Saturday, April 4, 2020

Jaga Ikan Khas Danau Lut Tawar, Ribuan Benih Ditabur

Must Read

Quran Elektronik Diminati Pengunjung Aceh Book Fair

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Al-Quran elektronik yang dijual di stad Syamil dan Gramedia menarik minat pengunjung Aceh Book...

Pemerintah Aceh Sampaikan Duka Cita atas Meninggalnya Bupati Bireuen

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Pemerintah Aceh menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Bupati Bireuen, Saifannur, di Rumah...

Aceh Kembali Terima Anugerah Kihajar

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM --Gubernur Aceh Zaini Abdullah menerima penghargaan anugerah Kihajar tingkat nasional untuk ketiga kalinya berturut-turut dalam...

MPU: Ulama Berperan Penting Perkokoh Moral dan Spiritual

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Ulama memiliki peran yang strategis dalam memperkokoh sendi-sendi etika, moral dan spiritual, serta berfungsi...

TAKENGON | ACEHKITA.COM – Habitat ikan khas Danau Lut Tawar, Aceh Tengah semakin terancam. Pemerintah mengambil langkah untuk menjaga ikan depik, pedih dan peres tetap lestari.

Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin mengatakan ada dua cara agar ikan asli tersebut dapat tetap terjaga populasinya. “Pertama, kita harus menjaga yang ada, caranya dengan mengatur alat tangkap dan membatasi area penangkapan ikan terutama di wilayah ikan bertelur, ini sudah ada qanunnya,” ujarnya Rabu 13 Desember 2017 dalam rilisnya.

Selanjutnya menurut Nasaruddin, dengan menebar benih ikat dari luar. Hal ini bisa dilakukan berkesinambungan seiring dengan kemampuan Balai Benih Ikan setempat yang sudah bisa memperbanyak bibit ikan asli Danau Laut Tawar.

Menebar benih juga dapat dilakukan di beberapa aliran sungai yang juga merupakan tempat habitat ikan asli tersebut. “Jika alat tangkap yang digunakan sesuai aturan dan restocking juga dilakukan secara berkesinambungan, maka kelestarian ikan asli danau bisa dapat terus dipertahankan,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Nasaruddin ikut serta dalam kegiatan menebar benih sebanyak 8.250 benih ikan Pedih dan 2.000 benih ikan Peres. Penebaran benih dilakukan di Danau Lut Tawar sekitar Kampung Kelitu, Kecamatan Bintang.

Ikan depik, pedih dan peres adalah ikan khas danau tersebut, yang menghidupi ribuan warga yang hidup di sekitar danau tersebut. []

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

Ruang Outbreak Pinere RSUDZA Dijadikan Tempat Isolasi Pasien COVID-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - RSUDZA Banda Aceh telah memiliki 12 ruang Outbreak Pinere (Penyakit Infeksi New-Emerging dan Re-Emerging) pada Selasa (31/3/2020). Ke-12 ruang...

Update Corona di Aceh: 5 Positif, 2 Meninggal, 44 PDP, 797 ODP

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona di Aceh bertambah 177 orang menjadi 797 orang per Selasa (31/3/2020) pukul 15.00...

More Articles Like This