Monday, March 30, 2020

Lagi, Kawanan Gajah Liar Rusak Persawahan Warga

Must Read

Everland, Taman Bermain Tanpa Akhir

TAK lengkap rasanya melancong ke Korea tanpa datang dan mencoba berbagai wahana di Everland. Mulai dari yang memacu adrenalin,...

FOTO | Simulasi Pengamanan Pemilu

Polisi penindak huru hara terlibat bentrokan dengan massa yang menggeruduk kantor penyelenggara pemilihan dalam simulasi pengamanan Pemilu di Mapolresta...

Soal Bendera Aceh, Ketua Komisi A: Referendum Saja

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Polemik tentang bendera bintang buleuen terus menggelinding. Pemerintah Pusat diminta tidak membatalkan bitang buleuen...

Jatuh dari Pohon, Pemanjat Pinang Alami Infeksi Usus

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- JUMAT, 16 Januari lalu, menjadi hari kelabu bagi Zulkhairi. Remaja 19 tahun itu terjatuh...

SIGLI | ACEHKITA.COM – Sekelompok kawanan gajah liar diperkirakan berjumlah 10 ekor dilaporkan mulai memasuki persawahan dan merusak padi di kawasan Blang Meukik, Gampong Tunong, Keumala Dalam, Kecamatan Keumala, Pidie, dalam sepekan terakhir.

Akibatnya puluhan hektar padi ‘tajok’ atau padi huma (ladang padi di tanah kering, hanya mengandalkan curah hujan untuk pengairan) berumur sebulan masa tanam di ladang warga diobrak-abrik gajah.

Kawanan gajah itu merupakan pisahan dari kelompok gajah liar yang pernah dihalau dengan tiga ekor gajah jinak beberapa hari lalu di Gampong Tuha Lala, Kecamatan Mila, Pidie.

Gajah liar memasuki Blang Meukik kali ini merupakan yang keduanya kalinya. Musim tanam sebelumnya, kawanan gajah juga membabat habis padi di sawah yang berjarak sekitar 1,5km dari Gampong Tunong, Keumala Dalam itu.

Relawan Ranger Keumala, Kausar kepada acehkita.com mengatakan keberadaan kawanan gajah liar di persawahan Blang Meukik telah dilaporkan oleh tokoh masyarakat kepada Dinas Kehutanan dan Perkebunan Pidie dua hari lalu.

“Namun sangat disayangkan, hingga hari ini belum ada respon apapun dari pihak dinas. Mereka selalu beralasan tidak ada anggaran saat diminta turun oleh warga untuk menghalau gajah liar yang mengusik petani,” kata Kausar, Minggu (22/1/2017).

Kausar, yang juga relawan Ranger Keumala mengaku dirinya turun bersama masyarakat menghalau gajah liar di sana dengan sukarela dan menggunakan peralatan seadanya.

“Kami usir semampu kami, jika pihak dinas bilang tidak ada anggaran untuk mengusir gajah liar, memangnya kami petani di sini ini ada anggaran untuk menghalau gajah liar. Akan tetapi kami dengan sukarela menghalau gajah agar petani bisa kembali berkebun dan pergi ke sawah untuk mencari rezeki,” ujar Kausar.

Petani di Keumala Dalam sejak mengetahui keberadaan gajah liar di persawahan mereka dalam sepekan ini, lanjut Kausar, mereka tidak berani lagi pergi ke sawah atau pun ke kebun miliknya.

Padahal sawah dan kebun merupakan sumber utama mata pencaharian warga di sana. “Petani terus dirugikan. Pemerintah sepertinya kurang peka dengan penderitaan petani. Buktinya konflik gajah liar yang mengganggu petani dibiarkan begitu saja, berlarut-larut,” kata Kausar.

Ia berharap pemerintah melalui dinas terkait harus segera mengambil langkah konkret atas persoalan konflik gajah liar yang terus terjadi saban bulan sejak Desember 2015 lalu di Keumala, Pidie.

“Jangan sampai warga yang hilang kesabarannya karena kebun miliknya terus dirusak gajah mengambil tindakan yang dilarang, seperti membunuh atau meracun gajah,” pungkas Kausar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Cegah Corona, Masjid Raya Baiturrahman Disemprot Disinfektan Sebelum Salat Jumat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Enam belas personel gabungan dari unit KBR (kimia, biologi, radio aktif) Detasemen Gegana Satuan...

Cegah Penyebaran Corona, Arab Saudi Hentikan Shalat Berjamaah di Masjid

RIYADH – ACEHKITA.COM – Pemerintah Arab Saudi, hari Selasa waktu setempat (Rabu dini hari WIB), menghentikan sementara pelaksanaan shalat berjamaah di semua masjid negara...

Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Pemerintah Aceh Liburkan Sekolah Mulai Besok

Mengantisipasi meluasnya penyebaran virus corona atau Covid-19, Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah, meliburkan sekolah-sekolah di bawah kewenangan Pemerintah Aceh, mulai besok, Senin (16/3/2020). Penegasan...

Biaya Haji Aceh 2020 Rp 31.454.602, Termurah se-Indonesia

Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 1441 H/2020 untuk Jamaah Calon Haji asal embarkasi Aceh sebesar Rp 31.454.602 per jamaah, sedangkan besaran Bipih 1441 H/2020...

Persiraja Jadi Klub Pertama di Liga 1 2020 yang Didenda Komdis PSSI

Komite Disiplin (Komdis) PSSI mengeluarkan keputusan dari hasil sidang yang dilakukan pada Senin (9/3/2020) lalu. Ada 3 hukuman yang diberikan buat klub dan individu...

More Articles Like This