Tuesday, February 18, 2020

Mahasiswa Politeknik Lhokseumawe Ciptakan Perangkat Pengendali Senapan dari Jarak Jauh

Must Read

Mahasiswa FKIP Protes Pemukulan Guru

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Puluhan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala terlibat aksi saling dorong...

Kuntoro Siap Jadi Agen Aceh

BANDA ACEH, acehkita.com. Kepala Bapel BRR Aceh-Nias, Kuntoro Mangkusubroto mengatakan, siap menjadi agen Aceh di Jakarta untuk membantu pembangunan...

Berkunjung ke Desa Sosialis di Bali

Sebuah desa yang dikunjungi 46.000 turis per tahun, tapi menganggap pariwisata hanya bonus. Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali. Putu Wiadnyana sedang...

Al Chaidar: Korban Pamulang Umar Patek

ACEH BESAR | ACEHKITA.COM -- Pengamat terorisme Al Chaidar menyebutkan bahwa korban meninggal dalam penggerebekan oleh Datasemen 88 Antiteror...

LHOKSEUMAWE | ACEHKITA.COM – Ririn Efendi, mahasiswa Politeknik Negeri Lhokseumawe berhasil merancang dan membuat satu perangkat pengendali gerakan senapan dari jarak jauh secara wireless berbasis mikrokontroller.

Pria yang akrab disapa Efendi Tiro itu merupakan mahasiswa Diploma-III Program Studi Teknologi Elektronika pada Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Lhokseumawe. Ia berhasil merancang perangkat yang dapat menggerakkan senapan 180 derajat arah horizontal dan 60 derajat vertikal, serta dapat mengontrol gerakan pelatuk senapan untuk melakukan tembakan menggunakan joystick, dan bantuan perangkat android untuk memonitor sasaran tembak.

Ketua Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Lhokseumawe, Zamzami, mengatakan bahwa karya yang dibuat oleh Ririn Efendi tersebut merupakan tugas akhir yang disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan studi di Politeknik Negeri Lhokseumawe.

“Ide dasarnya berawal dari Efendi yang punya hobi berpetualang ke pedalaman hutan dan pegunungan, serta sering membawa senapan angin untuk berburu. Muncul ide untuk membuat perangkat pengendali gerakan dan penembak senapan, untuk mengurangi kesalahan sasaran tembak akibat gerakan dan posisi tubuh yang tidak seimbang saat membidik sasaran,” ujar Zamzami seperti dilansir laman resmi Politeknik Negeri Lhokseumawe, Senin (19/8).

Ia menjelaskan, sistem yang dirancang mampu mengendalikan gerakan senapan pada jarak maksimum hingga 1 kilometer dan efektof pada jarak 800 meter. Pengendali senapan yang digunakan berupa sebuah kontroler PlayStaton (PS) yang telah dimodifikasi serta kamera android atau kamera independen yang diintegrasikan dengan teleskop senapan.

Lebih lanjut, Zamzami merincikan, perangkat secara keseluruhan berupa modul receiver berbasis mikrokontroller sebagai otak pengendali yang dipasang pada suatu platform tripot atau tumpuan senjata bersama dengan senapannya, sementara user cukup memegang kontroler joystick wireless sebagai transmiter bersama dengan perangkat android untuk monitoring sasaran yang diinginkan.

“Jadi dalam hal ini, user tidak perlu memegang senapan dan melakukan bidikan sebagaimana lazimnya seorang sniper. Namun cukup dengan memainkan joystick sebagaimana seorang memainkan game atau simulator,” ujar Zamzami.

Menurutnya, keuntungan dari perangkat yang diciptakan Ririn Efendi tersebut yaitu dapat lebih meningkatkan akurasi tembak, dan dalam arena pertempuran yang sesungguhnya akan melindungi si user dari tembakan peluru musuh.

“Pada perangkat pengendali senapan ini, jenis senapan yang digunakan adalah senapan angin laras panjang Uklik Canon 737 dengan kaliber 4,5 milimeter. Hasil uji tembak yang telah dilakukan Efendi untuk jarak tembak 10-20 meter, rata-rata akurasi dengan alat pengendali ini adalah 97 persen, dan pada jarak tembak 30 meter rata-rata akurasinya mencapai 90 persen,” tutur Zamzami.

Ririn Efendi menyebutkan, perangkat pengendali senapan yang dirancangnya pada dasarnya merupakan perlengkapan atau armour untuk militer yang berupa Stand Gun.

“Platform atau standing jack dan perangkat pengendali yang telah dibuat ini juga dapat dipasangkan untuk senapan angin jenis semi otomatis dan senapan standar militer. Namun perlu dilakukan perbaikan pada jenis motor servo dengan torsi yang lebih besar dan kendali tembakan, mengingat bobot senapan yang lebih berat,” ujar Efendi Tiro.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Busana Rumoh Syar’i di Aceh Wedding Expo 2020 Dapat Pujian dari Ketua DWP

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Setda Aceh, Safrida Yuliani, memuji keindahan busana muslim hasil karya Rumoh Syar'i. Ia terpukau...

Persiraja Resmi Kontrak Pemain Timnas Lebanon Samir Ayass

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Persiraja resmi mengikat kontrak pemain Timnas Lebanon, Samir Ahmed Ayass, selama satu musim. Tanda tangan kontrak pemain untuk slot...

Puluhan Anak Muda Aceh Suarakan Pemenuhan HKSR

Puluhan anak muda Aceh yang mewakili lintas komunitas dan Forum Perempuan Muda menyuarakan pemenuhan Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR) untuk kelompok muda Aceh....

Jelang Kenduri Kebangsaan, Yayasan Sukma Gelar Seminar Keacehan di Unsyiah

Yayasan Sukma Bangsa bersama Forbes Anggota DPR dan DPD RI asal Aceh dan Universitas Syiah Kuala menggelar seminar Keacehan bertema ‘Kearifan Masa Lalu Kejayaan...

Istri Plt Gubernur Aceh Tinjau Rumah Layak Huni di Subulussalam

Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Dyah Erti Idawati kembali meninjau penerima bantuan rumah layak huni di kawasan Desa Ciparpari Timur, Kecamatan Sultan Daulat,...

More Articles Like This