Tuesday, April 7, 2020

Ketika Merauke Dipaksa jadi Lumbung Pangan dan Energi

Must Read

FOTO | Naikan Jaring Pukat

Nelayan menaikkan jaring ke boat di Gampong Jawa, Banda Aceh, Kamis (5/7). Nelayan boat pukat banyak membatalkan mencari ikan...

Besok, Becak Berargo Diluncurkan di Banda Aceh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Anda penyuka transportasi becak motor? Mulai besok, Jumat, Anda akan mulai menemukan becak berargo...

FOTO | Jalan Rusak

Sebuah mobil melewati jalan yang rusak di kawasan Alue Lhok, Tangse, Selasa (21/8). Jalan lintas Tangse-Meulaboh di Desa Alue...

Kisah Negeri Kelapa Sawit

SUBULUSSALAM – Menko Kesra (Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat) Agung Laksono merasa terkejut mendengar Pidato Gubernur Aceh Irwandi Yusuf tentang...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

TUJUAN kami ke ujung paling timur Indonesia, ingin melihat sebuah terobosan dari Jakarta, menjadikan Merauke lumbung pangan nasional. Yang diinisiasi sejak tahun 2000, saat pangan di negeri ini diambang krisis.

Program ini awalnya digagas Johannes Gluba Gebze, Bupati Merauke saat itu. Niat dia, membangkitkan ekonomi masyarakat. Walau pengelolaan diserahkan ke swasta, tapi dikembangkan dengan model perkebunan. Basisnya pada beras, sagu, jagung, kedelai dan tebu, dengan skema Merauke Integrated Rice Estate (MIRE).

Usulan John disambut baik Jakarta, kran investasi dibuka. Tapi yang datang jutru banyak pemain sawit, investasi di bidang pangan kurang peminat.

Untuk menampungnya, pada 2010 MIRE berubah menjadi Merauke Integrated Food and Energy Estate (MIFEE). Sawit masuk di dalamnya, sebagai sumber energi.

April 2015, di sela-sela melakukan panen raya di lahan yang dikembangkan Medco Group, di Merauke, Presiden Joko Widodo kembali mengumumkan pembukaan sawah baru, luasnya 1,2 juta hektar (ha). Targetnya rampung dalam tiga tahun.

Direktur World Wildlife Fund (WWF) Papua Benja V Mambai dalam sebuah forum mempertanyakan, tentang kesedian lahan seluas 1,2 ha, untuk sawah baru di Merauke.

“Secara keseluruhan Kabupaten Merauke mempunyai luas 4,6 juta ha. 2,4 juta ha di antaranya daerah yang dilindungi, di dalamnya ada hutan lindung, taman nasional dan daerah resapan air,” Benja menerangkan.

Lanjut dia, 228.000 hektare (sudah masuk) cluster MIFEE, terdiri dari 16 perusahaan. 70.000 ha telah dimanfatkan untuk lahan transmigrasi. 759.000 ha HTI, dikelola sembilan perusahaan. 221.000 ha dikuasai delapan perusahaan sawit. 17 perusahaan tebu dengan luas lahan 546.000 ha, dan pertanian serta tanaman pangan seluas 67.000 hektar. []

SUPARTA ARZ

Previous articleLebaran Ala Jokowi
Next articleKontroversi Toa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Tiga Pasien Positif COVID-19 di Aceh Sembuh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Tiga pasien positif corona atau COVID-19 di Aceh dinyatakan sembuh. Mereka diperbolehkan pulang setelah...

200 Pengemudi Ojek Daring di Aceh Peroleh Bantuan Sembako

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 200 pengemudi ojek daring di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, Aceh, memproleh bantuan sembako dari Forum...

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan sembuh dan telah pulang dari...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

More Articles Like This