Thursday, February 27, 2020

Jaga Hutan, LPHK Damaran Baru Bentuk Tim Ranger Perempuan Pertama di Aceh

Must Read

Tarik Pukat

Warga menarik pukat darat di pantai Kuala Daya Kecamatan Jaya, Aceh Jaya. Kegiatan menarik pukat dilakukan lagi setelah vakum...

Duta Bahasa Kritisi Penulisan yang Sering Keliru

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Duta Bahasa Favorit Aceh 2018, Ziaul Fahmi mengkritisi penulisan yang sering keliru namun tetap digunakan...

Anak Muda Aceh Tawarkan 3 Solusi Perangi Hoaks kepada KSP

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Anak muda Aceh menawarkan tiga solusi memerangi hoaks di Indonesia. Tiga solusi ini disampaikan...

Kena Ranjau, Seekor Gajah Mati Mengenaskan

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Seekor gajah Sumatera ditemukan mati dengan leher terputus di Desa Ranto Sabon, Kecamatan Sampoiniet,...

Para perempuan dari Kampung Damaran Baru di Kabupaten Bener Meriah berkumpul, lengkap dengan topi, seragam, sepatu bot, dan tas berisi perlengapan patroli hutan. Mereka adalah perempuan yang berasal dari Lembaga Pengelola Hutan Kampung (LPHK) Damaran Baru, dimana mereka telah membentuk tim ranger perempuan, atau disebut sebagai Mpu Uteun (penjaga hutan).

Pembentukan tim ranger tersebut menjadi terobosan baru, karena merupakan ranger perempuan pertama di Aceh untuk melindungi kawasan hutan negara melalui skema hutan desa.

Ketua LPHK Damaran Baru, Sumini, mengatakan LPHK Damaran Baru membentuk tim ranger perempuan sebagai bagian dari gerak inisiatif dan rasa tanggung jawab untuk menjaga sumber-sumber kehidupan dengan melakukan pengelolaan, pemanfaatan dan perlindungan kawasan hutan lindung yang telah dibebani izin hak pengelolaan melalui skema Hutan Desa.

“Inisiatif permohonan untuk mendapatkan izin hutan desa oleh Perempuan Kampung Damaran Baru karena dampak yang mereka rasakan akibat kerusakan lingkungan yang terus menerus terjadi di kampung. Juga termotivasi untuk melindungi hutan karena trauma yang melanda akibat terjadinya banjir bandang pada tahun 2015 di Kampung Damaran Baru yang mengakibatkan hilangnya belasan rumah warga,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (14/2/2020).

Sejak itu, kata Sumini, perempuan di Damaran Baru aktif dalam kegiatan-kegiatan restorasi agar mencegah terjadinya kembali banjir bandang, dan penuh semangat untuk berkontribusi lebih dalam perlindungan kawasan hutan. Menurutnya, dengan terbentuknya tim ranger perempuan tersebut diharapkan perempuan di Damaran Baru bisa menjadi local champion untuk melindungi hutan, sumber mata air dan sumber-sumber kehidupan lainnya secara langsung dan berkelanjutan.

“Perlindungan hutan terkesan seperti pekerjaan untuk laki-laki saja, tetapi perempuan Kampung Damaran Baru mengambil peran kunci untuk melindungi kawasan hutan, bagi kami menjaga hutan adalah menjaga kehidupan, hutan adalah nafas hidup kami. Ketika hutan rusak, perempuanlah yang akan menerima dampak lebih dari bencana tersebut. Dengan terbentuknya tim Mpu Uteun yang akan aktif berpatroli dikawasa hutan, Kampung Damaran Baru akan mendapatkan lebih banyak manfaat,” kata dia.

Sumini menjelaskan, tim Mpu Uteun (ranger perempuan) ini akan melakukan kegiatan patroli di wilayah-wilayah hutan kunci yang memiliki nilai signifikan untuk masyarakat Damaran Baru, seperti wilayah Pinggiran Daerah Aliran sungai.

Pada umumnya, setiap patroli bersifat pulang-pergi karena jangkauan wilayah patroli tidak begitu jauh dari Desa. LPHK Damaran Baru juga berkolaborasi dengan tim patroli laki-laki untuk jangkauan wilayah patroli yang lebih jauh dari desa.

Sementara itu, Ketua Yayasan HAkA Fariwa menyampaikan bahwa pihaknya sangat mendukung inisiatif LPHK Damaran Baru dalam membentuk ranger perempuan tersebut. Menurutnya, pembentukan tim Mpu Uteun itu suatu hal yang baru sebagai tim ranger perempuan pertama di Aceh.

“Kami harap tim ranger perempuan ini menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat Aceh untuk melindungi hutan dan lingkungan kita. HAkA berkomitmen untuk mendampingi masyarakat dalam upaya perlindungan hutan dan mengamplifikasikan suara-suara masyarakat agar pertimbangan mereka di dengar oleh pemangku kebijakan,” ujar Farwiza.

Ia menjelaskan, Yayasan HAkA memiliki komitmen tinggi untuk dapat bekontribusi pada peningkatan pemahaman dan kapasitas LPHK Damaran Baru. Pengorganisasan dan pendampingan yang dilakukan oleh Yayasan HAkA, baik praizin atau pascaizin terus berproses bersama di tingkat grassroot untuk melakukan berbagai upaya penyelematan kawasan hutan.

“Ketika perempuan membentuk massa kritis antara 25 dan 35 persen orang di daerah hutan kemasyarakatan, dampaknya akan terasa. Kondisi dan regenerasi hutan akan membaik, dan para perempuan itu sendiri mendapatkan suara politik yang lebih besar,” sebut Farwiza.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Jajan Pakai Uang Palsu, Dua Warga Aceh Ditangkap Polisi

LHOKSEUMAWE | ACEHKITA.COM - Dua warga Aceh ditangkap polisi di Kota Lhokseumawe, setelah jajan makanan dan minuman dengan uang...

Diskusi Quo Vadis Rencana Investasi Aceh, Yuk!

Institute for Strategic and Policy Studies (ISPS) yang berkantor di Jakarta, bekerja sama dengan Aceh Bisnis Club (ABC) Jakarta, dan Donya Ekonomi Aceh (DEA),...

Wali Nanggroe Bertemu Dubes Uni Eropa Bahas MoU Helsinki

JAKARTA | ACEHKITA.COM - Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-haythar bertemu Duta Besar (Dubes) Uni Eropa delegasi untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket, membahas...

Daftar Nama 22 Petugas Haji 2020 Kloter Aceh yang Lolos Seleksi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh mengumumkan 22 nama calon petugas haji Aceh yang lulus dalam seleksi petugas haji...

Busana Rumoh Syar’i di Aceh Wedding Expo 2020 Dapat Pujian dari Ketua DWP

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Setda Aceh, Safrida Yuliani, memuji keindahan busana muslim hasil karya Rumoh Syar'i. Ia terpukau menyaksikan peragaan model yang mengenakan...

More Articles Like This