat pengendali gerakan senapan dari jarak jauh secara wireless berbasis mikrokontroller.

Pria yang akrab disapa Efendi Tiro itu merupakan mahasiswa Diploma-III Program Studi Teknologi Elektronika pada Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Lhokseumawe. Ia berhasil merancang perangkat yang dapat menggerakkan senapan 180 derajat arah horizontal dan 60 derajat vertikal, serta dapat mengontrol gerakan pelatuk senapan untuk melakukan tembakan menggunakan joystick, dan bantuan perangkat android untuk memonitor sasaran tembak.

Ketua Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Lhokseumawe, Zamzami, mengatakan bahwa karya yang dibuat oleh Ririn Efendi tersebut merupakan tugas akhir yang disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan studi di Politeknik Negeri Lhokseumawe.

“Ide dasarnya berawal dari Efendi yang punya hobi berpetualang ke pedalaman hutan dan pegunungan, serta sering membawa senapan angin untuk berburu. Muncul ide untuk membuat perangkat pengendali gerakan dan penembak senapan, untuk mengurangi kesalahan sasaran tembak akibat gerakan dan posisi tubuh yang tidak seimbang saat membidik sasaran,” ujar Zamzami seperti dilansir laman resmi Politeknik Negeri Lhokseumawe, Senin (19/8).

Ia menjelaskan, sistem yang dirancang mampu mengendalikan gerakan senapan pada jarak maksimum hingga 1 kilometer dan efektof pada jarak 800 meter. Pengendali senapan yang digunakan berupa sebuah kontroler PlayStaton (PS) yang telah dimodifikasi serta kamera android atau kamera independen yang diintegrasikan dengan teleskop senapan.

Lebih lanjut, Zamzami merincikan, perangkat secara keseluruhan berupa modul receiver berbasis mikrokontroller sebagai otak pengendali yang dipasang pada suatu platform tripot atau tumpuan senjata bersama dengan senapannya, sementara user cukup memegang kontroler joystick wireless sebagai transmiter bersama dengan perangkat android untuk monitoring sasaran yang diinginkan.

“Jadi dalam hal ini, user tidak perlu memegang senapan dan melakukan bidikan sebagaimana lazimnya seorang sniper. Namun cukup dengan memainkan joystick sebagaimana seorang memainkan game atau simulator,” ujar Zamzami.

Menurutnya, keuntungan dari perangkat yang diciptakan Ririn Efendi tersebut yaitu dapat lebih meningkatkan akurasi tembak, dan dalam arena pertempuran yang sesungguhnya akan melindungi si user dari tembakan peluru musuh.

“Pada perangkat pengendali senapan ini, jenis senapan yang digunakan adalah senapan angin laras panjang Uklik Canon 737 dengan kaliber 4,5 milimeter. Hasil uji tembak yang telah dilakukan Efendi untuk jarak tembak 10-20 meter, rata-rata akurasi dengan alat pengendali ini adalah 97 persen, dan pada jarak tembak 30 meter rata-rata akurasinya mencapai 90 persen,” tutur Zamzami.

Ririn Efendi menyebutkan, perangkat pengendali senapan yang dirancangnya pada dasarnya merupakan perlengkapan atau armour untuk militer yang berupa Stand Gun.

“Platform atau standing jack dan perangkat pengendali yang telah dibuat ini juga dapat dipasangkan untuk senapan angin jenis semi otomatis dan senapan standar militer. Namun perlu dilakukan perbaikan pada jenis motor servo dengan torsi yang lebih besar dan kendali tembakan, mengingat bobot senapan yang lebih berat,” ujar Efendi Tiro.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

AJI-UNICEF Gelar Pelatihan Liputan Hak Anak untuk 25 Jurnalis Aceh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh menggelar workshop peliputan hak anak untuk 25 jurnalis...

Djulaidi Kasim Jabat Plt Kakanwil Kemenag Aceh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Menteri Agama RI Jenderal (Purn) Fachrul Razi menunjuk Drs Djulaidi Kasim, M. Ag sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor...

Pemerintah Aceh Sampaikan Duka Cita atas Meninggalnya Bupati Bireuen

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Pemerintah Aceh menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Bupati Bireuen, Saifannur, di Rumah Sakit Siloam Dhirga Surya, Kota...

Bupati Bireuen Saifannur Meninggal Dunia

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Bupati Bireuen, Saifannur, dikabarkan meninggal dunia di Rumah Sakit Siloam Dhirga Surya, Kota Medan, Sumatera Utara. Ia menghembuskan nafas...

Panglima Militer Thailand Belajar Penanganan Konflik dan Teken Kerja Sama di Aceh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Panglima Angkatan Darat Kerajaan Thailand atau Royal Thailand Army (RTA), Jenderal Apirat Kongsompong, melakukan kunjungan ke Aceh, pada Selasa...

More Articles Like This