Kisah Rika, Tak Sempat Nganggur Setamat Manajemen Agribisnis Unsyiah

Silaturahmi alumni Manajemen Pertanian Unsyiah.

Bagaimana rasanya setamat kuliah langsung bekerja? Pengalaman ini dirasakan Rika Miranda, alumni Program Vokasi Manajemen Agribisnis, Fakultas Pertanian,  Universitas Syiah Kuala (Unsyiah). Kini, dia bekerja sebagai PNS pada Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian RI, Bidang Pengendali Organisme Tumbuhan.

Rika Miranda yang akrab disapa Ica, lahir di Mata Ie Aceh Besar, 10 November 1992. Usai menamatkan pendidikan di SMA Negeri 1 Ingin Jaya, dia memutuskan melanjutkan pendidikan di D3/Vokasi Manajemen Agribisnis, tahun 2011 dan dinyatakan lulus tepat waktu pada 2014 silam.

Ica merasa begitu gembira, sesuai prediksinya kuliah di vokasi sangat membantunya dalam mencari pekerjaan. Hal ini dibuktikannya dengan tidak lama setelah lulus dari Manajemen Agribisnis, Ica dinyatakan lulus pada penerimaan PNS tahun 2015 lalu, yaitu di Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian RI. Tugasnya mengawasi dan mencegah masuk dan keluarnya hama dan penyakit yang di bawa oleh semua komoditi pertanian ke suatu area, atau daerah di wilayah Negara RI dari negara lain.

“Begitu siap wisuda, bulan depannya langsung ada pembukaan CPNS, ikut tes bulan Oktober sampai bulan Januari 2015, lulus dan dapat SK sebagai PNS bidang pengendali organisme tumbuhan,” jelas Ica.

Dia membagikan pengalamannya selama kuliah. Menurutnya, kuliah di Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) khususnya Prodi Manajemen Agribisnis, memberikan kebanggaan tersendiri baginya. Unsyiah merupakan salah satu Univeritas terbaik di Aceh dengan akreditasi institusi A dan sangat diminati oleh masyarakat, baik dari dalam maupun luar Aceh.

Selama kuliah, ia tidak mengalami kesulitan dan kendala yang berarti. Kuliah di vokasi juga tidak melulu belajar teori di kelas, mahasiswa juga dibekali ilmu dengan praktik, dan turun langsung ke lapangan agar lebih membantu mahasiswa dalam menyerap ilmu yang diberikan. Ica juga aktif mengikuti ekstrakurikuler kampus melalui himpunan mahasiswa juga sering terlibat menjadi panitia pada beberapa acara semasa kuliah.

“Dulu pilih Unsyiah karena kan sudah Negeri, lebih bergengsi, dan juga terkenal di Aceh, jadi bisa menjadi lulusan Unsyiah ada kebanggaan sendiri,” kata Ica.

“Terus pilih Manajemen Agribisnis karena lebih cepat, lebih gampang dan kuliahnya juga tidak melulu teori aja tapi juga lebih banyak praktik, siap kuliah langsung praktikum jadi lebih mudah nempel dan dipahami,” lanjut Ica.

Rika Miranda

Menurutnya, kuliah di Manajemen Agribisnis memberikan peluang kerja yang lebih besar, lebih menjanjikan dan lulusan yang dihasilkan juga kompeten. Mata kuliah yang diberikan di vokasi juga sangat membantu para mahasiswa dan lulusan dalam mencari kerja. Lulus dari vokasi, para lulusan juga dibekali ilmu menjadi agripreneur dan siap bekerja, diberikan Ijazah dan dapat kembali melanjutkan kuliah ke jenjang Sarjana Sains Terapan.

“Mata kuliahnya juga sangat membantu dan banyak manfaatnya di tempat kerja saya saat ini, seperti mata kuliah bidang holtikultura dan bidang perkebunan, ada hitungan-hitungan juga seperti dasar-dasar akuntansi dan statistik terapan,” kata Ica menjelaskan.

