BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Petugas Bea dan Cukai Banda Aceh kembali menyita puluhan karung gula di salah satu gudang di kawasan Deah Glumpang, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, Rabu (8/8). Gula tersebut dibawa dari Sabang untuk dijual di Banda Aceh.
Muhammad, pemilik gula, mengatakan, gula yang disita petugas bukan gula milik salah satu toke. Tetapi gula itu merupakan milik warga yang dibawa dari Sabang untuk dijual ke Banda Aceh. Mereka membeli gula di Sabang seharga Rp500 ribu dan akan dijual dengan harga Rp560 ribu.
“Kenapa gula kami disita. Kami hanya bawa tiga karung gula,” kata Muhammad di kantor Bea dan Cukai.
Gula yang disita tersebut, kata Muhammad, berjumlah sekitar 50 sak milik sepuluh warga Sabang. “Kami membawa tiga sak setiap orang. Tetapi ada juga yang bawa lima sak. Laba yang kami dapat hanya Rp20 ribu dari setiap sak,” jelasnya.
Kepala Bea Cukai Banda Aceh Beni Novri mengatakan, berdasarkan Undang-undang Nomor 37/2000, gula tersebut hanya boleh beredar untuk wilayah Sabang. Jika dibawa keluar, maka petugas Bea Cukai akan menangkap pemilik barang.
“Gula yang kami tangkap akan dijadikan milik negara,” kata Beni.
Barang yang disita, kata Beni, ada sekitar 80 sak dan akan diamankan di kantor bea dan cukai dikawasan Lamteumen. “Siapa yang melanggar di depan kita, kita tangkap,” pungkasnya.
Ini merupakan penyitaan kali kedua dalam bulan suci Ramadan. Sebelumnya, polisi menggagalkan “penyelundupan” 150 sak gula yang dilakukan oleh “nyak-nyak” di Pelabuhan Ulee Lheue. []