Sunday, April 5, 2020

KUA Kecamatan Makmur Sosialisasikan Pencegahan Pernikahan Dini ke Siswa

Must Read

TEATER | Panggung Pak Rektor

DIA seorang lelaki. Ia orang besar. Bisnisnya berjalan lancar. Namun sayang, pada suatu ketika, ia harus meringkuk di balik...

Demo Ricuh, 3 Mahasiswa Masuk RS

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Unjukrasa puluhan mahasiswa ke Kantor Gubernur Aceh di Banda Aceh, Selasa (12/10) berakhir ricuh....

CITIZEN | Lampulo: Nadi Perekonomian Banda Aceh

SUARA ayam menandakan rezeki Tuhan sudah disebarkan ke seluruh penjuru alam, saatnya hamba menggerakkan langkah untuk menjemputnya. Di...

Duo Korsel Siap Tampil di Lampineung

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Persiraja terus mempersiapkan diri menghadapi Liga Super Indonesia musim 2011/2012. Di antara persiapan tersebut, Persiraja...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

BIREUEN | ACEHKITA.COM – Guna menekan angka pernikahan dini di bawah usia 19 tahun, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Makmur di Kabupaten Bireuen, melakukan sosialisasi pencegahan pernikahan dini kepada siswa tingkat sekolah menengah atas (SMA) sederajat.

Kepala KUA Kecamatan Makmur, Abdul Halim Mubary, di hadapan seratusan siswa SMA Negeri 1 Makmur, memaparkan bahwa sesuai dengan Undang-Undang (UU) Nomor 16 Tahun 2019 perubahan atas UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan yang disahkan pada 14 Oktober 2019, maka usia pernikahan bagi perempuan dan laki-laki menjadi 19 tahun.

UU Nomor 16 Tahun 2019 tersebut mulai berlaku sejak 15 Oktober 2019 setelah sebelumnya dikabulkan judicial review-nya oleh Mahkamah Konstitusi. “Jika sebelumnya usia pernikahan bagi perempuan 16 tahun dan pria 19 tahun, maka pada UU Nomor 16 Tahun 2019, usia pernikahan pria dan wanita sama, menjadi 19 tahun,” ujarnya kepada para siswa, Jumat (6/12).

Namun demikian, Abdul Halim menambahkan, jika pernikahan tetap ingin dilakukan, maka orang tua atau wali kedua calon mempelai, harus mengajukan dispensasi kepada Mahkamah Syar’iyah atau Pengadilan Agama dengan menghadirkan kedua calon mempelai untuk dimintai keterangannya.

Acara yang dipandu Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Iskandar, tersebut berlangsung akrab dan hangat yang disertai guyonan. “Baru-baru ini, ada pasangan anak usia 15 dan 14 tahun di Kalimantan Selatan, yang menikah dini dan viral di media sosial bahkan diundang ke salah satu stasiun televisi nasional. Kalau kalian mau masuk televisi, maka menikah dini sajalah,” canda Abdul Halim yang disambut tawa siswa dan dewan guru.

Pada bagian lain, Kepala KUA Makmur juga menilai, kehidupan ‘zaman now’ sangat memengaruhi kehidupan generasi milenial akibat masifnya pengaruh telekomunikasi, informasi, dan teknologi. Kebanyakan remaja ada yang berkenalan lewat dunia maya.

“Medsos sekarang bisa menjadi mak comblang. Benda itu bisa membuat kalian bahagia sekaligus menderita. Orang yang nikah di KUA, sebagian ada yang berawal dari perkenalan di medsos, jadian dan nikah. Tapi medsos jugalah yang memisahkan kalian karena salah penggunaannya. Yang dimesra-mesrain bukan lagi istri dan suami, tapi perempuan dan pria lain. Akhirnya rumah tangga terguncang dan berakhir di mahkamah,” ujar Abdul Halim, mengingatkan para siswa.

Abdul Halim menyebut ponsel punya peran besar dalam menyatukan dan menceraikan orang. “Maka berhati-hatilah dalam penggunaannya,” ucapnya.

Menyangkut risiko nikah muda, Abdul Halim menambahkan, banyak sekali problem yang muncul. Mulai dari kekerasan dalam rumah tangga, tekanan psikologis, aktualisasi diri yang terbatas, pendidikan terlantar, hingga persoalan ekonomi, dan perceraian.

“Belum kerugian kesehatan, seperti timbulnya penyakit leher rahim, kurang asupan nutrisi ibu hamil, hingga anak yang dilahirkan berisiko tinggi, kematian ibu dan anak, yang berdampak langsung kepada anak perempuan,” tuturnya.

Padahal, kata Abdul Halim, usia anak 18 tahun ke bawah, sesuai UU Nomor 23 Tahun 2002, masih butuh aktualisasi diri dan berkembang, ini sesuai dengan konsensus nasional, guna meraih bonus demografi. “Karena negara dan bangsa akan kuat dan maju, jika dibarengi oleh kualitas generasi mudanya yang cerdas dan sehat,” pungkasnya.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

Ruang Outbreak Pinere RSUDZA Dijadikan Tempat Isolasi Pasien COVID-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - RSUDZA Banda Aceh telah memiliki 12 ruang Outbreak Pinere (Penyakit Infeksi New-Emerging dan Re-Emerging) pada Selasa (31/3/2020). Ke-12 ruang...

Update Corona di Aceh: 5 Positif, 2 Meninggal, 44 PDP, 797 ODP

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona di Aceh bertambah 177 orang menjadi 797 orang per Selasa (31/3/2020) pukul 15.00...

More Articles Like This