Friday, April 3, 2020

Ketika Menteri Susi “Paddling” di Teluk Sabang

Must Read

FOTO | Diduga Tempat Ibadah

Sejumlah aparat Kepolisian Resort Kota Banda Aceh berjaga-jaga di depan toko berlantai tiga di Jalan H.T. Daudsyah Penayong, persisnya...

Gajah Sumatra

Gerombolan gajah terlatih melewati sungai Sarah Deu, Sampoiniet, Aceh Jaya. Untuk menghindari konflik manusia dengan gajah, Balai Konservasi Sumber...

KIP Konsultasi ke KPU dan Mendagri Lagi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh kembali akan melakukan konsultasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU)...

Tolak Hak Angket, Aktivis MaTA Demo di Depan Gedung DPR

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sejumlah aktivis lintas organisasi dari 15 provinsi yang tergabung dalam Jaringan Antikorupsi melakukan aksi...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, tampaknya cukup menikmati selama tiga hari berada di Pulau Weh pada 1 hingga 3 Desember 2017, dalam rangka menghadiri kegiatan Sail Sabang.

Empat foto yang diunggah ke Instagram, Menteri Susi menyempatkan diri paddling di Teluk Sabang. Tampak Susi tersenyum sumringah saat mengayuh kayak di perairan yang cukup tenang itu.

Melalui akun susipudjiastuti115, foto-foto tersebut diberi keterangan, “Paddling di Teluk Sabang, melihat dari dekat kapal Silver Sea 2. Kapal hasil tangkapan TNI AL dan Satgas 115 di Perairan Sabang.”

Berbagai komentar dan pujian diungkapkan para followernya. Ada juga yang berharap supaya harga ikan bisa lebih murah sampai meminta Susi untuk menenggelamkan kapal tersebut.

Silver Sea 2 adalah kapal kargo asal Thailand yang ditangkap KRI Teuku Umar milik TNI Angkatan Laut di Selat Malaka, sekitar 80 mil garis pantai Sabang di Pulau Weh, 13 Agustus 2015 silam.

Kapal yang panjangnya 81,73 meter dan memiliki mesin pendingin canggih ditangkap setelah diintai sejak dari laut Jawa karena diduga memuat ikan hasil curian dari kapal-kapal pukat harimau di tengah lautan.

Menurut rencana, kapal Silver Sea 2 yang telah disita untuk negara itu akan dijadikan museum sebagai bagian kampanye mengenai pemberantasan penangkapan ikan ilegal.

Ide menjadikannya sebagai museum dikatakan Susi dalam rilis, 20 Oktober lalu, setelah Pengadilan Negeri Sabang memutuskan kapal itu disita untuk negara.

Sedangkan nakhoda Silver Sea 2, Yotin Kuarabiab telah dideportasi ke negaranya, Thailand, setelah membayar denda Rp250 juga sesuai putusan majelis hakim.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

Ruang Outbreak Pinere RSUDZA Dijadikan Tempat Isolasi Pasien COVID-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - RSUDZA Banda Aceh telah memiliki 12 ruang Outbreak Pinere (Penyakit Infeksi New-Emerging dan Re-Emerging) pada Selasa (31/3/2020). Ke-12 ruang...

Update Corona di Aceh: 5 Positif, 2 Meninggal, 44 PDP, 797 ODP

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona di Aceh bertambah 177 orang menjadi 797 orang per Selasa (31/3/2020) pukul 15.00...

More Articles Like This