Friday, April 10, 2020

Lembaga Asing Pantau Pilkada Aceh

Must Read

Refleksi Pilkada Aceh 2017, Sukarnya Perempuan Jadi Pemimpin

BANDA ACEH, ACEHKITA.COM – Aktivis perempuan lintas komunitas di Aceh menggelar diskusi untuk merefleksi Pilkada Aceh 2017, dalam melihat...

200 Siswa Ikut Olimpiade Matematika dan Sains

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Ratusan murid sekolah di Provinsi Aceh, mulai tingkat Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas akan...

Polisi Kawal Ketat Persidangan Kasus 78 Kg Sabu

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Pengadilan Negeri Banda Aceh kembali menyidangkan para terdakwa dalam kasus kepemilikan 78 kilogram sabu-sabu,...

Maher Zain Nyanyi Insya Allah, Penonton Histeris

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Penyanyi asal Swedia Maher Zain tampil memukau di hadapan ribuan penggemarnya di Stadion H....
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Para pemantau asing dari lembaga yang berbasis di Bangkok, Thailand, The Asian Network for Free and Fair Election (ANFREL), akan memantau jalannya pelaksanaan pemilihan kepala daerah di Aceh. Sementara tiga lembaga lokal dan nasional lain juga akan memantau pilkada di daerah bekas konflik ini.

Empat lembaga pemantau pilkada yang telah mendaftar di Komisi Independen Pemilihan Aceh yaitu ANFREL, Institut Perdamaian Indonesia (IPI), Gerak, dan Lembaga Pemantau Penyelenggaraan Negara Republik Indonesia (LPPNRI). Untuk saat ini, hanya LPPNRI yang sudah memperoleh akreditasi dari KIP Aceh.

Ketua Divisi Perencanaan dan Data KIP Aceh Yarwin Adi Dharma menyebutkan, tiga lembaga (IPI, Gerak, dan ANFREL) sudah menyerahkan persyaratan untuk bisa menjadi pemantau pemilihan di Aceh.

“Ketiga lembaga ini sedang kita verifikasi. Untuk IPI setelah kita verifikasi ada kekurangan persyaratan, tapi tidak banyak. Hanya foto anggota (pemantau),” kata Yarwin pada konferensi pers di Media Center KIP Aceh Selasa (23/8).

LPPNRI akan menurunkan 300 pemantau yang akan disebarkan di seluruh Aceh. Sementara pemantau dari IPI berjumlah 17 orang yang disebar di 17 daerah pemilihan. “Dari ANFREL sedikit. Pemantauan mereka pilih secara random,” kata dia.

Yarwin menyebutkan, Aceh merupakan satu-satunya daerah di Indonesia yang pemilihan kepala daerahnya bisa dipantau oleh lembaga asing. Hal ini diatur dalam Undang-undang No 11/2006 tentang Pemerintahan Aceh. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Banyak Warga Aceh Belum Peroleh Pengetahuan Terkait COVID-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebagian besar warga di Aceh sampai saat ini disebut belum memperoleh pengetahuan mengenai virus...

Tiga Pasien Positif COVID-19 di Aceh Sembuh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Tiga pasien positif corona atau COVID-19 di Aceh dinyatakan sembuh. Mereka diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit...

200 Pengemudi Ojek Daring di Aceh Peroleh Bantuan Sembako

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 200 pengemudi ojek daring di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, Aceh, memproleh bantuan sembako dari Forum...

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan sembuh dan telah pulang dari...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

More Articles Like This