Sunday, March 29, 2020

Konflik KPK vs Polri Pengaruhi Pemberantasan Korupsi di Daerah

Must Read

Petani Kakao di Tiga Kabupaten Peroleh Bantuan Bibit

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Sejumlah petani kakao di Kabupaten Pidie, Aceh Utara, dan Bireuen, memperoleh bantuan bibit kakao...

KPU Jawa Barat Studi Banding ke KIP Aceh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Pelaksanaan pemilihan kepala daerah serentak di 17 kabupaten/kota dan satu di tingkat provinsi yang...

Parlemen Sorot Jalan Amerika

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Sejumlah anggota DPR Aceh menyorot realisasi pembangunan ruas jalan yang menghubungkan Banda Aceh dengan...

Rafly Meriahkan Pembukaan Festival Seudati

BIREUEN | ACEHKITA.COM -- Festival Seudati Se-Aceh 2012 yang akan digelar pada 8-10 Oktober 2012 di Bireuen, akan dimeriahkan...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Penahanan dua mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bibit Samat Rianto dan Chandra Hamzah oleh Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri, bisa mempengaruhi pemberantasan korupsi di daerah. Penahanan ini adalah puncak dari pertarungan cicak (KPK) dengan buaya (Polri).

Kasus penahanan dua anggota nonaktif KPK ini membuat rakyat di daerah semakin takut mengawasi kinerja pemerintahan. Bisa-bisa, mereka dikriminalisasikan dengan berbagai dalih.

“Pemimpin KPK saja yang dibentuk oleh pemerintah bisa dikriminalkan, apalagi masyarakat biasa atau aktivis ant korupsi,” kata Akhiruddin Mahyuddin, aktivis Gerakan Antikorupsi Aceh, Senin (2/10).

Namun, ia mengajak masyarakat untuk melawan segala bentuk pembungkaman itu.

Udin -sapaan Akhiruddin- meminta Polisi dan Kejaksaan di Aceh untuk belajar dari kasus Bibit-Chandra, agar tak lalai dalam menyidik kasus korupsi.

Jaksa dan Polisi di Aceh diminta menyelesaikan kasus korupsi secara tuntas dan transparan, agar tak menuai perlawanan dari masyarakat, sebagaimana dalam kasus Bibit dan Chandra.

TAF Haikal, seorang tokoh muda Aceh menambahkan, selama ini, banyak kasus korupsi yang masih ditangai Polda dan Kejaksaan di Aceh, masih mendapat perhatian serius dari masyarakat. “Contohnya, penjualan besi jembatan,” katanya.

Polda Aceh diminta jangan melarut-larutkan kasus ini dan segera menuntaskannya secara profesional dan transparan.[]

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Cegah Corona, Masjid Raya Baiturrahman Disemprot Disinfektan Sebelum Salat Jumat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Enam belas personel gabungan dari unit KBR (kimia, biologi, radio aktif) Detasemen Gegana Satuan...

Cegah Penyebaran Corona, Arab Saudi Hentikan Shalat Berjamaah di Masjid

RIYADH – ACEHKITA.COM – Pemerintah Arab Saudi, hari Selasa waktu setempat (Rabu dini hari WIB), menghentikan sementara pelaksanaan shalat berjamaah di semua masjid negara...

Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Pemerintah Aceh Liburkan Sekolah Mulai Besok

Mengantisipasi meluasnya penyebaran virus corona atau Covid-19, Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah, meliburkan sekolah-sekolah di bawah kewenangan Pemerintah Aceh, mulai besok, Senin (16/3/2020). Penegasan...

Biaya Haji Aceh 2020 Rp 31.454.602, Termurah se-Indonesia

Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 1441 H/2020 untuk Jamaah Calon Haji asal embarkasi Aceh sebesar Rp 31.454.602 per jamaah, sedangkan besaran Bipih 1441 H/2020...

Persiraja Jadi Klub Pertama di Liga 1 2020 yang Didenda Komdis PSSI

Komite Disiplin (Komdis) PSSI mengeluarkan keputusan dari hasil sidang yang dilakukan pada Senin (9/3/2020) lalu. Ada 3 hukuman yang diberikan buat klub dan individu...

More Articles Like This