Friday, April 3, 2020

Kampung Pande Pusat Penentuan Mata Uang Emas

Must Read

Tidak Terima Keputusan Hakim

Istri almarhum Serka Ismail Lopa,anggota Koramil Ulee Kareng menolak keputusan hakim di Pengadilan Tinggi Banda Aceh, Selasa (4/5). Dalam...

Irwandi ‘Kick’ Apa Karya dengan Janji 1 Juta Per KK

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Pasangan calon gubernur nomor urut 6, Irwandi Yusuf berhasil meng-kick Zakaria Saman dengan pertanyaan...

Atasi Gajah Liar, Warga Keumala Gelar Kenduri ‘Tulak Bala’

Keumala - Mengatasi konflik gajah liar yang terjadi di Keumala, warga menggelar kenduri 'tulak bala' di areal persawahan di...

Polisi Didesak Tuntaskan Kasus Salah Tembak di Jalin

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Sekitar tiga puluhan mahasiswa mendesak berunjukrasa di Bundaran Simpang Lima dan Mapolda Aceh di...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM—Kolektor Manuskrip Aceh, Tarmizi A. Hamid, mengatakan, Kampung Pande tempat ditemukan koin emas oleh warga merupakan kampung tempat penentuan mata uang emas pada masa kerajaan Aceh zaman dahulu. Selain uang, senjata tradisional Aceh seperti rencong juga diciptakan di kampung ini.

“Kampung Pande itu artinya kampung tukang dalam bahasa Aceh. Artinya semua senjata tradisional dibuat di kampung ini,” kata Tarmizi, Selasa (12/11/2013).

Menyangkut dengan uang dirham yang ditemukan warga, kata Tarmizi, tidak digunakan oleh sembarangan orang. “Uang dirham itu mempunyai arti masing-masing dan tidak digunakan oleh semua orang. Maka di pusatkan di Kampung Pande untuk membahasnya,” jelas Tarmizi. (Baca : Masa Kerajaan Aceh, Beda Usia Beda Mata Uang)

Menurut Tarmizi, ditemukan emas ini membuktikan bahwa pada masa kerajaan Aceh dulu, masyarakat Aceh sudah menggunakan uang emas sebagai alat untuk transaksi jual beli. “Kita melihat kejayaan Aceh itu dari mata uang yang berlaku. Mata uangnya aja emas berarti semua barang lain itu terbuat dari emas,” ungkap Tarmizi.

Sebagai kampung “tukang”, jelas Tarmizi, semua barang tradisional dan mata uang dibuat di kampung ini. Selain itu, penemuan emas itu juga membuktikan bahwa Aceh merupakan negeri yang sangat kaya pada zaman dahulu.

“Penemuan ini merupakan artefak yang sangat berharga bagi identitas Aceh saat ini,” jelas Tarmizi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sejumlah warga Lampaseh, Banda Aceh yang sedang mencari tiram di Kampung Pande, Banda Aceh menemukan kepingan emas di dalam rawa-rawa kampung tersebut, Ahad (10/11/2013). Namun kabar penemuan emas tersebut baru heboh dikalangan warga pada Senin (11/11/2013) malam.[]

Kumpulan berita #Penemuan emas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

Ruang Outbreak Pinere RSUDZA Dijadikan Tempat Isolasi Pasien COVID-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - RSUDZA Banda Aceh telah memiliki 12 ruang Outbreak Pinere (Penyakit Infeksi New-Emerging dan Re-Emerging) pada Selasa (31/3/2020). Ke-12 ruang...

Update Corona di Aceh: 5 Positif, 2 Meninggal, 44 PDP, 797 ODP

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona di Aceh bertambah 177 orang menjadi 797 orang per Selasa (31/3/2020) pukul 15.00...

More Articles Like This