Friday, April 3, 2020

Kena Ranjau, Seekor Gajah Mati Mengenaskan

Must Read

Warga Aceh di Matraman Buka Puasa Bersama

JAKARTA TIMUR | ACEHKITA.COM - Melanjutkan tradisi di bulan Ramadan, sejumlah warga Aceh yang bermukim di Matraman, Jakarta Timur,...

Gajah Liar Turun ke Desa Riweuek

Keumala - Kawanan gajah liar yang selama ini berada di persawahan Keumala mulai memasuki pemukiman warga di Desa Riweuek,...

FOTO | Save Palestine with Love

Mahasiswi menanam bunga kertas dalam aksi Save Palestina with Love di depan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat (23/11)....

Blogger Aceh Kumpulkan Koin Prita

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Gerakan pengumpulan koin di Aceh meluas. Setelah seorang ibu rumah tangga berinisiatif mengumpulkan koin,...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Seekor gajah Sumatera ditemukan mati dengan leher terputus di Desa Ranto Sabon, Kecamatan Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya, Sabtu (13/7/2013). Gajah laki-laki yang diperkirakan berusia 30 tahun itu tewas setelah terkena jebakan besi di kebun kosong.

Komandan Polisi Hutan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Aceh Jaya Armidi menyebutkan, gajah tersebut mati setelah masuk ke dalam perangkap besi yang tajam. Saat ditemukan, leher gajah tersebut terputus dan mengeluarkan banyak darah.

“Gadingnya hilang, diambil orang. Tapi kita tidak tahu siapa yang ambil,” kata Armidi kepada wartawan, Ahad (14/7/2013).

Yusuf, mahout (pawang) gajah Conservation Response Unit (CRU) Sampoiniet, menyebutkan, gajah tersebut ditemukan mati di sebuah lahan perkebunan kosong. Kasus gajah mati dalam perangkap dan gadingnya dicuri ini merupakan kasus pertama yang terjadi di daerah itu. “Sepertinya ada yang sengaja memasang perangkap,” ujar Yusuf pada acehkita.com. “Gadingnya sudah tidak ada lagi.”

Gajah tersebut, sebut Yusuf, sudah sering turun ke permukiman warga. “Tapi dia tidak merusak seperti kawanan gajah liar lainnya di daerah lain. Paling hanya rusak pohon kelapa atau pohon pinang,” kata Yusuf.

Yusuf menyebutkan, kasus kematian gajah dan pencurian gading ini sudah dilaporkan ke pihak Kepolisian Aceh Jaya. “Kita tidak ingin kasus kematian gajah terulang,” sebut Yusuf. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

Ruang Outbreak Pinere RSUDZA Dijadikan Tempat Isolasi Pasien COVID-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - RSUDZA Banda Aceh telah memiliki 12 ruang Outbreak Pinere (Penyakit Infeksi New-Emerging dan Re-Emerging) pada Selasa (31/3/2020). Ke-12 ruang...

Update Corona di Aceh: 5 Positif, 2 Meninggal, 44 PDP, 797 ODP

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona di Aceh bertambah 177 orang menjadi 797 orang per Selasa (31/3/2020) pukul 15.00...

More Articles Like This