Sunday, March 29, 2020

Lho, Sirene Tsunami Kok Diam Saat Gempa 7,2?

Must Read

Satu TPS di Aceh Laksanakan Pemungutan Suara Ulang

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Pidie akan melakukan pemungutan suara ulang di salah satu TPS...

Tim Thailand Mundur dari Piala Gubernur

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Dua hari jelang bergulirnya Bank Aceh Internasional Turnamen Piala Gubernur Aceh II, Panitia Pelaksana...

Bupati Bireuen Dikerjai Wartawan Gadungan

BIREUEN | ACEHKITA.COM -- Bupati Bireuen Nurdin Abdul Rahman mengaku pernah dikerjai seorang wartawan gadungan. Beberapa waktu lalu, dirinya...

Seorang Warga Tenggelam di Pemandian Brayeuen

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Lokasi pemandian di bendungan Desa Brayeuen, Kecamatan Leupung, Aceh Besar memakan korban. Seorang warga...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Gempa 7,2 pada Skala Richter melanda Aceh Rabu pekan lalu sempat heboh karena dinyatakan berpotensi tsunami. Tapi, sirene tsunami (early warning system) yang dibangun di Aceh untuk memberi peringatan dini tsunami, sama sekali tak berbunyi. Padahal, saat itu tsunami kecil setinggi 48 sentimeter terjadi di Pulau Banyak, Aceh Singkil.

Menurut Badan Meteorologi, Klimotologi, dan Geofisika (BMKG), tak berbunyinya sirene tsunami saat itu bukan karena jaringan itu tak berfungsi. “Ini sengaja tak dibunyikan,” kata Kepala BMKG, Sri Woro B Harijono dalam jumpa pers di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Rabu (14/4).

Sirene tsunami baru dibunyikan jika gempa yang berpotensi tsunami kekuatannya di atas 8 pada skala Richter. “Jika di bawah itu tidak akan kita bunyikan. Ini sesuai SOP (standar operasional prosedur ),” ujar Sri Woro.

Saat gempa Rabu lalu, air laut di kawasan Pulau Banyak sempat mengalami naik sekitar 48 sentimeter. Sistem peringatan mengetahui perubahan itu, tapi tetap tak dibunyikan karena kekuatan gempanya berada di bawah standar ditetapkan.

Hingga kini ada 24 pelampung (bouy) yang terpasang di perairan Indonesia, untuk memantau pergerakan air laut. Bouy itu terhubung dengan sistem peringatan dini. Dari 24, sebanyak 14 di antaranya tersebar di perairan Sumatera termasuk Samudera Hindia.

Tapi, Pemerintah kini dirundung bingung karena ada di antara bouy itu yang dicuri dan dirusak oleh orang tak dikenal. “Sudah ada empat yang dicuri,” ujar Sri Woro.

Pemerintah, kata dia, akan menambah 24 bouy lagi di perairan Indonesia pada 2011.[]

1 COMMENT

  1. Kapalo, kalau sdh habis meninggal rakyat krn tsunami, barulah sirine berbunyi, ku puloem..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Cegah Corona, Masjid Raya Baiturrahman Disemprot Disinfektan Sebelum Salat Jumat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Enam belas personel gabungan dari unit KBR (kimia, biologi, radio aktif) Detasemen Gegana Satuan...

Cegah Penyebaran Corona, Arab Saudi Hentikan Shalat Berjamaah di Masjid

RIYADH – ACEHKITA.COM – Pemerintah Arab Saudi, hari Selasa waktu setempat (Rabu dini hari WIB), menghentikan sementara pelaksanaan shalat berjamaah di semua masjid negara...

Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Pemerintah Aceh Liburkan Sekolah Mulai Besok

Mengantisipasi meluasnya penyebaran virus corona atau Covid-19, Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah, meliburkan sekolah-sekolah di bawah kewenangan Pemerintah Aceh, mulai besok, Senin (16/3/2020). Penegasan...

Biaya Haji Aceh 2020 Rp 31.454.602, Termurah se-Indonesia

Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 1441 H/2020 untuk Jamaah Calon Haji asal embarkasi Aceh sebesar Rp 31.454.602 per jamaah, sedangkan besaran Bipih 1441 H/2020...

Persiraja Jadi Klub Pertama di Liga 1 2020 yang Didenda Komdis PSSI

Komite Disiplin (Komdis) PSSI mengeluarkan keputusan dari hasil sidang yang dilakukan pada Senin (9/3/2020) lalu. Ada 3 hukuman yang diberikan buat klub dan individu...

More Articles Like This