Kasus Positif COVID-19 di Aceh Hari Ini Bertambah 98, Sembuh 45, Meninggal 2

Pemko Banda Aceh Gandeng Unsyiah Gelar Tes Swab Massal untuk 1.300 Warga
Petugas medis di Aceh melakukan swab test. (Foto: Ucok Parta/acehkita.com)

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Penularan virus corona di Aceh masih terus bertambah. Per Sabtu (10/10), kasus konfirmasi baru bertambah 98 orang, dan yang sembuh setelah perawatan atau isolasi mandiri meningkat 45 orang. Selain itu, kasus meninggal dunia bertambah 2 orang.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Aceh, Saifullah Abdulgani (SAG), menyampaikan penularan virus corona SARS CoV-2 penyebab penyakit Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) umumnya terjadi antarindividu secara langsung. Penularan antarpersonal masih terjadi di Aceh.

“Selain penularan langsung antarpersonal dari percikan droplet atau aerosol, bisa juga melalui benda-benda yang tercemar (infeksius) dengan droplet orang pembawa virus,” ujar SAG dalam keterangannya, Sabtu malam.

Karena itu, lanjutnya, kewajiban menjaga jarak dan menghindari kerumunan untuk menghindari transmisi droplet maupun aerosol antarpersonal.

“Penggunaan masker bagi orang yang sudah terinfeksi (carer) supaya droplet maupun aerosol tak berhamburan ke lingkungan sekitar. Masker bagi yang sehat melindunginya dari droplet atau aerosol tersebut,” sebutnya.

SAG menambahkan, tak bisa dipungkiri masih banyak orang tidak pakai masker atau menggunakan masker namun pemakaiannya tidak benar, sehingga droplet-nya bisa mencemari benda-benda di sekitarnya.

Menurutnya, bila benda infeksius yang tercemar droplet itu disentuh seseorang, transmisi virus corona juga terjadi. Karena itu wajib mencuci tangan dengan sabun di bawah air mengalir selama 20 detik, sesering mungkin.

“Upaya-upaya individu menjaga jarak, menghindari kerumunan, memakai masker, dan mencuci tangan memakai sabun, lebih efektif menekan angka penularan virus corona,” ujarnya.

Selanjutnya SAG mengatakan, Satgas COVID-19 Aceh terus memfasilitasi dan memotivasi Satgas kabupaten/kota untuk meningkatkan penelusuran kontak erat (tracing), melakukan swab untuk pemeriksaan RT-PCR (testing), dan merawat yang terinfeksi (treatment).

Ia menyebut, Satgas COVID-19 melancarkan 3T, yakni Tracing, Testing, dan Treatment. Masyarakat baik secara individual maupun komunitas melakukan 3 M, yakni Menjaga Jarak—termasuk menghindari kerumunan, Memakai masker, dan Mencuci tangan pakai sabun.

“Kombinasi gerakan 3T dan 3M itu merupakan bagian dari strategi penanggulangan COVID-19 yakni, menghentikan penularannya, dan pelayanan kesehatan yang optimal, dan meminimalkan dampak pandemi ini,” kata SAG.

Kumulatif COVID-19 Capai 5.642 Kasus

Selanjutnya, ia melaporkan secara akumulatif jumlah kasus COVID-19 di Aceh sudah mencapai 5.642 orang. Rinciannya, 2.063 orang dirawat di rumah sakit atau diisolasi di rumah, 3.370 orang dinyatakan sembuh, dan 209 orang meninggal dunia.

Ia menjelaskan, kasus-kasus konfirmasi baru sebanyak 98 orang menyebar di kalangan warga Banda Aceh sebanyak 24 orang, Aceh Besar dan Aceh Tengah sama-sama 17 orang, Aceh Singkil 16 orang, Pidie Jaya 9 orang, dan Lhokseumawe sebanyak 4 orang.

Selanjutnya, selain ada warga luar daerah 2 orang, warga Pidie, Gayo Lues, dan Bener Meriah, juga terinfeksi virus corona masing-masing 2 orang. Kemudian, warga Aceh Barat, Aceh Utara, dan warga Nagan Raya, sama-sama bertambah 1 orang konfirmasi COVID-19.

Sementara itu, sambung SAG, penderita COVID-19 yang dilaporkan sembuh juga bertambah 45 orang, yang meliputi warga Banda Aceh 24 orang, Aceh Singkil dan Lhokseumawe masing-masing 6 orang. Kemudian warga Simeulue sebanyak 5 orang, dan warga Aceh Selatan 2 orang. Selebihnya masing-masing 1 orang warga Pidie Jaya dan Bireuen.

“Selain 45 orang yang sembuh, ada 2 orang warga Nagan Raya dilaporkan meninggal dunia,” sebutnya..

Kemudian SAG menyebutkan, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) atau kasus probable secara akumulasi sebanyak 478 orang. Dari jumlah tersebut, 86 PDP/probable dalam penanganan tim medis (isolasi RS), 369 sudah selesai isolasi, dan 23 orang meninggal dunia.

Sedangkan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) atau kasus suspek di seluruh Aceh hari ini telah mencapai 3.252 orang. “Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.920 orang sudah selesai isolasi, 329 orang dalam proses isolasi di rumah–dalam pantauan Tim Gugus Tugas COVID-19–dan 3 orang isolasi di rumah sakit,” ujar SAG.[]

ACEHKITA.COM menerima bantuan dana dari Google News Initiative (GNI) melalui program Journalism Emergency Relief (JER) Fund sebesar US$5.000

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.