Friday, April 3, 2020

Keluarga Susanto Melapor ke Komnas HAM

Must Read

Pedang Berlapis Emas Ditemukan di Kampung Pande

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM— Setelah dihebohkan dengan penemuan koin emas, kini warga Kampung Pande, Kecamatan Kuta Raja, Banda Aceh...

FOTO | WH Razia dan Segel Salon

Petugas Wilayatul Hisbah dan Satpol PP memeriksa salon kecantikan yang diduga dijadikan praktek mesum di kawasan Peunayong, Banda Aceh,...

Pemerintah Aceh Tetapkan Hari Tsunami 26 Desember Libur Kerja

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Pemerintah Aceh menetapkan tanggal 26 Desember sebagai hari libur resmi bagi pekerja pada perusahaan...

100 Eks Kombatan GAM Dapat Tanah 2 Ha di Peringatan 14 Tahun Damai Aceh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 100 orang eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh,...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Keluarga Susanto, korban meninggal setelah ditangkap polisi di Kecamatan Masjid Raya, Aceh Besar mengadu ke Komnas HAM. Syamsuddin, ayah korban dan Burhanuddin, paman korban melaporkan sejumlah tanda kekerasan di tubuh jenazah.

“Kami menduga korban dipukul sampai meninggal saat berada dalam penanganan polisi,” jelas Burhanuddin, Rabu (15/7). Ia yakin Susanto disiksa sebelum meninggal.

Keluarga korban diterima langsung Sepriadi Utama, Koordinator Kantor Perwakilan Aceh Komnas HAM. Sejumlah aktivis HAM dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh, Koalisi NGO HAM Banda Aceh serta Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Aceh, turut mendampingi.

Menurut Burhanuddin, keluarga tidak tahu polisi menangkap Susanto atas dugaan pencurian ban sepeda motor, Kamis (9/7). Pihak keluarga juga sempat menolak jenazah dan meminta surat keterangan dari polisi.

“Kami tidak diberitahu penangkapannya, tahu-tahu kami menerima mayat Susanto,” jelas Burhanuddin.

Burhanuddin curiga terjadi penyiksaan, saat memandikan jenazah. Menurutnya, kaki korban patah dan bahu berdarah. “Dipungung ada bekas pukulan balok, sementara di mata kiri memar,” katanya. Sementara pihak polisi tidak memberikan hasil visum.

Susanto ditangkap sekita pukul 11.oo WIB, polisi membawanya ke Puskesmas lima jam kemudian. Selanjutnya, dibawa ke Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin, Banda Aceh. “Sekita jam tiga pagi jenazah diantar ke rumah,” terang Burhanuddin.

Kamaruddin SH, Staf LBH Banda Aceh, mengatakan akan mengadvokasi kasus tersebut. “Ini melanggar HAM dan kami akan membantu keluarga korban untuk mendapatkan keadilan.”

Menurutnya, pihaknya bersama Koalisi NGO HAM dan KontraS Aceh akan berusaha semaksimal mungkin menangani kasus itu. “Kalau terbukti polisi bersalah dalam proses penangkapan terhadap korban, maka mereka juga harus diadili sesuai hukum,” kata Kamaruddin.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian tidak bersedia memberikan keterangan.[]

1 COMMENT

  1. Kes ini coba buktikan kalau memang sekarang ini aceh sudah aman dan ada undang2,buktikan pada nasyarakat coba siasat dgn adil.thank

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

Ruang Outbreak Pinere RSUDZA Dijadikan Tempat Isolasi Pasien COVID-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - RSUDZA Banda Aceh telah memiliki 12 ruang Outbreak Pinere (Penyakit Infeksi New-Emerging dan Re-Emerging) pada Selasa (31/3/2020). Ke-12 ruang...

Update Corona di Aceh: 5 Positif, 2 Meninggal, 44 PDP, 797 ODP

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona di Aceh bertambah 177 orang menjadi 797 orang per Selasa (31/3/2020) pukul 15.00...

More Articles Like This