Menurutnya, para lulusan yang seangkatan dengannya rata-rata sudah bekerja dan tidak lama menganggur. “Tidak semua di pemerintahan, ada juga yang buka usaha sendiri, sudah ada basicnya, karena di Vokasi Manajemen Agribisnis jadi dasar bisnisnya sudah ada,” lanjut Ica.

Setelah sekarang bekerja sebagai PNS, Ica juga mempunyai target agar ke depannya dapat membuka sebuah usaha, seperti makanan ringan yang saat ini banyak digemari oleh masyarakat. Ica merasa yakin, dengan ilmu yang telah didapatkannya selama kuliah di Manajemen Agribisnis akan sangat membantu dalam pengembangan usaha yang akan dijalaninya nanti.

Kampus pertanian

Ketua Program Studi, Akhmad Baihaqi mengatakan, kuliah di Manajemen Agribisnis vokasi tidak melulu belajar bertani, apalagi tantangan ke depan adalah pertanian modern dengan kebutuhan penerapan teknologi. Kurikulum vokasi juga sangat fleksibel dengan tuntutan kebutuhan pertanian modern, sehingga bekal bagi para mahasiswa untuk siap masuk dalam dunia usaha dan dunia indistri.

Para mahasiswa juga dibekali dengan mata kuliah yang mendukung mereka untuk siap menjadi agripreneur dan siap kerja. Mata kuliah selain kompetensi utama di bidang agribisnis, juga kompetensi umum seperti Sistem Informasi Manajemen, Komunikasi Bisnis, Manajemen Manajerial, Manajemen Sumber Daya Manusia.

Saat ini Vokasi Manajemen Agribisnis juga telah melakukan kerja sama dengan sejumlah perusahaan untuk menyiapkan mahasiswa dalam kesiapan kerja di Dunia Usaha dan Dunia Industri baik di Aceh maupun luar Aceh. Beberapa di antaranya adalah: Taman Buah Mekar Sari, PT Perkebunan Nusantara I, PT Semadam, Kebun Percobaan Kopi Gayo, Oro Caffee Gayo, dan Deputroe Coffee yang merupakan industri produk khas Aceh yang telah mengglobal.

Tahun 2020 ini Program Studi Manajemen Agribisnis akan mendapatkan fasilitas teaching industry untuk kegiatan hilir kopi dan fasilitas studio multimedia dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sebagai hibah pemenang kompetisi nasional dalam Program Penguatan Perguruan Tinggi Vokasi, satu-satunya dari Unsyiah pada tahun 2020 ini. Diharapkan nantinya para mahasiswa dapat langsung merasakan proses pembelajaran berbasis industri bersama dengan dunia usaha.

Akhmad Baihaqi

Di sisi lain para mahasiswa juga diwajibkan menguasai teknologi informasi dan digital, sebagai tuntutan era globalisasi yang berkembang pesat. “Ini salah satu fokus dalam memperkuat SDM Manajemen Agribisnis, tujuannya dapat menghasilkan lulusan yang profesional, dan semakin kompeten di era revolusi industri 4.0,” kata Baihaqi.

Akhmad Baihaqi melanjutkan, saat ini Program Studi Manajemen Agribisnis tengah melakukan penerimaan mahasiswa baru Tahun Ajaran 2020/2021.

“Penerimaannya akan dimulai tanggal 13 Juli s/d 6 September 2020, tahun ini penerimaan dilakukan secara online, calon mahasiswa dapat mengirimkan rapor SMA mereka dan informasi lengkap dapat dilihat melalui laman http://d3fp.unsyiah.ac.id/ ”. [inforial]  

Kisah Sarjana Muda Pertanian, Terapkan Ilmu Kuliah di Kebun Kopi

ACEHKITA.COM menerima bantuan dana dari Google News Initiative (GNI) melalui program Journalism Emergency Relief (JER) Fund sebesar US$5.000

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.