Thursday, February 27, 2020

Isu Partai Lokal Mencuat dalam Sosialisasi UU PA

Must Read

Chak De India, Tiada Kemenangan Tanpa Kerja Keras

“ Tim Hoki wanita India tidak pernah mencapai sesuatu atau akan mencapai sesuatu, mereka hanya kumpulan para pembantu wanita....

FOTO | Kunjungan Normal

Penumpang pesawat melintasi garbarata Bandara Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar, Selasa (3/1). Kunjungan wisatawan ke Banda Aceh masih...

Pohon Tumbang, Mata Ie Hillside Ditutup

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM— Mata Ie Hillside, lokasi wisata air yang terletak di Mata Ie, Aceh Besar langsung ditutup...

Persiraja Mulai Latihan

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Mulai hari ini, Rabu (28/9), Persiraja akan menggelar Training Camp (TC) di Stadion H...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

PIDIE JAYA, acehkita.com. Pertanyaan tentang keberadaan Partai Lokal di Aceh mewarnai sosialisasi Undang Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA) di Kecamatan Tringgadeng, Pidie Jaya, Sabtu (21/03).

Sosialisasi UUPA dilakukan oleh tim dari Aceh Recovery Forum (ARF) dengan difasilitasi GTZ Jerman melalui Aceh Local Governance Programme (Algap II). Program didukung sepenuhnya oleh Pemerintah Aceh dan Uni Eropa.

Dalam sosialisasi di Kantor Camat Tringgadeng, beberapa tokoh desa di kecamatan setempat mengungkapkan kekhawatirannya dengan isu yang dikampanyekan ke masyarakat, bahwa hanya satu partai lokal yang diamanatkan oleh MoU Helsinki dan UUPA tersebut. “Kami sering mendengar, hanya satu partai lokal yang sah di Aceh, yang lain tidak,” sebut salah seorang tokoh desa.

Ketua Tim Sosialisasi, Dahnil, mengatakan bahwa semua partai lokal mempunyai kedudukan yang sama di dalam UUPA, yang merupakan amanat dari MoU Helsinki. “Tidak ada yang lebih tinggi dan rendah, semuanya sah menurut undang-undang,” ujarnya menjawab pertanyaan warga.

Menurutnya, dalam beberapa sosialisasi di kecamatan yang lain dalam wilayah Pidie Jaya, pertanyaan seperti itu sering muncul. Ini pertanda bahwa selama ini UUPA dan MoU masih belum optimal disosialisakan ke masyarakat.

Dalam sosialisasi, juga muncul beberapa tanggapan lainnya, seperti kewenangan gampong dan keraguan masyarakat terhadap pusat dalam memberikan kewenangan mengatur pemerintahan seperti yang tercantum dalam UUPA.

Sosialisasi UUPA tersebut akan dilakukan oleh tim ke 23 kabupaten/kota di Aceh, oleh dua tim yang dibentuk ARF. Tim tersebut terdiri dari para pakar hukum Universitas Syiah Kuala. “Perlu dilakukan terus menerus, agar seluruh masyarakat mengetahui sampai lapisan bawah,” ujarnya. [Adi Warsidi]

Previous articleLongsor
Next articleKorban Konflik Mengadu ke LBH

1 COMMENT

  1. ass
    saya sangat setuju dengan adanya partai local aceh, tapi mohon dengan adanya partai aceh pendidikan lebih diperhatikan lagi.
    diutamakan untuk anak yng kurang mampu dan punya keinginan, karena anak2 aceh mempunyai bakat tersendiri.
    thanks

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Jajan Pakai Uang Palsu, Dua Warga Aceh Ditangkap Polisi

LHOKSEUMAWE | ACEHKITA.COM - Dua warga Aceh ditangkap polisi di Kota Lhokseumawe, setelah jajan makanan dan minuman dengan uang...

Diskusi Quo Vadis Rencana Investasi Aceh, Yuk!

Institute for Strategic and Policy Studies (ISPS) yang berkantor di Jakarta, bekerja sama dengan Aceh Bisnis Club (ABC) Jakarta, dan Donya Ekonomi Aceh (DEA),...

Wali Nanggroe Bertemu Dubes Uni Eropa Bahas MoU Helsinki

JAKARTA | ACEHKITA.COM - Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-haythar bertemu Duta Besar (Dubes) Uni Eropa delegasi untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket, membahas...

Daftar Nama 22 Petugas Haji 2020 Kloter Aceh yang Lolos Seleksi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh mengumumkan 22 nama calon petugas haji Aceh yang lulus dalam seleksi petugas haji...

Busana Rumoh Syar’i di Aceh Wedding Expo 2020 Dapat Pujian dari Ketua DWP

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Setda Aceh, Safrida Yuliani, memuji keindahan busana muslim hasil karya Rumoh Syar'i. Ia terpukau menyaksikan peragaan model yang mengenakan...

More Articles Like This