Thursday, August 5, 2021
spot_img

Jejak Wali Hasan Tiro di Alby

PAGI ini udara agak cerah. Angin lembut berhembus sejak subuh. Matahari juga bersinar terang. Kami mengobrol di balkon, sesekali bang Bakhtiar Abdullah menarik rokok dalam-dalam ketika mengingat Aceh. Tanggal 15 Agustus sebentar lagi. Di hari itu saban tahun diperingati untuk mengenang kesepakatan damai yang dikenal dengan MoU Helsinki.

Ketika tiba waktu, beliau berangkat kerja, kami rencana mau jogging pagi dengan Muhammad Zain, anak beliau, untuk membuang lemak di badan yang datang dari makanan baik di Aceh atau di sini. Karena saling mengharap dan tidak saling mengingatkan, program jogging batal. Muhammad Zain sambil tertawa-tawa cuman berkata, “adek preh Cek Warzain, hana teubit-teubit kama“. Adek sudah tunggu, tetapi tidak keluar-keluar. Saya juga memang menunggu si adek untuk mengajak jalan.

Kemudian kami di rumah, sebelum zuhur, kak Madawiyah, istri bang Bakhtiar mendapat informasi dari kampung bahwa Tengku Nyak Zainab Puteh binti Tengku Umar Tiro, telah berpulang ke rahmatullah di RSU Sigli. Beliau adalah ummi dari Tengku Fauzi Tiro, sebagai istri pertama dari abang kandung Wali Negara, Tengku Hasan Muhammad di Tiro yaitu istri Tengku Zainoel Abidin Tiro.

Almarhumah juga kakak dari Tengku Abdul Wahab, ayah dari Tengku Musanna Tiro yang sekarang bermukim di Amerika Serikat.

Sekaligus almarhumah adalah sepupu dari Tengku Hasan Muhammad di Tiro.
***
IMG_20160803_062528Setelah salat asar, kami keluar rumah, menyusuri jalanan jogging track yang berujung ke sebuah danau bernama Albysjön. Sebuah kawasan favorit warga Alby untuk berwisata dan bersepeda. Tengku Hasan di Tiro juga sering berjalan-jalan di tepi danau tersebut.

Di sana juga ada sebuah bukit di selatan danau, bernama Flottsbro, sering digunakan untuk main ski di musim dingin. Dari sana pemandangan sangat indah baik di musim panas atau musim salju.

Kami berangkat dari rumah, berjalan kira-kira dua kilometer, sesampai di danau, kami kembali melalui jalan yang sering dilalui Abusyiek Tengku, demikian panggilan Muhammad Zain kepada Wali Negara, Tengku Hasan Muhammad di Tiro.

Jalanan yang bersih, tertata rapi. Banyak pepohonan di sekelilingnya. Deretan gedung rumah berjejer, hampir sampai ke pusat pekan dan stasiun Alby, Alby Centrum. Kalau gedung pertama dari Alby Centrum, gedung no. 9, di gedung ini dulu dr. Zaini Abdullah bertempat tinggal. Sedangkan Wali, berselang satu gedung, di gedung Nomor 11.

IMG_20160803_062450Di jalan pulang, kami sempat singgah di dua kotak pos kerajaan Swedia, satu lokal dan satu internasional, tempat biasanya Wali memasukkan surat-surat korespondensi beliau dengan berbagai tokoh dan organisasi di seluruh dunia.

Sempat juga kami rehat sejenak di kursi yang pernah dipergunakan Wali untuk duduk istirahat ketika beliau hendak naik kereta.

Wali tidak pernah menunda sesuatu pekerjaan. Misalnya ketika ada surat penting yang hendak dikirim ke kantor pos, beliau tidak menunggu orang pulang kerja untuk mengirim surat. Tapi langsung pergi sendiri dengan bus ke kantor pos di Tumba. Wali adalah sosok yang penuh percaya diri, berdisiplin tinggi, tegas, berani dan cerdas. Sifat-sifat yang jarang kita temui saat ini pada pemimpin-pemimpin kita di Aceh. []

MUNAWAR LIZA ZAINAL

Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

Baca Tulisan Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Stay Connected

0FansLike
20,623FollowersFollow
22,300SubscribersSubscribe
- Advertisement -

TERBARU