Kakanwil Kemenag Aceh: Jadi ASN, Jangan Mau Enaknya Saja

0
288
Kakanwil Kemenag Aceh: Jadi ASN, Jangan Mau Enaknya Saja
Kakanwil Kemenag Aceh dalam pembinaan ASN di Bireuen. Foto: Halim

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Aceh, Iqbal, berkesempatan memberikan arahan dalam pembinaan ASN di jajaran Kankemenag Bireuen, di aula kantor setempat, Kamis (6/8/2020). Dia berpesan, menjadi seorang ASN jangan mau enaknya saja, seperti tempat kerja harus dekat dengan rumah, atau tidak mau ditempatkan di daerah terpencil.

Di depan puluhan ASN dari Kepala KUA, Kepala Madrasah, dan pegawai lainnya, Iqbal mewanti-wanti agar ASN jangan cengeng dan pandai mengeluh saja. Maunya hanya bertugas di tempat yang bagus, namun begitu tiba giliran ditempatkan di daerah terpencil seolah merasa dibuang oleh atasan atau ada pikiran negatif lainnya.

“Buang semua pikiran yang membuat lembaga kita ini (Kemenag-red) mundur. Tapi sebaliknya, jikapun ada pergeseran pegawai, itu semua melalui mekanisme yang ada. Jadi tidak asal main copot, kecuali ada yang mengundurkan diri, sakit, meninggal, atau berbuat kesalahan,” ujar Iqbal mengingatkan.

Lebih lanjut, pria yang memulai jenjang kepegawaiannya sebagai Pegawai Pencatat Nikah (PPN) di KUA Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang itu, mengaku tidak pernah mengeluh dalam menjalankan tugasnya sebagai ASN di jajaran kemenag sejak 1997. Hingga akhirnya dilantik oleh Menteri Agama sebagai Kakanwil Aceh pada 10 Juli lalu secara virtual di Banda Aceh.

Diakuinya, dalam mengikuti seleksi jabatan┬ásebagai Kakanwil, selain kemampuan, dirinya hanya mengandalkan doa dari para guru. “Jadi kalau mau jadi Kakanwil, mintalah didoakan oleh guru kita, tapi jangan sekarang,” selorohnya yang disambut tawa peserta pertemuan.

Dikatakan, dirinya merasa heran, begitu dirinya dilantik, malah ada sebagian ASN seperti kalang kabut tidak tenang begitu. Seperti ada ketakutan akan kena mutasi.

Diakui Iqbal, saat ini ada empat jabatan eselon yang kosong baik di Kakanwil maupun di Kankemenag kabupaten/kota. Namun janganlah terlalu dirisaukan, karena semuanya akan dilakukan dengan mekanisme yang transparan dan dilakukan dengan seleksi yang kompetitif seperti lelang jabatan yang barusan diikutinya saat menjadi Kakanwil.

“Jadi jangan terpengaruh dengan harus ke sana ke mari, untuk memuluskan jalan. Karena jabatan di jajaran Kakanwil Aceh akan dilakukan secara selektif dan transparan,” imbuhnya.

Di pihak lain, pria kelahiran Geulumpang Bungkok, Pidie ini mengatakan, tugas utama seorang ASN di Kemenag adalah melayani masyarakat dengan baik dan bertugas sesuai tupoksinya. Lalu ada keinginan untuk terus mengasah kemampuan sesuai dengan perkembangan teknologi. Jika tidak, kita akan tertinggal dengan pegawai lainnya. Jangan malah sibuk mengeluh dan mencari kesalahan orang lain.

“Karena sebagai manusia, kita tidak ada yang sempurna. Jika dalam memimpin saya ada kekurangan dan kesalahan, tegurlah saya. Tapi jangan dengan fitnah,” sebutnya.

Hadir dalan pertemuan antara lain, Kabid Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Aceh, Maiyusri, Kepala Kankemenag Aceh Utara, Salamina, dan Kepala Kankemenag Pidie Jaya, Abdullah AR. Selanjutnya, Kakanwil dan rombongan melakukan kunjungan silaturahmi ke sejumlah ulama yang ada di Bireuen.[]

ACEHKITA.COM menerima bantuan dana dari Google News Initiative (GNI) melalui program Journalism Emergency Relief (JER) Fund sebesar US$5.000

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.