Friday, April 10, 2020

“Jameun Jinoe” Hiasi Kompilasi Video “Kampung Halaman”

Must Read

FOTO | Nelayan Depik

Warga pulang usai menjerang jaring ikan depik di Danau Laut Tawar, Takengon, Aceh Tengah, Minggu (29/4) pagi. Akibat pencemaran...

Mahasiswa Protes Daftar Pemilih Bener Meriah

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Sekitar 30-an mahasiswa asal Kabupaten Bener Meriah, berunjukrasa ke kantor Komisi Independen Pemilihan (KIP)...

Penembak Dubes Rusia Polisi Elit Turki

ANKARA | ACEHKITA.COM – Mevlut Mert Altintas, 22 tahun, yang menembak mati Andrey G. Karlov Duta Besar Rusia untuk...

Mantan Anggota DPRK Simeulue Dicambuk

SIMEULUE | ACEHKITA.COM -- Seorang mantan anggota DPRK Simeulue dicambuk bersama empat warga lain di depan Masjid Baiturrahmah, Kota...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Film fiksi pendek garapan Lamp On Aceh Film Community, menghiasi dua puluhan film dalam kompilasi video Jalan Remaja Kampung Halaman, yang diproduksi produser dari Yogyakarta.

Film bertema Me Instan (saya yang serba instan) itu, bercerita tentang perbedaan antara dua masa, yaitu masa kini, yang disandingkan dengan masa dulu. Kedua masa itu diperankan oleh aktor Teater Rongsokan, Mirja Irwansyah, dan Mustafa Kamal.

Pada masa lalu, Mustafa memainkan peran sebagai pemuda yang menjalani kehidupan dengan penuh usaha. “Semua butuh proses. Tak ada kata mudah dan yang serba instan dalam menjalani kehidupan. Karena semua yang instan pasti ada efek,” kata R.A. Karamullah, sang sutradara.

Sedangkan masa kini, Mirja hidup penuh dengan berkecukupan. Tak perlu suatu usaha, semua telah tersedia dalam kehidupannya. Efek instan tersebut, membuat kehidupannya dibayangi penyakit. “Akhirnya dia masuk rumah sakit. Itu karena kehidupannya yang serba instan,” katanya.

Pemutaran film tersebut dilakukan serentak di 51 bioskop di 19 provinsi di Indonesia, bertepatan dengan Hari Remaja Internasional, 12 Agustus. Sedangkan di Aceh, diputar di Komunitas Tikar Pandan Episentrum Ulee Kareng, yang menjadi mitra dari Komunitas Kampung Halaman.

“Respon penonton terhadap film kita sangat bagus. Teknik dan kualitas kita lebih baik. Cuma penonton ada yang kurang paham. Karena filmnya mengandalkan objek visual, tanpa dialog,” sebut Akmal M. Roem, panitia dari Tikar Pandan.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Banyak Warga Aceh Belum Peroleh Pengetahuan Terkait COVID-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebagian besar warga di Aceh sampai saat ini disebut belum memperoleh pengetahuan mengenai virus...

Tiga Pasien Positif COVID-19 di Aceh Sembuh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Tiga pasien positif corona atau COVID-19 di Aceh dinyatakan sembuh. Mereka diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit...

200 Pengemudi Ojek Daring di Aceh Peroleh Bantuan Sembako

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 200 pengemudi ojek daring di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, Aceh, memproleh bantuan sembako dari Forum...

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan sembuh dan telah pulang dari...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

More Articles Like This