KMA Galang Dana Wakaf untuk Pembangunan Asrama Mahasiswa Aceh di Mesir

KMA Galang Dana Wakaf untuk Pembangunan Asrama Mahasiswa Aceh di Mesir
Mahasiswa Aceh di Mesir. (Foto: Dok. KMA Mesir)

KAIRO | ACEHKITA.COM – Keluarga Mahasiswa Aceh (KMA) Mesir, terus melakukan penggalangan dana wakaf untuk pembangunan asrama mahasiswa Aceh di Mesir. Sebab flat yang dimiliki saat ini tidak mampu lagi menampung jumlah mahasiswa yang tiap tahunnya semakin bertambah.

Ketua KMA Mesir, A’maril Basyiriy, menyampaikan bahwa kapasitas Meuligoe Aceh tidak lagi mampu untuk menampung jumlah mahasiswa Aceh yang jumlahnya sekarang mencapai 500 lebih. Menurutnya, jumlah ini akan terus meningkat mengingat minat masyarakat Aceh untuk kuliah di Mesir semakin tahun, semakin bertambah.

“Tempat kita sekarang sangat sempit. Kita sangat membutuhkan tempat baru yang lebih luas, yang bisa menampung mahasiswa Aceh di Mesir agar bisa belajar dan mengaji dengan lebih baik. Asrama Aceh nanti juga akan terus diisi pengajian-pengajian kitab islami seperti di Meuligoe Aceh sekarang,” ujar A’maril dalam keterangan tertulis kepada acehkita.com, Senin (1/7).

Dia menyebutkan program pembangunan asrama tersebut merupakan program jangka panjang yang diharapkan bisa secepatnya terlaksana dengan berbagai bantuan dari semua pihak.

Sementara itu, Ketua Pembangunan Asrama, Mukhlis Ilyas, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu menyumbangkan ide dan materi demi tercapainya cita-cita mulia ini, terutama kepada Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) yang banyak membantu di Aceh.

Ia menambahkan, siapa saja boleh membantu dan menyumbang dana wakaf untuk pembangunan asrama KMA Mesir, termasuk mahasiswa Aceh di Mesir yang memiliki kelebihan dana atau ingin menyumbang.

“Kita menerima sumbangan dari siapa saja,  baik dari pemerintah atau dari kalangan mahasiswa. Walaupun hanya berupa satu pound atau satu rupiah, kita tetap menerimanya. Jika semua menyumbang, nanti kita memiliki perasaan memiliki terhadap asrama yang kita wakafkan nanti. Tujuan kita masih sangat jauh, segala bentuk dukungan dan bantuan sangat dibutuhkan,” ujar Mukhlis.

Dia mengajak semua pihak untuk berkontribusi dalam mewujudkan cita-cita mulia mahasiswa Aceh mempelajari ilmu agama Islam, untuk memperkuat pemahaman Islam di Aceh.

“Kami berharap asrama ini nantinya menjadi semacam rumah wakaf yang diperuntukkan bagi mahasiswa Aceh di Mesir. Jika di Arab Saudi, Aceh punya Baitul Asyie, semoga cita-cita orang Aceh di Mesir punya rumah seperti di Arab Saudi tercapai juga,” tutur Mukhlis.

KMA Mesir sebagai wadah persatuan pelajar, mahasiswa dan masyarakat Aceh di Mesir sudah berdiri mulai tahun 1974. Pada saat itu mahasiswa Aceh baru berjumlah 10 orang, yang diketuai oleh Tgk. Ilyas Daud. Selama 31 tahun, KMA tidak memiliki sekretariat tetap, sehingga harus berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain.

Tepatnya pada tahun 2005, mahasiswa Aceh berhasil membeli sebuah flat yang kemudian difungsikan sebagai sekretariat. Flat ini memiliki luas 126 meter persegi yang mampu menampung sebanyak 180 orang. Flat yang dijadikan sebagai sekretariat dan pusat berbagai kegiatan mahasiswa Aceh di Mesir, berhasil dibeli berkat sumbangan mahasiswa Aceh itu sendiri dan para dermawan yang mewakafkan hartanya untuk kemajuan pendidikan mereka di Mesir.

Namun seiring berjalannya waktu, minat dan angka mahasiswa yang melanjutkan studi di Mesir semakin bertambah. Sampai tahun 2019, tercatat 519 pelajar dan mahasiswa Aceh yang ada di Mesir, mereka terdiri dari jenjang pendidikan yang berbeda-beda, mulai dari tingkat Taman Kanak-Kanak hingga Perguruan Tinggi.

Sebanyak 56 orang di antaranya sedang melanjutkan program master (S2), dan 5 orang pada  jenjang doctoral (S3). Umumnya mereka adalah mahasiswa di Universitas Al-Azhar, Kairo. Sebagian lainnya terdaftar pada beberapa universitas tersohor di Mesir, seperti Cairo University, Institute of Higher Islamic Studies dan Institute of Arab Research and Studies.

Flat yang dimiliki saat ini tidak mampu lagi menampung jumlah mahasiswa yang tiap tahunnya semakin bertambah. Ini merupakan kendala besar yang dialami oleh KMA ketika melaksanakan berbagai kegiatan, seperti tahfiz/tahsin Al-Quran, bimbingan belajar, pengajian, kaligrafi, dan berbagai kegiatan lainnya.

Oleh karena itu, kata A’maril, mahasiswa Aceh di Mesir sangat membutuhkan tempat baru yang lebih luas dan lebih baik, guna mendukung kegiatan-kegiatan tersebut.

Lebih lanjut, dalam keterangan tertulis itu disebutkan, dana yang dibutuhkan untuk pembangunan asrama mahasiswa Aceh di Mesir diperkirakan berjumlah 52.590.801.000 rupiah.

Dana bantuan bisa disalurkan ke rekening Bank Mandiri Syariah atas nama Panitia Pembangunan Asrama KMA Mesir bernomor 777 3335 537. Atau dapat menghubungi nomor panitia di +20 106 935 2733.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.