Kekerasan Meningkat di Aceh: World Bank

0
1183

BANDA ACEH, acehkita.com. Sedikitnya 16 orang tewas, 47 lainnya terluka dan 17 bangunan atau kendaraan rusak dalam berbagai aksi kekerasan yang terjadi selama tiga bulan terakhir di Aceh. Demikian laporan terbaru World Bank.

Insiden kekerasan kembali meningkat dari Desember sampai Februari, dimana terdapat 36 kasus pada Januari, 31 kasus di bulan Desember dan 26 kasus yang terjadi Februari, tulis laporan yang diperoleh acehkita, Sabtu.

Angka ini meningkat tajam dibandingkan dengan kekerasan yang terjadi selama Oktober dan November yang masing-masing hanya 29 insiden dan 21 kasus.

“Kebanyakan dari kasus itu akibat masalah pribadi. Tetapi, meningkatnya jumlah kekerasan disebabkan oleh insiden menjelang pemilu, yang mencapai sepertiga dari semua kasus pada Januari dan Februari,” kata laporan itu.

Dalam laporan itu juga disebutkan ledakan granat, pembakaran dan serangan lain terhadap partai politik yang mencapai 13 kasus dan tiga atau empat anggota Komite Peralihan Aceh (KPA) dan Partai Aceh (PA) yang dibunuh awal Februari.

“Tingginya ketegangan antara organisasi-organisasi ini dan pasukan keamanan telah menimbulkan kekhawatiran dan ketakutan bakal meningkatnya eskalasi kekerasan menjelang pelaksanaan pemilu,” tulis laporan itu.

Akibat kekerasan bernuansa politik itu telah membuat Pemerintah Aceh menyerukan perlunya keterlibatan pemantau internasional untuk memonitor pemilu di Aceh. Di sisi lain, ada juga kelompok yang menentang kehadiran pemantau asing. Sejauh ini, belum ada kepastian apakah pemantau pemilu internasional akan datang ke Aceh atau tidak. (Sultan)

ACEHKITA.COM menerima bantuan dana dari Google News Initiative (GNI) melalui program Journalism Emergency Relief (JER) Fund sebesar US$5.000

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.