Kematian Akibat Covid-19 Meningkat Tajam, Masyarakat Diminta Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

0
251

JAKARTA | ACEHKITA.COM – Jumlah kematian dokter, tenaga kesehatan dan masyakat di Indonesia akibat Covid-19 semakin meningkat tajam.

Data yang dihimpun tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) hingga Kamis siang (17/9/2020), menyebutkan bahwa total 117 dokter telah meninggal akibat terpapar Covid-19.

“Angka kematian dokter yang semakin cepat dan tajam ini menunjukkan masyarakat masih abai terhadap protokol kesehatan (prokes) yang diserukan oleh para tenaga kesehatan dan pemerintah,” kata dr Adib Khumaidi, SpOT – Ketua Tim Mitigasi PB IDI, dalam siaran pers yang diterima acehkita.com, Jumat pagi.

“Kami mewakili seluruh tenaga kesehatan di Indonesia memahami bahwa ada kebutuhan ekonomi yang juga perlu diperhatikan. Namun, kami meminta masyarakat sebagai garda terdepan dalam penanganan Covid ini agar disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam setiap aktifitas kesehariannya,” tambahnya.

“Hal ini bukan hanya untuk keselamatan para tenaga kesehatan, namun juga keselamatan diri mereka sendiri dan orang-orang di sekitar. Pandemi ini tidak akan pernah berakhir apabila tidak disertai peran serta semua elemen masyarakat . Dan hal ini tentunya juga akan berdampak negatif bukan hanya pada kesehatan namun juga ekonomi secara berkepanjangan.”

Adib menyebutkan, dengan jumlah dokter yang berguguran maka menjadi pekerjaan besar untuk tetap bisa memberikan proporsional dalam pelayanan kesehatan, para tenaga kesehatan kini menjadi benteng terakhir dalam penanganan Covid 19.

“Indonesia bahkan belum mencapai puncak pandemi gelombang pertama dikarenakan ketidakdisiplinan protokol kesehatan yang masif. Apabila hal ini terus berlanjut, Indonesia akan menjadi episentrum Covid dunia – yang mana akan berdampak semakin buruk pada ekonomi dan kesehatan negara kita,” ujarnya.

Sementara itu, DR. dr. Eka Ginanjar, SpPD, KKV, MARS selaku Ketua Tim Protokol Tim Mitigasi PB IDI mengatakan jumlah kematian masyarakat dan tenaga kesehatan di Indonesia merupakan yang tertinggi di Asia.

Hingga Kamis, menurut data Kementerian Kesehatan, jumlah warga yang meninggal dunia akibat Covid-19 telah mencapai 9.222 orang – dimana Jawa Timur menempati posisi pertama yaitu sebanyak 2.896 orang disusul DKI Jakarta 1.495 orang dan Jawa Tengah 1.195 orang.

Menurut Eka, dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan dan perilaku 3M yaitu selalu Mengenakan Masker, Menjaga Jarak, dan rajin Mencuci Tangan dengan benar, maka tingkat penularan dan kematian pada semua lapisan dapat ditekan sebagaimana halnya di negara lain.

Studi ilmiah yang dipublikasikan di The Lancet menyebutkan bahwa penggunaan alat pelindung diri dalam protokol kesehatan sangat membantu mencegah penularan.

Dengan Menjaga Jarak selama sekurangnya 1 (satu) meter, dapat mencegah penularan hingga 82 persen. Penggunaan masker sesuai standar dapat mencegah penularan hingga 85 persen. Sementara itu, penggunaan face shield saja hanya mencegah hingga 78 persen. Namun akan lebih baik lagi apabila selain menggunakan masker juga sekaligus face shield.

“Kasus penularan yang terkontrol di masyarakat akan mengakibatkan kolapsnya sistem kesehatan yang ditandai dengan tingginya tenaga kesehatan terpapar Covid dan sulitnya mencari tempat perawatan. Akibatnya, korban pasien Covid meningkat dan disertai juga peningkatan angkat kematian pasien non-Covid. Tugas kami – para tenaga kesehatan – tidak akan ada artinya tanpa peran serta masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan,” pungkas Eka.[]

ACEHKITA.COM menerima bantuan dana dari Google News Initiative (GNI) melalui program Journalism Emergency Relief (JER) Fund sebesar US$5.000

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.